Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Pemerkosaan Siswi SMA
Belu | Rabu, 11 Maret 2026
Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Pemerkosaan Siswi SMA. Instagram
Belu | Rabu, 11 Maret 2026










Lokal

Sintang - Para terduga perusak Masjid Jemaah Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), ditangkap. Kapolda Kalbar dan Kapolres Sintang mengkomfirmasikan saat ini sudah ada 10 orang yang diamankan dan akan ada tindakan pemeriksaan, Minggu (5/9/2021) Dilansir dari Kompascom, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, mereka yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan. "Betul. Sampai dengan saat ini, ada 10 orang yang diamankan terkait perusakan masjid Ahmadiyah di Sintang," katanya. Donny tidak menjelaskan lebih jauh langkah hukum yang akan dilakukan. Diberitakan, sejumlah massa mendatangi jemaah Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (3/9/2021) siang yang melakukan perusakan dan pembakaran tempat Ibadah. Dari peristiwa tersebut, bangunan masjid mengalami kerusakan karena dilempar dan bangunan belakang tempat ibadah dibakar massa. “Ada bangunan yang dirusak dan dibakar oleh massa berjumlah 200 orang. Tidak ada korban jiwa. Saat ini gabungan TNI dan Polri berjumlah lebih dari 300 personel sudah berada di lokasi kejadian,” katanya. Donny menerangkan, saat ini aparat keamanan fokus mengamankan jemaah Ahmadiyah yang berjumlah 72 jiwa atau 20 kepala keluarga serta bangunan masjid. “Situasi sudah terkendali, massa sudah kembali,” Tutupya
Lokal

PIFA, Lokal — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mencatat 61 titik panas di wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir, menandakan masuknya periode krusial yang rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Temuan ini menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak agar lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran terbuka, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif. "Dengan semakin banyaknya titik panas yang terpantau di Kalbar, kondisi ini menjadi peringatan dini meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Koordinator Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno, di Sungai Raya, Senin (14/7/2025). Periode Rawan Karhutla Dimulai BMKG memperkirakan bahwa wilayah Kalbar akan memasuki periode rawan karhutla pada 14–20 Juli 2025, di mana cuaca cenderung lebih kering meski masih terdapat hujan di sejumlah wilayah. Sutikno menyebut, kendati sebagian besar daerah masih mengalami hujan ringan hingga sangat lebat, kondisi tersebut tidak sepenuhnya mengeliminasi potensi kebakaran. "Periode ini harus menjadi perhatian bersama. Terutama agar masyarakat tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun, baik untuk membuka lahan maupun membakar sampah," tegasnya. Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Dalam 24 jam terakhir, BMKG mencatat hujan intensitas ringan hingga sangat lebat di beberapa titik. Ke depan, hingga 16 Juli, Kalbar masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama pada siang hingga sore hari. Cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan dampak lanjutan seperti genangan, banjir lokal, bahkan tanah longsor di wilayah rawan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang bisa datang secara tiba-tiba. Kualitas Udara Masih Aman, Tapi Tetap Waspada Sementara itu, kualitas udara di Kalbar per 13 Juli 2025 berdasarkan indeks PM2.5 masih berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, Sutikno memperingatkan bahwa kualitas udara bisa berubah drastis tergantung pada arah angin dan intensitas kebakaran. "Kualitas udara bisa berubah dengan cepat. Karena itu, deteksi dini harus dibarengi dengan upaya pencegahan langsung di lapangan," katanya. Imbauan BMKG untuk Warga Kalbar Sebagai bentuk antisipasi, BMKG Supadio mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat: Tidak melakukan pembakaran terbuka untuk membuka lahan atau membersihkan pekarangan.Mewaspadai hujan lebat, petir, dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.Mengakses informasi cuaca resmi melalui aplikasi BMKG, media sosial, dan situs web.Melaporkan temuan titik api ke otoritas setempat untuk penanganan cepat. "Karhutla bisa dicegah jika semua pihak, termasuk masyarakat, ikut berperan aktif. Jangan bakar lahan, dan segera laporkan jika melihat potensi api," pungkas Sutikno. BMKG Supadio juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya dalam memantau perkembangan cuaca dan distribusi titik panas untuk meminimalkan risiko bencana di Kalimantan Barat.
Pifabiz

PIFABiz - Anak selebgram asal Malang, Emy Aghbia Punjabi menjadi korban kekerasan oleh babysitter berinisial “I”. Kejadian itu dibagikan Emy melalui akun Instagramnya pada, Jumat (30/3/2024). Emy Aghnia membagikan bukti berupa foto dan video anaknya, Cana yang dianiaya oleh babysitter I. Dari unggahan itu terlihat mata kiri Cana mengalami memar hingga lebam dan kesulitan untuk membuka matanya. Selain itu, ada luka di telinga kanan putri Emy. Emy mengaku tak pernah punya masalah dengan babysitter I. Dirinya bahkan menyebut mempercayakan Cana kepada babysitter I karena sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Sehingga ia menitipkan anaknya itu kepada babysitter I selama 2 hari karena ada urusan di Jakarta. Namun, apa yang seharusnya menjadi penitipan sementara berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka kembali menemukan wajah sang anak mengalami kekerasan fisik penuh lebam, satu mata dan telinga biru. Babysitter I sendiri direkrut dari sebuah yayasan yang cukup tersohor di Surabaya. Namun, Emy tak mau menyebut nama yayasan tersebut. Saat ini diketahui babysitter I telah yang diduga melakukan penganiayaan itu telah diamankan polisi. (ly)