Pemkot Jakbar Bongkar Biang Kerok Banjir Parah Turap Dibobol Warga
Toyo | Rabu, 14 Januari 2026
Pemkot Jakbar Bongkar Biang Kerok Banjir Parah Turap Dibobol Warga
Toyo | Rabu, 14 Januari 2026










Lokal

PIFA, Lokal - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, telah mengambil langkah signifikan dalam mendukung perkembangan koperasi di wilayahnya. Upaya ini bertujuan agar koperasi-koperasi lokal dapat menghasilkan produk unggulan yang siap untuk diekspor dan bersaing di pasar internasional. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menegaskan komitmennya terhadap pengembangan koperasi dalam meningkatkan kualitas produk mereka dengan fokus pada potensi ekspor. "Nanti akan kita klaster, koperasi yang sudah baik sistem manajemennya, sudah masuk ke berbagai pemasaran yang ada, maka akan kita pisahkan, mereka yang sudah siap untuk ekspor," ujarnya pada Jumat (29/9/23) lalu di Sungai Raya. Muda Mahendrawan menyoroti pentingnya mendorong koperasi untuk menciptakan produk yang memiliki daya saing di pasar global. "Untuk saat ini, fokus kita adalah memperkuat ekspor, koperasi kita 'menanjak ekspor'," tuturnya. katanya. Bupati Kubu Raya juga memberikan tanggapan terhadap persepsi masyarakat terkait kesulitan dalam berkegiatan ekspor, dengan menekankan bahwa di Kalimantan Barat terdapat peluang besar untuk melakukan ekspor ke negara tetangga. "Penting bagi koperasi untuk memahami potensi ini dan mempersiapkan diri," katanya. Prestasi koperasi di Kubu Raya pada tahun 2022 juga memberikan kontribusi positif yang signifikan. Serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah ini mencapai tingkat tertinggi se-Kalimantan Barat, dan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kubu Raya mencapai 36,2 persen, menjadikannya yang tertinggi di Kalimantan Barat. Bupati Muda Mahendrawan menyatakan optimisme untuk tahun 2023, merasakan semakin kuatnya dukungan dari sektor perbankan, Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, dan kemudahan dalam mengurus perizinan. "Kami akan terus mendukung koperasi agar dapat menciptakan produk unggulan yang dapat bersaing di pasar internasional," katanya dengan penuh semangat. Dalam upaya mendukung koperasi di Kubu Raya, pemerintah kabupaten juga menekankan pentingnya pengelolaan data yang baik. Saat ini, terdapat sekitar 568 unit koperasi yang aktif di wilayah ini, dan pemerintah akan terus mengawal perkembangan masing-masing koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menggunakan sistem data yang baik. "Kami akan terus memantau dan mendukung perkembangan setiap koperasi dan UMKM di sini, karena kami ingin mengembangkan koperasi bukan hanya sebagai lembaga simpan pinjam atau konsumtif, tetapi juga sebagai lembaga yang produktif. Ini akan mendorong pertumbuhan usaha mikro di antara anggotanya," jelas Muda Mahendrawan. Bupati Muda juga menegaskan pentingnya konsep kebersamaan dalam koperasi. "Setiap anggota koperasi memiliki hak untuk memiliki peran. Konsep ini harus terus diperkuat melalui pemahaman yang lebih fokus pada peningkatan kualitas produk. Koperasi adalah wadah di mana semua anggotanya merasa memiliki, sehingga tidak boleh ada ego yang mengganggu," tambahnya. (ad)
Lokal

PIFA, Lokal - Gubernur Sutarmidji menyebutkan Kalimantan Barat kekurangan 17 dokter spesialis dan sub spesialis. Salah satu penghambat penambahan yakni rekomendasi dari organisasi-organisasi profesi. “Selama ini memang terkesan organisasi profesi menghalangi dokter spesialis masuk. Padahal Kalbar butuh dokter,” kata Sutarmidji, Rabu (15/2/2023). Dia mengusulkan ke depan, tidak ada lagi syarat rekomendasi organisasi jika ada dokter yang akan mengajukan izin praktik atau penempatan. Dia berharap, organisasi profesi harus mereformasi diri. “Ada kesan organisasi coba menghalangi dokter-dokter spesialis mau masuk ke Kalbar. Seharusnya saling sinergi, bagaimana memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat,” jelasnya. Dia merincikan, sebanyak 17 dokter spesialis yang dibutuhkan diantaranya spesialis urologi, spesialis konsultan NICU, spesialis konsultan ginekolog onkologi, dan dokter spesialis rehabilitasi medik. Kemudian spesialis bedah thorak, spesialis konsultan nefro anak, spesialis konsultan bedah digestif, spesialis konsultan bedah anak. Selanjutnya spesialis anestesi konsultan anak, spesialis konsultan hemato ankologi anak, spesialis konsultan neprologi anak, spesialis kesehatan jiwa, spesialis konsultan cardiologi anak. Lalu, spesialis farmakologi klinik, spesialis kedokteran gigi anak, spesialis konsultan intensif care dan dokter spesialis neorologi interfensi. “Beberapa dokter yang kita butuhkan itu masih sekolah,” pungkasnya. (ap)
Teknologi

PIFA.CO.ID, TEKNO - Microsoft semakin mempercepat langkahnya dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk bersaing dengan OpenAI. Menurut laporan The Information, perusahaan ini telah mengembangkan model AI penalaran (reasoning) yang sebanding dengan OpenAI o1 dan o3-mini.Ketegangan antara Microsoft dan OpenAI meningkat setelah OpenAI menolak permintaan Microsoft terkait detail teknis model o1. Sementara itu, Bloomberg melaporkan bahwa Microsoft juga telah mengembangkan serangkaian model AI bernama MAI, yang direncanakan akan tersedia melalui API pada akhir tahun ini.Selain mengembangkan model sendiri, Microsoft tengah menguji berbagai alternatif dari xAI, Meta, Anthropic, dan DeepSeek sebagai kemungkinan pengganti teknologi OpenAI dalam Copilot.Microsoft, yang telah menginvestasikan sekitar 14 miliar dolar AS di OpenAI, kini memperluas strateginya dengan merekrut Mustafa Suleyman, salah satu pendiri DeepMind dan Inflection, untuk memimpin pengembangan AI.Perusahaan ini juga menganggarkan 80 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2025 untuk membangun pusat data berbasis AI guna melatih model dan menerapkan aplikasi berbasis AI serta cloud di seluruh dunia. Lebih dari setengah anggaran tersebut akan digunakan di Amerika Serikat."AI akan menjadi teknologi transformasional yang mengubah dunia serta mendorong inovasi dan produktivitas di setiap sektor ekonomi," tulis Wakil Ketua dan Presiden Microsoft Brad Smith dalam sebuah blog perusahaan.