Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Diduga Pelajari Aksi Massal dari Internet
Internasional | Sabtu, 8 Agustus 2026
REUTERS
Internasional | Sabtu, 8 Agustus 2026









Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Carabao Cup musim 2024/2025 kembali menghadirkan persaingan sengit dalam babak perempat final yang akan berlangsung hari ini, Kamis, 19 Desember 2024. Sebagai kompetisi bergengsi, Piala Liga Inggris kini memasuki edisi ke-65. Liverpool, yang meraih gelar juara musim lalu setelah menundukkan Chelsea dengan skor 1-0 di babak tambahan waktu, bertekad mempertahankan trofi mereka.Musim ini menjadi spesial karena untuk pertama kalinya sejak 2009/2010, delapan tim yang melaju ke perempat final seluruhnya berasal dari Premier League. Ini menunjukkan dominasi klub-klub papan atas Inggris dalam kompetisi domestik.Tiga dari empat pertandingan akan berlangsung pada dini hari nanti. Liverpool sebagai juara bertahan dijadwalkan bertandang ke markas Southampton. Selain itu, Arsenal akan menjamu Crystal Palace, dan Newcastle menghadapi Brentford. Pertandingan terakhir babak 8 besar, yaitu duel antara Tottenham Hotspur dan Manchester United, akan digelar Jumat dini hari.Jadwal Lengkap Carabao Cup 19-20 Desember 2024Kamis, 19 Desember 2024:02:30 WIB: Arsenal vs Crystal Palace (Live di Vidio)02:45 WIB: Newcastle vs Brentford (Live di Vidio)03:00 WIB: Southampton vs Liverpool (Live di Vidio)Jumat, 20 Desember 2024:03:00 WIB: Tottenham vs Manchester United (Live di Vidio)Live Streaming Carabao Cup 2024 Penggemar sepak bola dapat menyaksikan siaran langsung seluruh pertandingan Carabao Cup melalui layanan Vidio. Akses tersedia di laman web atau aplikasi Vidio pada perangkat smartphone. Anda juga dapat berlangganan paket Platinum Vidio dengan biaya Rp39.000 per bulan atau Rp269.000 per tahun untuk menikmati berbagai tayangan eksklusif lainnya. Dengan jadwal menarik yang tersaji, jangan lewatkan aksi terbaik dari para pemain Premier League yang bertarung memperebutkan tiket ke semifinal Carabao Cup 2024/2025.
Internasional

