Penyintas Banjir di Aceh Timur Meriahkan Malam Takbiran dengan Pawai Obor dan Kembang Api
Aceh | Jumat, 20 Maret 2026
Warga penyintas bencana di Desa Sijudo, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, tetap memeriahkan malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menggelar pawai obor hingga pesta kembang api, Jumat malam.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Rantau Panjang Rubek tersebut diikuti lebih dari seratus warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dusun ini sebelumnya terdampak banjir yang terjadi pada 26 November 2025.
Dalam suasana penuh kebersamaan, warga berjalan menyusuri jalan dusun sambil membawa obor dan mengumandangkan takbir. Pawai obor kemudian ditutup dengan pesta kembang api yang menambah semarak malam perayaan.
Tradisi ini menjadi cara warga menutup ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, sebelum melaksanakan salat Idul Fitri di desa setempat keesokan harinya.
Sebelumnya, warga juga menggelar tradisi Meugang Kecil dengan menyembelih sapi yang kemudian dibagikan kepada 46 kepala keluarga. Sebagian daging lainnya dimasak dan dinikmati bersama sebagai bentuk kebersamaan.
Kepala Dusun Rantau Panjang Rubek, Jahidin, mengatakan tradisi Meugang tetap dijaga oleh masyarakat meski mereka masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, momentum Lebaran dimanfaatkan warga untuk mempererat tali persaudaraan dan saling menguatkan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Rasa kebersamaan tersebut menjadi modal penting bagi warga untuk saling membantu menghadapi kesulitan, serta bangkit kembali menuju kehidupan yang normal seperti sebelum bencana.



















