Perubahan pada Tangan dan Kuku Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan Serius
Lifestyle | Rabu, 24 Desember 2025
PIFA, Lifestyle - Tubuh kerap mengirimkan sinyal melalui berbagai organ untuk menunjukkan kondisi kesehatan tertentu, termasuk lewat perubahan halus pada tangan dan kuku yang sering kali luput dikenali. Padahal, tanda-tanda tersebut bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan kesehatan, bahkan penyakit kronis.
Dikutip dari laman Hindustan Times, Rabu (10/12) waktu setempat, ahli anestesi sekaligus dokter pengobatan nyeri intervensi Dr. Kunal Sood mengungkapkan sedikitnya lima perubahan pada kuku dan tangan yang dapat menandakan masalah kesehatan mendasar, seperti penyakit paru, jantung, anemia, hingga radang sendi dan psoriasis.
“Mengenali tanda-tanda halus ini sejak dini dapat membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan yang serius dan mendukung diagnosis serta pengobatan tepat waktu,” ujar Dr. Sood.
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah ujung jari yang tampak membulat dengan kuku melengkung akibat pembesaran jaringan lunak, kondisi yang dikenal sebagai clubbing. Menurut Dr. Sood, perubahan ini dapat mengindikasikan penyakit paru-paru kronis atau gangguan jantung.
“Hal ini terjadi ketika megakaryosit melewati paru-paru dan melepaskan faktor pertumbuhan seperti VEGF dan PDGF di ujung jari. Kondisi ini terkait dengan penyakit paru-paru kronis seperti kanker paru, bronkiektasis, fibrosis paru, fibrosis kistik, serta penyakit jantung dengan kekurangan oksigen jangka panjang,” jelasnya.
Tanda berikutnya adalah koilonychia atau kuku berbentuk sendok, yang kerap menjadi peringatan dini anemia defisiensi besi. Kondisi ini membuat kuku tampak tipis dan cekung akibat gangguan pembentukan keratin, biasanya berkaitan dengan kekurangan zat besi karena kehilangan darah, menstruasi berat, asupan yang rendah, gangguan penyerapan, atau peningkatan kebutuhan selama kehamilan.
Selain itu, munculnya garis merah atau cokelat kemerahan di bawah kuku, yang dikenal sebagai perdarahan serpihan, juga patut diperhatikan. Dr. Sood mengatakan, meskipun sering disebabkan trauma, garis-garis tersebut bisa menandakan peradangan pembuluh darah jika muncul banyak atau berada dekat pangkal kuku.
“Ini dapat mengarah pada kondisi sistemik seperti vaskulitis, lupus, penyakit jaringan ikat, atau endokarditis infektif,” ujarnya.
Pembengkakan pada sendi jari juga menjadi tanda klasik artritis. Menurut Dr. Sood, pembengkakan bisa disebabkan oleh osteoartritis akibat kerusakan tulang rawan, atau artritis inflamasi seperti artritis reumatoid dan psoriatik yang melibatkan peradangan jaringan sendi.
Sementara itu, adanya lubang-lubang kecil pada permukaan kuku merupakan ciri khas keterlibatan matriks kuku pada psoriasis. Dr. Sood menyebut sekitar sepertiga pasien psoriasis mengalami kondisi ini, dan prevalensinya meningkat seiring lamanya penyakit. Tanda tersebut kerap disertai perubahan warna, penebalan kuku, atau onikolisis, serta sering ditemukan pada artritis psoriatik.
Kesadaran terhadap perubahan kecil pada tangan dan kuku dinilai sangat penting, karena dapat menjadi petunjuk berharga tentang kondisi kesehatan di dalam tubuh. Pemeriksaan medis lebih lanjut dianjurkan apabila tanda-tanda tersebut muncul dan menetap.




















