Pemudik Tersasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute GT Purwomartani di Google Maps
Lokal | Rabu, 25 Maret 2026
Pemudik Tersasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute GT Purwomartani di Google Maps. CNN
Lokal | Rabu, 25 Maret 2026










Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Pelaku pembunuhan seorang wanita yang ditemukan tewas di kamar hotel di Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis (12/12/24) sore akhirnya terungkap. Pelaku merupakan teman kencam korban berinisial IK (44) asal Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kalbar.Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe dalam konferensi pers, Selasa (17/12/24) mengungkapkan bahwa, pelaku ini sempat melarikan diri ke Kalimantan Tengah (Kalteng) usai melakukan pembunuhan. Kini pelaku telah di amankan di Polresta Pontianak.Kombes Pol Adhe menjelaskan bahwa, kwjadian berawal saat pelaku dan korban berjanji untuk bertemu di Hotel Borneo pada Kamis siang. Pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan maxim. Sebelum menuju kamar, pelaku sempat ke alfamart terdekat untuk menarik uang membayar ongkos perjalanan.Setelah itu pelaku menuju kamar. Di dalam kamar hotel, pelaku menyimpan uang sebesar Rp3.200.000 di atas meja di samping tempat tidur. Tidak lama kemudian, pelaku mencurigai korban setelah mendapati uangnya berkurang Rp1.200.000. Ketika ditanya, korban membantah mengambil uang tersebut, yang membuat pelaku emosi dan sakit hati.“Dari hasil penyelidikan cerita dari tersangka karena kesal, emosi yang berlebihan tadi sehingga melakukan tindak kekerasan kepada korban,” ungkapnya.Dalam kondisi marah, pelaku langsung memiting korban dari belakang dan menindihnya hingga lemas.“Pelaku melakukan tindak pembunuhan dengan cara mencekik korban, pertama di bekak kemudian terakhir menggunakan kabel pengecas untuk mencekik sampi akhirnya korban meninggal dunia,” ungkapnya.Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku mengambil kembali uangnya yang disembunyikan korban di dalam bantal. Selain itu, pelaku turut membawa kabur dua buah kalung imitasi, dua buah cincin, dan satu unit handphone milik korban. Pelaku kemudian membuang baju yang dikenakannya di sekitar area hotel sebelum melarikan diri menggunakan transportasi daring ke wilayah Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.“Dalam pelariannya, pelaku sempat menjual handphone milik korban seharga Rp400.000 di wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau, sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kalimantan Tengah,” ungkapnya.Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara selama 20 tahun.
Nasional

PIFA, Nasional - Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang dikenal sebagai Gus Miftah, menyatakan akan menghadap Presiden Prabowo Subianto pada pekan depan untuk menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Bidang Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan."Saya insya Allah minggu depan menghadap Presiden," kata Gus Miftah saat konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (6/12).Gus Miftah menjelaskan bahwa hingga kini ia belum berkomunikasi langsung dengan Presiden Prabowo terkait keputusan tersebut."Karena sekali lagi saya sampaikan, tidak ada permintaan dari siapa pun," ujarnya.Namun, ia mengaku sudah berbicara dengan Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya pada Kamis (5/12) malam. Dalam percakapan tersebut, Teddy menyampaikan bahwa keputusan terkait pengunduran diri sepenuhnya diserahkan kepada keyakinan dan hati nurani Gus Miftah."Pak Seskab hanya menjawab, keputusan ada di Gus, kembali ke keyakinan dan hati nurani Gus. Beliau tidak dalam rangka menyuruh atau menolak," kata Gus Miftah.Dalam konferensi pers, Gus Miftah sempat terharu dan meneteskan air mata saat menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kesempatan yang telah diberikan. "Saya belum bisa menjadi apa yang menjadi ekspektasi Pak Prabowo. Maka, saya merasa sangat berterima kasih dan memohon maaf kepada beliau," ujarnya.Gus Miftah juga mendoakan pemerintahan Presiden Prabowo agar selalu diberkahi dalam menjalankan tugas untuk memimpin bangsa."Semoga langkah-langkah beliau dalam memimpin negeri ini selalu dirahmati dan dimudahkan oleh-Nya untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang adil, makmur, dan penuh keberkahan," tambahnya.Sebelumnya, Gus Miftah menjadi sorotan publik setelah video dirinya yang diduga mengolok-olok seorang penjual es keliling saat acara pengajian di Magelang viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (25/11) dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.Keputusan Gus Miftah untuk mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya sebagai utusan khusus. Langkah ini menambah dinamika pemerintahan Presiden Prabowo di awal masa jabatannya. (ad)
Lokal

Berita Nasional, PIFA - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2022 PT Asuransi Bangun Askrida yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Asuransi Bangun Askrida Pusat, Nonot Haryoto dan Komisaris Utama PT Asuransi Bangun Askrida Pusat, Efa Yonnedi, dengan dihadiri para Pemegang Saham PT Asuransi Bangun Askrida, di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Selasa (29/3/2022). Saat ditemui usai kegiatan, H. Ria Norsan menjelaskan agar PT Askrida diharapkan tidak hanya mengurus jaminan yang bersifat konsumtif saja. "PT Askrida harus mengetahui cara mencari jaminan yang produktif. Kemudian, lihat bentuk jaminannya dan jangan sampai ada jaminan yang bermasalah. Inti sebuah asuransi adalah mencari profit sesuai ketentuan yang berlaku (aman)," tegas Wagub Kalbar. Selanjutnya, Wagub juga berharap RUPS PT Askrida kali ini dapat meningkatkan kinerjanya, terutama meningkatkan dividen. "Harapan kedepan untuk PT Askrida yaitu semoga bisa bekerja dengan lebih baik lagi dan bisa meraih laba lebih besar. Kemudian, Dana Pensiun Bank Daerah bisa menyertakan modalnya lebih banyak lagi," harap Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Sebagai Informasi, PT. Asuransi Bangun Askrida merupakan perusahaan asuransi nasional milik Pemerintah Provinsi dan Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia yang menawarkan perlindungan asuransi terhadap resiko dan kerugian yang diperuntukan bagi bangunan/gedung pemerintah dan properti. PT. Asuransi Bangun Askrida pertama kali didirikan dalam semangat gotong royong oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia, yaitu pada tanggal 2 Desember 1989 dan dalam perkembangannya, PT. Asuransi Bangun Askrida merupakan perseroan yang cukup potensial berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah. (RS)