REUTERS

REUTERS

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalPelaku Penembakan Sekolah Thailand Diduga Pelajari Aksi Massal dari Internet

Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Diduga Pelajari Aksi Massal dari Internet

Internasional | Sabtu, 8 Agustus 2026

Polisi Thailand mengungkap adanya dugaan jejak pencarian internet yang dilakukan pelaku penembakan di sekolah Debsirin, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, sebelum melancarkan aksinya.

Pelaku disebut sempat mencari dan mengakses sejumlah situs yang berkaitan dengan penembakan massal sebelum insiden terjadi pada Jumat (7/8).

Dalam penyelidikan, polisi menyita sembilan komputer atau perangkat elektronik dari rumah tersangka. Perangkat tersebut kini diperiksa untuk mengungkap aktivitas dan kemungkinan motif pelaku sebelum melakukan penembakan.

Serangan di sekolah tersebut menewaskan sedikitnya enam orang yang terdiri dari tiga siswa dan tiga guru. Pelaku kemudian tewas, diduga akibat bunuh diri.

Polisi juga menduga pelaku terlebih dahulu membunuh kakek dan neneknya yang tinggal bersamanya sebelum pergi ke sekolah.

Keduanya ditemukan tewas di rumah sebelum aksi penembakan berlangsung. Polisi menyebut pelaku menggunakan pistol milik kakeknya.

Setelah membunuh kedua anggota keluarganya, pelaku kemudian pergi ke sekolah Debsirin Nonthaburi di pinggiran Bangkok. Di sekolah tersebut, ia menembak tiga guru dan tiga siswa.

Dengan demikian, total korban tewas dalam rangkaian kejadian tersebut mencapai delapan orang, termasuk pelaku.

Komandan Polisi Provinsi Nonthaburi, Letkol Dechrapee Kongdee, membenarkan bahwa pelaku meninggal akibat bunuh diri.

Polisi menyebut pelaku melepaskan 26 tembakan dalam aksinya. Selain itu, sebanyak 34 butir amunisi lainnya ditemukan di lokasi kejadian.

Kongdee mengatakan kepada BBC bahwa pelaku merupakan siswa kelas sembilan yang umumnya berusia sekitar 14 tahun.

Hingga kini, kepolisian Thailand masih mendalami motif penembakan tersebut, termasuk aktivitas pelaku di internet sebelum serangan dan hubungan antara pencarian yang dilakukan dengan aksi kekerasan yang terjadi.

Penyidik juga terus memeriksa perangkat elektronik yang disita dari rumah pelaku untuk mendapatkan informasi mengenai persiapan dan kemungkinan latar belakang aksi tersebut.

Rekomendasi

Foto: Vonis Diperberat, Harvey Moeis Dijatuhi Hukuman 20 Tahun Penjara | Pifa Net

Vonis Diperberat, Harvey Moeis Dijatuhi Hukuman 20 Tahun Penjara

Indonesia
| Kamis, 13 Februari 2025
Foto: Kabar Gembira, 113 Siswa SMAN 1 Mempawah Hilir Kini Bisa Ikut SNBP | Pifa Net

Kabar Gembira, 113 Siswa SMAN 1 Mempawah Hilir Kini Bisa Ikut SNBP

Mempawah
| Minggu, 9 Februari 2025
Foto: Jordi Cruyff Dapat Misi Besar dari PSSI Usai Didapuk Jadi Penasihat Teknis, Apa Saja? | Pifa Net

Jordi Cruyff Dapat Misi Besar dari PSSI Usai Didapuk Jadi Penasihat Teknis, Apa Saja?

Indonesia
| Rabu, 26 Februari 2025
Foto: Ahli Gizi Ungkap Jenis Makanan yang Tepat Dikonsumsi Sebelum Berlari | Pifa Net

Ahli Gizi Ungkap Jenis Makanan yang Tepat Dikonsumsi Sebelum Berlari

Lifestyle
| Senin, 18 Agustus 2025
Foto: Yamaha Dukung Kampanye Keselamatan Berkendara, Sunmori MAXi Ride & Pride Bersama Gubernur Lampung | Pifa Net

Yamaha Dukung Kampanye Keselamatan Berkendara, Sunmori MAXi Ride & Pride Bersama Gubernur Lampung