American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dilaporkan mempertimbangkan untuk menggelontorkan puluhan juta dolar Amerika Serikat guna menghadang Abdul El Sayed, calon senator Muslim dari Partai Demokrat, dalam pemilihan paruh waktu pada November mendatang.Middle East Monitor (MEMO) melaporkan kelompok lobi pro-Israel tersebut mempertimbangkan untuk mendukung kandidat Senat dari Partai Republik, Mike Rogers, setelah kandidat yang mereka dukung sebelumnya, Haley Stevens, kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan.Stevens kalah tipis dari El Sayed dalam primary tersebut. El Sayed dikenal vokal mengusung kebijakan yang berfokus pada pendidikan serta mengkritik kebijakan Israel.Mengutip New York Times, sejumlah donor dan sekutu AIPAC disebut telah mendorong organisasi tersebut untuk menginvestasikan puluhan juta dolar guna mendukung kampanye Rogers.Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan final dari AIPAC terkait pendanaan tersebut. Organisasi itu memastikan upaya untuk menghadang El Sayed akan tetap berlanjut."Anggota kami tetap bertekad untuk memastikan bahwa para pemilih menentang Dr. El Sayed dan agenda anti-Israel radikalnya pada November mendatang," demikian pernyataan AIPAC.AIPAC merupakan salah satu kelompok lobi yang memiliki pengaruh besar dalam politik Amerika Serikat. Organisasi tersebut selama ini aktif mendukung kandidat politik yang dinilai pro-Israel untuk mempertahankan hubungan erat antara Washington dan Tel Aviv.Dalam pemilihan Senat Michigan sebelumnya, AIPAC bersama afiliasinya, United Democracy Project (UDP), menghabiskan sekitar US$32 juta untuk mempromosikan Stevens. Jumlah tersebut menjadi salah satu pengeluaran terbesar yang pernah dikeluarkan kelompok tersebut dalam sebuah kontestasi politik.Namun, besarnya dana yang digelontorkan tidak mampu mengantarkan Stevens memenangi primary. Ia justru harus mengakui keunggulan El Sayed.Hasil sejumlah jajak pendapat sebelum primary juga menunjukkan citra AIPAC di Michigan tengah menghadapi tantangan.Sekitar 49 persen calon pemilih utama Partai Demokrat di Michigan dalam salah satu survei memandang negatif AIPAC. Hanya sekitar 12 persen yang memberikan penilaian positif terhadap organisasi tersebut.Survei lain menunjukkan 64 persen responden cenderung kurang mendukung kandidat politik yang menerima sumbangan dari AIPAC.Sementara itu, survei Pew Research Center yang dirilis April menunjukkan sekitar 60 persen warga Amerika Serikat memiliki pandangan negatif terhadap Israel.Sikap negatif tersebut terutama terlihat di kalangan pemilih muda serta sebagian pendukung Partai Demokrat. Perubahan opini publik itu terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap dukungan Amerika Serikat kepada Israel selama perang di Gaza.Kondisi tersebut turut menjadi tantangan bagi organisasi dan kandidat politik yang secara terbuka mengusung agenda pro-Israel dalam pemilu Amerika Serikat.
Lokal

Berita Pontianak, PIFA - Seorang pria yang diduga pengedar sabu antar Provinsi berinisial ARM alias R ditangkap petugas Sat Narkoba Polresta Pontianak. Polisi menyita 1030,89 gram (kurang lebih 1 kilogram) sabu sebagai barang bukti dari tangan para pelaku. "Petugas Sat Narkoba Polresta Pontianak berhasil mengamankan seorang pria yang diduga memiliki narkotika," kata Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., melalui keterangan resmi yang didampingi oleh Kasat Narkoba, Kompol. Joko Sutriyatno, S.H., di Aula Mapolresta Pontianak, Senin (20/6/2022). Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., mengungkapkan, polisi mengamankan 10 plastik transparan ukuran besar barang yang diduga sabu. Total berat keseluruhan mencapai 1030,89 gram. "Berawal dari informasi masyarakat, bahwa ada seseorang yang membawa paket narkotika, petugas kami melakukan serangkaian penyelidikan dan pada hari Minggu (19/06), sekitar pukul 16.00 WIB, di depan supermarket Ligo Mitra Jalan Gajah Mada, kami berhasil mengamankan tersangka dan mendapatkan 10 plastik ukuran besar berisi sabu," ungkap Andi Herindra. Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., melanjutkan keterangan resminya bahwa saat dilakukan interogasi, tersangka ARM mengakui bahwa barang tersebut adalah miliknya yang akan diedarkan kembali di daerah Surabaya, Jawa Timur. "Tersangka mengakui barangnya tersebut akan dijual kembali ke Jawa Timur, yaitu di Kota Surabaya. Untuk tersangka sendiri kami kenakan pasal 114 ayat 3 dan pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati," tambahnya. Diakhir kesempatan, Kapolresta Pontianak, Kombes. Pol. Andi Herindra, S.I.K., menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menyatakan perang melawan narkoba. "Narkoba apapun jenisnya, sangat merusak dampaknya. Terlebih kepada masa depan generasi muda. Kami berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah peduli dengan dampak bahaya narkoba. Saya juga menghimbau, agar kita bersama-sama menyatakan perang melawan narkoba. Jangan takut, laporkan, identitas pelapor kami pastikan aman," tutupnya. (ja)