Pengacara Ungkap Versi Ruben Onsu soal Dugaan Penipuan Rp3,5 Miliar
Nasional | Jumat, 21 Agustus 2026
CNN Indonesia
Nasional | Jumat, 21 Agustus 2026









Sports

PIFA, Sports - Inter Milan telah merencanakan sebuah tindakan balas dendam dengan menyiapkan mahar untuk merekrut Hugo Lloris dari Tottenham Hotspur dalam bursa transfer musim panas ini. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Inter Milan sangat serius dalam upaya mendatangkan Hugo Lloris dari Tottenham Hotspur sejak pembukaan jendela transfer pada 1 Juli 2023. Motivasi di balik minat kuat Inter Milan ini adalah antisipasi kehilangan Andre Onana yang terus digoda oleh Manchester United untuk bergabung dengan mereka. Sebelumnya, Inter Milan telah mencoba untuk mendatangkan Guglielmo Vicario dari Empoli sebagai opsi alternatif. Mereka bahkan telah melakukan pertemuan dengan pihak Empoli, Guglielmo Vicario, dan agennya. Namun, situasi berubah ketika Guglielmo Vicario akhirnya memilih untuk bergabung dengan Tottenham Hotspur setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan. Tottenham Hotspur disebut telah setuju untuk menebus Vicario dengan biaya sebesar 19 juta euro, atau sekitar Rp316 miliar. Kehilangan Guglielmo Vicario telah membuat pintu Inter Milan tertutup rapat untuk merekrutnya. Oleh karena itu, Inter Milan kini sedang menjelajahi opsi lain di pasar transfer, dengan nama Hugo Lloris menjadi sorotan mereka. Selain menyiapkan sejumlah dana yang signifikan, Inter Milan membaca situasi yang menguntungkan terkait kontrak Hugo Lloris dengan Tottenham Hotspur yang akan berakhir pada 30 Juni 2024. Hal ini berarti Tottenham Hotspur akan kehilangan Hugo Lloris secara gratis pada bursa transfer musim panas tahun depan. Dalam situasi ini, Inter Milan melihat peluang yang menguntungkan untuk merekrut Hugo Lloris dengan harga yang lebih terjangkau. Mereka berharap dapat memanfaatkan keadaan ini untuk memperkuat skuad mereka di posisi penjaga gawang. Inter Milan siap melancarkan serangan balas dendam dengan merekrut Hugo Lloris, dan semua mata akan tertuju pada perkembangan transfer ini. (hs)
Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Bagi penikmat kopi tentu belum lengkap rasanya tanpa hidangan seperti pisang goreng hingga aneka kue. Namun, rupanya menurut beberapa pakar ada makanan yang sebaiknya dihindari saat menikmati kopi. Sebab kopi memiliki kandungan yang ternyata dapat memengaruhi penyerapan suatu nutrisi lain dari makanan. Hal ini dapat merusak manfaat makanan yang kamu konsumsi. Berikut ini beberapa makanan yang sebaiknya kamu hindari berbarengan dengan minum kopi. 1. Buah jeruk atau lemon Minuman kopi campur jeruk atau lemon, sejatinya sekarang ini sudah menjadi tren umum. Tapi rupanya, bagi mereka yang memiliki perut agak sensitif, minum kopi campur lemon atau jeruk bisa menganggu pencernaan. Menurut hasil penelitian dalam jurnal Disease of The Colon and Rectum, kopi dapat merangsang usus besar, yang mana akan meningkatkan risiko buang air besar secara terus-menerus. Tak hanya itu, asamnya kopi dan jeruk juga mampu memicu asam lambung naik hingga maag. 2. Daging merah Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dalam usus, terutama zat besi. Ini artinya, minum kopi saat makan steak, misalnya, dapat mengurangi penyerapan zat besi dalam tubuh. Padahal, zat besi berperan penting dalam menjaga sirkulasi darah, produksi hormon, dan menjaga imunitas. 3. Gorengan Makan pisang goreng sambil minum kopi, adalah salah satu kebiasaan makan favorit masyarakat Indonesia. Tapi ternyata, hal ini tidak disarankan, lho. Ini karena, penelitian mengungkapkan mengonsumsi gorengan dan kopi memiliki efek samping meningkatkan risiko dislipidemia; yaitu kadar lemak abnormal dalam aliran darah. 4. Sereal Sereal sarapan, terutama yang ditambahkan dengan nutrisi tertentu, seperti mineral, seng, dan vitamin esensial, sebaiknya tidak kamu konsumsi saat tengah minum kopi. Ini lagi-lagi, karena kopi dapat menghambat penyerapan nutrisi-nutrisi tersebut. 5. Makanan tinggi natrium Ahli gizi mengungkapkan sebuah penelitian yang menemukan hubungan antara konsumsi makanan tinggi natrium dengan kopi. Rupanya, makanan tinggi natrium atau garam, saat dikonsumsi berbarengan dengan kopi, sama-sama dapat meningkatkan tekanan darah. Tentunya hal ini tidak baik bagi kesehatan. (ly)
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat surveilans dan karantina sebagai upaya untuk mengantisipasi naiknya kasus Covid-19 varian Omicron yang dalam sepekan terakhir ini signifikan peningkatan kasus globalnya. Budi melaporkan, kasus Omicron global meningkat delapan kali lipat, dari yang sebelumnya 7.900 kini menjadi 62.342 kasus. “Kami dengan bantuan TNI, Polri, dan Kemendagri akan memperkuat proses surveilans dan juga karantina di pintu masuk-pintu masuk laut dan darat,” kata Menkes Budi dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (20/12) yang digelar secara virtual. Menkes menambahkan, tingkat positivity rate pelaku perjalanan yang masuk melalui jalur darat dan laut cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan jalur udara. “Dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan pelaku perjalanan luar negeri yang cukup tinggi di seluruh pintu masuk. Kita sudah amati, semua kita tes PCR dan genome sequencing, ternyata pintu masuk laut dan pintu masuk darat jauh lebih tinggi positivity rate-nya dibandingkan pintu masuk udara,” ungkapnya. Selain dengan tes whole genome sequencing (WGS), lanjut Menkes, pihaknya juga menggunakan tes PCR dengan metode S gene target failure (STGF) yang dapat lebih cepat mendeteksi varian COVID-19. “Tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai marker jadi tidak 10 persen seperti WGS tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4-6 jam saja, sedangkan WGS membutuhkan 3-5 hari,” terang dia. Terkait kasus Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia, Menkes dalam rilis Setkab RI (21/12) menegaskan bahwa semua kasus tersebut berasal dari luar negeri atau imported case. “Sekarang kita sudah bisa mengonfirmasi bahwa tenaga kebersihan tersebut kenanya pada tanggal 8 Desember berasal dari pelaku perjalanan luar negeri seorang wanita Indonesia yang datang pada tanggal 27 November dari Nigeria. Jadi sudah terbukti bahwa semua kasus yang ada di Indonesia adalah imported case,” lanjutnya. Lebih lanjut, Budi menuturkan, pengetatan pintu kedatangan negara pun dilakukan pemerintah untuk mencegah adanya kasus imported case terutama varian Omicron. “Perlu kita perketat kedatangan luar negeri kita dan karantina kita agar kasus-kasus yang datang dari Nigeria, yang datang dari London, yang datang dari Guyana, Amerika ini bisa terus kita jaga,” tutupnya.