Otomotif
| Kamis, 23 Oktober 2025
Foto: Fazzio Hybrid Bergaya F1ZR: Modifikasi “Modern Racing Style” Ala Putut Wijanarko Bikin Nostalgia Sekaligus Stylish | Pifa Net

Fazzio Hybrid Bergaya F1ZR: Modifikasi “Modern Racing Style” Ala Putut Wijanarko Bikin Nostalgia Sekaligus Stylish

Otomotif
| Rabu, 9 Juli 2025
Foto: Pengantin Iblis Raih Rekor MURI, Film Horor Pertama yang Diadaptasi Jadi Game | Pifa Net

Pengantin Iblis Raih Rekor MURI, Film Horor Pertama yang Diadaptasi Jadi Game

Indonesia
| Rabu, 5 Februari 2025
Foto: Rekomendasi HP Rp2 Jutaan untuk Hadiah Akhir Semester: Kamera Jernih, RAM Besar, dan Cocok untuk Belajar | Pifa Net

Rekomendasi HP Rp2 Jutaan untuk Hadiah Akhir Semester: Kamera Jernih, RAM Besar, dan Cocok untuk Belajar

Tekno
| Rabu, 19 November 2025
Foto: Arai Agaska Konsisten Podium, Berharap Menangi Race di FIM BLU CRU World Cup 2025 | Pifa Net

Arai Agaska Konsisten Podium, Berharap Menangi Race di FIM BLU CRU World Cup 2025

Otomotif
| Rabu, 9 Juli 2025
Foto: Tips Top Up Robux di Roblox dan Kisaran Harganya | Pifa Net

Tips Top Up Robux di Roblox dan Kisaran Harganya

Teknologi
| Sabtu, 2 Agustus 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Wabup Ketapang Nyalakan Keriang Bandong, Salah Satu Tradisi Budaya Melayu Jelang Lebaran | Pifa Net

Wabup Ketapang Nyalakan Keriang Bandong, Salah Satu Tradisi Budaya Melayu Jelang Lebaran

Berita Ketapang, PIFA - Selain ziarah kubur salah satu tradisi masyarakat Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Ketapang di bulan ramadhan yaitu permainan Keriang Bandong. Nama Keriang Bandong sebenarnya diambil dari kata Keriang dan Bandong. Keriang diambil dari nama serangga yang sangat menyukai serangga. Sedangkan kata Bandong berasal dari kata berbondong-bondong. Hal ini dikarenakan kebiasaan keriang yang selalu datang berbondong-bondong mendatangi cahaya. Keriang bandong ini hanya dimainkan di bulan Ramadhan saja yang biasa dimulai pada hari ke 21 Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Dari hal itu Wakil Bupati Ketapang H. Farhan, SE.,M.Si menyatakan jika situasi pandemi reda tahun depan PLK Negeri Matan Tanjung Pura akan melaksanakan Festival Keriang Bandong, yang merupakan salah satu upaya merawat dan melestarikan tradisi budaya melayu. Pernyataan tersebut dikatakan Wabup usai kegiatan buka bersama dengan 50 anak yatim piatu yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lawang Kekayun (PLK) Negeri Matan Tanjung Pura Ketapang, pada Rabu (28/04/2022) bertempat di Pendopo Wakil Bupati Ketapang. Selain itu Beliau juga menyalakan Keriang Bandong bersama Ketua MABM Ketapang, Dewan Penasehat IKKRAMAT, Ketua IKKRAMAT, Ketua Perkumpulan Lawang Kekayun, dan Camat Delta Pawan. Sementara itu, ketua PLK Negeri Matan Tanjung Pura Ketapang, Agus Kurniawan, S.Sos.,I, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian kerja manfaat perkumpulan, yakni manfaat secara sosial.  "Insyaallah, tradisi orang-orang Melayu ini akan terus kita lestarikan. Semoga pandemi cepat berlalu sehingga kita dapat mengadakan dengan event yang lebih besar, seperti festival Keriang Bandong, yang akan melibatkan banyak ormas dan komunitas," tuturnya. (rs) 

Ketapang
| Kamis, 28 April 2022

Nasional

Foto: Mahasiswa Tewas Dikeroyok Tiga Pria karena Tidur di Masjid Sibolga | Pifa Net

