Pendaki Yasid Ahmad Firdaus Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Bukit Mitis Setelah 24 Hari Hilang
Jawa Tengah | Selasa, 10 Februari 2026
Foto: dok. Basarnas Solo
Jawa Tengah | Selasa, 10 Februari 2026










Pifabiz

PIFAbiz - Rizky Bilar tengah menjadi sorotan usai membuat cuitan tentang ‘hukum tabur tuai’ di X, pada Jumat (23/8/24). Cuitan tersebut diduga menyindir Kaesang yang sempat membuat meme soal Lesti pada tahun 2022. Dalam unggahannya itu, Rizky Billar mengungkapkan bagaimana dulu wajah istrinya, Lesti Kejora dijadikan Meme oleh Kaesang Pangarep menyusul kasus KDRT yang menyeret nama Rizky Billar pada akhir 2022 lalu. Rizky Billar mengungkap hal tersebut berbalik menyerangnya. Diketahui, akhir-akhir ini, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono jadi sorotan di media sosial. Hal tersebut mencuat usai Erina melakukan tindakan flexing ditengah situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini terkait dengan putusan MK. "Hukum tabur tuai itu benar adanya ya. Dulu muka istri gue dijadiin meme ama dia sampe jadi bahan olok-olok followersnya," tulis Rizky Billar. Pria yang diduga pernah melakukan KDRT terhadap Lesti ini pun kemudian menyinggung soal kondisi Erina yang kini tengah menjadi sorotan sejak beberapa waktu lalu. "Sekarang satu Indonesia ngolok-ngolok istrinya perkara...itu. naudzubillah," lanjutnya. Unggahan Rizky Billar tersebut langsung menuai banyak reaksi dari warganet. Tidak sedikit dari warganet yang juga menyinggung kasus KDRT yang dilakukan Rizky Billar hingga dukungan yang diberikan pasangan ini untuk paslon 02 dalam pemilu 2024. “Punya dendam sama Kaesang tapi kenapa dulu mau satu kubu sama kakaknya? #seriusnanya #nanyabaikbaik," komentar netizen. “Benerr hukum tabur tuai itu nyataa adanya, hati-hati makanya," kata lainnya.
Sports

PIFA, Sport - Jelang tampil pada kompetisi Pro Futsal League 2024-2025, Klub futsal asal Pontianak, Kalimantan Barat Kancil WHW resmi mengubah nama menjadi Pangsuma FC. Melansir dari akun Instagramnya @pangsumafc, Perubahan identitas itu dilakukan dengan dasar semangat baru dan komitmen untuk lebih mengedepankan kelokalan Kalimantan Barat di kancah Nasional. "Perubahan nama ini bukan sekadar perubahan branding, melainkan langkah strategis," tulis klub dalam keterangan resminya pada Sabtu (31/8/2024). Nama Pangsuma FC dipilih karena mencerminkan identitas dan kebanggan lokal. Sebagai informasi, Pang Suma adalah pahlawan asal Kalimantan Barat. "Nama baru ini diambil dari pejuang asal Kalimantan Barat dan markas tim hari ini, yang merupakan simbol perjuangan dan semangat pantang menyerah dari pejuang kami,” tambahnya. Seiring dengan perubahan nama, nantinya klub juga akan meluncurkan logo baru dan jersey yang dirancang dengan mengedepankan elemen-elemen khas lokal. Perubahan nama diyakini klub dapat menjadikan mereka semakin menjadi kebanggaan masyarakat dan memotivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. "Kami merasa perubahan nama ini adalah langkah yang tepat untuk lebih mencerminkan semangat dan karakter kelokalan kami," ujar Komisaris Pangsuma FC, Haryadi Zuriansyah. "Nama baru ini akan menjadi bagian dari identitas baru kami dan kami berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat dan relevan bagi para pendukung kami,"jelasnya. Adapun Kancil WHW Kalbar sejatinya merupakan nama baru dari sebelumnya klub berwarna kebesaran kuning-biru itu bernama Kancil BBK Pontianak. Musim pertama dengan nama Kancil WHW terbilang sukses, lantaran berhasil finis runner-up pada Pro Futsal League 2022-2023, yang jadi capaian terbaik klub. Hasil itu membuat mereka berhak mewakili Indonesia di Piala AFF Futsal Antarklub. Sedangkan di Pro Futsal League 2023-2024, klub finis peringkat ketiga. Sementara itu untuk penyelenggaraan Pro Futsal League 2024-2025, Federasi Futsal Indonesia (FFI) merencanakan bakal mulai menggelarnya Desember mendatang. (ly)
Lokal

Berita Pontianak, PIFA - Sebanyak 40 atlet tenis junior se-Kota Pontianak siap berlaga pada turnamen tenis antar klub se-Kota Pontianak, yang digelar Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kota Pontianak di Lapangan Tenis Hotel Grand Kartika. Gelaran tenis ini merupakan ajang kompetisi yang pertama setelah dilantiknya kepengurusan baru Pelti Kota Pontianak pada Februari lalu. Kepala Bidang Olahraga, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Zulkarnain mengapresiasi terselenggaranya turnamen tenis ini. Ia berharap, melalui turnamen ini akan muncul bibit baru serta regenerasi atlet. “Melalui ajang kompetisi ini kami berharap akan muncul bibit-bibit baru sebagai regenerasi atlet tenis di Kota Pontianak khususnya," ujarnya usai membuka Turnamen Tenis antar klub se-Kota Pontianak di Lapangan Tenis Hotel Grand Kartika, Kamis (24/3/2022). Zulkarnain mendorong seluruh peserta yang akan berlaga untuk memiliki komitmen, baik saat latihan maupun pertandingan. Kata dia, mental atlet harus dibentuk sejak dini. “Saya minta junjung tinggi sportivitas. Kalah dan menang itu biasa, yang penting adalah bagaimana terus berlatih. Mudah-mudahan bisa menghasilkan atlet yang berprestasi, sampai tingkat provinsi, nasional atau bahkan internasional,” harapnya. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pontianak, Nanang Setia Budi mengatakan, terlaksananya turnamen ini seiring juga sebagai persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Dia menyampaikan, dukungan dana yang ada tahun ini bukan bersifat pembinaan, melainkan persiapan pembentukan tim lewat Training Center (TC). “Kami mendukung sekali kegiatan ini, karena tentu akan menghasilkan atlet baru. Di sisi lain, kita mempunyai waktu 7 bulan untuk mempersiapkan atlet Porprov,” tuturnya. Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Zulhiardi menerangkan, terdapat empat kategori yang akan dilombakan pada turnamen ini. Keempat kategori itu adalah kategori usia 12, 14, 17 tahun dan Kategori Prestasi. Untuk waktu penyelenggaran dilaksanakan selama tiga hari kedepan. “Total klub yang aktif sekarang di Kota Pontianak ada 21 klub. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari Pelti untuk mendorong tiap klub melakukan pembinaan kepada atlet ini,” terangnya. (rs)