Pemerintah Bangun Rumah Tapak Guru Sekolah Garuda di 4 Daerah 3T
Nasional | Jumat, 20 Februari 2026
Foto: Detik.com
Nasional | Jumat, 20 Februari 2026










Lokal

PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menyoroti peran penting Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Menanjak Bahagia Kabupaten Kubu Raya dalam mengelola sumber daya ekonomi di wilayahnya. Menurut Bupati Muda, Perumda tidak hanya sekadar lembaga ekonomi formal, tetapi juga harus berkontribusi dalam mencegah pemborosan sumber daya yang masih belum dioptimalkan di Kubu Raya. Dalam sebuah acara Sosialisasi Sinergitas dan Persiapan Pemilihan Direktur Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Kabupaten Kubu Raya, Bupati Muda mengungkapkan pentingnya menjaga sumber daya ekonomi dan bermitra dengan investor. Dia menekankan bahwa target Perumda bukan hanya sebatas pendapatan, tetapi juga mencakup penciptaan peluang kerja dan pemberdayaan, terutama bagi generasi muda. “Kehadiran Perumda ini tentu bukanlah sekadar menjadi suatu kelembagaan ekonomi yang proformalitas, tapi harus bisa membuat apa yang masih ada dan terbiarkan itu bisa diakomodir dan dilakukan upaya-upaya supaya tidak terbiarkan. Nah, di sini salah satunya terkait komoditas-komoditas yang ada di Kubu Raya agar bisa dimaksimalkan, termasuk bisa bermitra dengan investor,” kata Bupati Muda Bupati Muda menekankan bahwa Perumda harus fokus pada pengolahan hasil yang dihasilkan di wilayah Kubu Raya dan mencari peluang kemandirian ekonomi. Dia menegaskan bahwa Perumda tidak boleh bergantung pada fasilitas pemerintah saja, melainkan harus memiliki karakter kemandirian dan mampu membuka peluang ekonomi dari berbagai sumber daya yang ada di Kubu Raya. Dengan posisi strategis Kubu Raya sebagai pintu depan Kalimantan Barat dan hinterland Kota Pontianak, Bupati Muda melihat banyak peluang yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. Dia berharap Perumda dapat membuka peluang ini melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan komunitas usaha kecil dan menengah di wilayah ini. (hs)
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Kuasa Hukum keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kecewa dengan tuntutan ringan yang dilayangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Putri Candrawathi. Putri sendiri hanya dituntut 8 tahun penjara oleh JPU. "Saya sebagai warga negara mendengarnya kecewa apalagi kalau saya harus berbicara mewakili klien kami dalam hal ini adalah keluarga korban. Jangankan seumur hidup, seumur hidup saja keluarga tidak setuju, apalagi 8 tahun. Ini sangat tidak mencerminkan rasa keadilan buat korban," kata kuasa hukum keluarga Yosua, Martin Lukas, seusai mengikuti pembacaan tuntutan Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023), seperti dikutip PIFA dari suara.com. "Ini kejahatan serius. Negara harus menghukum berat. Ini apa-apaan, kalau menurut saya bebaskan saja lah!" sambungnya. Martin menilai, Putri besikap aktif dalam rencana pembunuhan terhadap Yosua di rumah dinas Kadiv Propam di Komplek Polri, Duren Tiga, Juli 2022 lalu. "Ibu ini juga yang menggiring almarhum ke Duren Tiga. Padahal katanya diperkosa. Kan aneh orang diperkosa kok mau isoman bareng. Ibu ini juga sudah mempersiapkan untuk ganti pakaian pada saat penembakan. Jadi kalau dibilang ibu ini tidak ingin Yosua mati, itu bohong," ujarnya. Selain Putri Candrawathi, dua terdakwa lainnya juga dituntut 8 tahun penjara. Keduannya adalah Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf. Sementara yang dinilai sebagai otak pembunuhan berencana, Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup. (yd)
Lokal

Berita Lokal, PIFA - Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan Nur menampung aspirasi warga di Desa Temajok, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas dalam agenda reses yang dia gelar beberapa waktu lalu. Warga di desa itu, meminta dibangunkan asrama untuk melanjutkan pendidikan Tinggi di Kabupaten Sambas. Subhan menerangkan, pembangunan asrama menjadi salah satu aspirasi pelajar di Temajok. Tanpa asrama, mereka kesulitan untuk melanjutkan pendidikan. "Maka itu mereka minta pemerintah membangun asrama khusus di Sambas," katanya, kemarin. Selain itu, politisi Partai Nasdem ini juga meminta agar Kominfo memperbaiki telekomunikasi di Temajok. Pasalnya, kawasan pariwisata strategis nasional itu tak ada jaringan wifi. Akhirnya, siswa terpaksa beli pulsa untuk proses belajar mengajar. "Semestinya pemerintah serius, kalau mau bangun jangan setengah-setengah," katanya. Tak hanya persoalan telekomunikasi, infrastruktur jalan juga masih jadi persoalan. Khususnya dari Temajok menuju Pantai Camar. Sementara listrik di tahun 2023 mendatang sudah dipastikan hidup siang dan malam. Subhan menegaskan, pemerintah semestinya berterima kasih kepada masyarakat. Salah satu bentuk ucapan terima kasih itu dengan memperhatikan masyarakat dari segi pembangunan. "Seperti pantai Camar Bulan yang dulu diklaim Malaysia sekarang masih dikuasai masyarakat. Makanya jangan ragukan orang Melayu dan Dayak soal NKRI," kata dia. Maka itu, Subhan Nur pun meminta Pemerintah Provinsi Kalbar menganggarkan pembangunan jalan Tanah Hitam dan Merebau. Sebab, kondisi jalan itu sangat dikeluhkan masyarakat. "Akses jalan dari Merebau ke Temajok akan dibangun dengan APBN," pungkasnya. (ap)