Mahasiswa Tewas Dikeroyok Tiga Pria karena Tidur di Masjid Sibolga

PIFA, Nasional — Seorang mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya (21) tewas setelah dikeroyok tiga pria hanya karena tidur di Masjid Agung, Jalan Diponegoro, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Provinsi Sumatra Utara, pada Jumat (31/10/2025) dini hari. Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rustam E. Silaban, menjelaskan peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB saat korban hendak beristirahat di dalam masjid. Namun, salah satu tersangka, ZP alias A (57), menegur korban dan melarangnya tidur di sana. “Dari pemeriksaan, korban semula berniat beristirahat di masjid. Namun salah satu tersangka menegurnya. Karena larangannya tidak digubris, tersangka merasa tersinggung dan memanggil dua rekannya, HB alias K (46) dan SS alias J (40),” ujar AKP Rustam, Minggu (2/11/2025). Ketiganya kemudian menganiaya korban secara brutal di dalam masjid. Korban diinjak dan dipukuli sebelum diseret ke luar. Saat diseret, kepala korban sempat terbentur anak tangga. Tidak berhenti di situ, pelaku juga melempar kepala korban dengan buah kelapa, sementara tersangka SS mencuri uang Rp10.000 dari saku celana korban. Akibat penganiayaan tersebut, Arjuna mengalami luka parah di bagian kepala dan sempat dilarikan ke RSUD Dr. F.L. Tobing Sibolga, namun nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal dunia pada Sabtu (1/11) pukul 05.55 WIB. Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Ketiga tersangka akhirnya ditangkap saat berusaha melarikan diri. “Para tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, atau Pasal 170 Ayat (3) KUHP tentang kekerasan bersama-sama yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Untuk tersangka SS, ditambahkan Pasal 365 Ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian,” jelas AKP Rustam. Kasus ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus kecaman dari warga setempat atas tindakan keji yang terjadi di tempat ibadah.

Nasional
| Selasa, 4 November 2025

Lokal

Foto: Tiga Warga di Sintang  Kesentrum Saat Banjir, Satu Orang Tewas | Pifa Net

Tiga Warga di Sintang  Kesentrum Saat Banjir, Satu Orang Tewas

Berita Sintang, PIFA - Banjir yang sudah dua pekan melanda kabupaten sintang kembali memakan korban jiwa, kali ini tiga orang  warga di kabupaten sintang  tersengat listrik, yang menewaskan satu orang, Rabu (10/11/2021). Hamdani selaku, Ketua RT 1 di Kelurahan Mengkurai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mengatakan banyak warga yang tersetrum listrik selama banjir menerjang wilayahnya. Hamdani menyebut sampai saat ini sedikitnya ada tiga korban yang tersetrum. Hamdani berkata, tiga korban itu adalah warga yang rumahnya tak jauh dari kediamannya. "Yang kesetrum banyak,  Kesetrum listrik. Yang saya tahu sampai tadi malam tiga korban," ujarnya dilansir dari  CNNIndonesia.com,  Lebih lanjut, Hamdani menyatakan satu dari tiga orang itu meninggal dunia. Sementara dua lainnya masih bisa diselamatkan. Hamdani menjelaskan, tiga orang itu tersetrum saat tinggi muka air yang merendam rumah mereka sedang tinggi-tingginya. "Yang tadi malam masih dibawa ke Pontianak. Kalau yang satu meninggal. Satu lagi masih selamat," tuturnya. "Mereka tersetrum di rumah pribadinya," kata dia. Berdasarkan pengakuan Hamdani, banjir di Sintang masih terbilang parah. Tinggi air mencapai dua sampai tiga meter. "Tinggi air kurang lebih dua meter. Orang dewasa sampai enggak sampai lagi. Rumah kita ini ada panggung nih. Hampir tiga meter lah airnya," kata dia. Sampai saat ini, kata Hamdani, warga masih mengungsi di posko yang disediakan. Selain di posko, banyak juga warga yang mengungsi ke rumah kerabat atau tetangganya yang tidak terdampak parah. "Pada mengungsi ke pos, tetangga," ucapnya. Padahal, banjir sudah melanda sejak Kamis pagi (21/10) atau 20 hari. BNPB mengklaim telah menggelontorkan bantuan senilai Rp500 juta untuk percepatan penanggulangan bencana di Sintang. BNPB juga memberikan bantuan logistik dan obat obatan. Namun, beberapa pengakuan warga mereka masih kesulitan untuk mendapat air minum dan makanan.

Sintang
| Kamis, 11 November 2021
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5