Pesawat Sukhoi Tergelincir di Lanud Sultan Hasanuddin, Penerbangan Tetap Berjalan
Nasional | Senin, 24 Agustus 2026
Antara
Nasional | Senin, 24 Agustus 2026










Lokal

Berita Lokal, PIFA – Konsul Jenderal RI Kuching, Raden Sigit Witjaksono, mengungkapkan hingga Agustus 2023 sebanyak 6249 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Negara Bagian Sarawak, Malaysia telah mendaftar secara online ke KJRI Kuching untuk mengikuti program Rekalibrasi Tenaga Kerja (RTK) 2.0 Sarawak. “Program khusus untuk pemutihan atau meregularisasikan para pekerja Indonesia yang telah bekerja di Sarawak, Malaysia. Program ini telah digulir oleh pemerintah Sarawak, Malaysia sejak 1 Juli hingga 31 Desember 2023,” katanya, saat memberi kuliah umum di Universitas Widya Dharma Pontianak, Minggu (3/9/2023). Sigit mengatakan, dengan adanya pemutihan ini pekerja asing tertutama para PMI kita akan menjadi pekerja yang resmi dan mendapat gaji yang layak. Hal itu diperkuat dengan peraturan yang harus diikuti majikan atau perusahaan yang mempekerjakan dengan syarat-syarat ketat pemerintah Malaysia melalui Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) dan Jabatan Tenaga Kerja Sarawak (JTKS). Untuk mengetahui siapa-siapa saja PMI yang bisa mengikuti program RTK 2.0 Sarawak, Sigit kembali menjelaskan yaitu bagi para PMI yang telah tinggal dan bekerja hingga 31 Desember 2022. Dan tidak untuk PMI yang saat ini baru masuk dan bekerja di Sarawak, Malaysia. Syarat lain yaitu para PMI ini memiliki majikan yang sah, tidak tersangkut kasus pidana, memiliki dokumen perjalanan negara asal yang masih sah berlaku hingga 18 bulan keatas dan berbadan sehat dengan mengikuti tes kesehatan yang sah. “Untuk di ketahui, hingga saat ini pemerintah Sarawak, Malaysia masih banyak membutuhkan tenaga kerja kita untuk bekerja di ladang-ladang atau perusahaan kepala sawit. Dan sebagian besar perusahaan sawit di Sarawak ini menggunakan tenaga kerja Indonesia. Sedangkan jumlah PMI yang dibutuhkan atau job order oleh perusahaan-perusahaan sawit itu berkisar 176.985 orang,” ungkap Sigit. Kemudian ditambahkanya, jumlah perusahaan sawit Sarawak yang telah terdaftar yaitu sebanyak 25 perusahaan, dari 25 perusahaaan itu, 19 perusahaan telah setuju untuk ikut program RTK 2.0 dan 6 perusahaan sawit lainnya masih pending. (ap)
Nasional

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono meminta pihak swasta ikut terlibat dalam penanganan kebakaran lahan gambut di Kalimantan Barat.Diaz mengumpulkan sejumlah pihak swasta yang berada di sekitar titik kebakaran lahan (karla) untuk mendorong pembangunan sekat kanal di sekitar area konsesi perusahaan.Menurut Diaz, sekat kanal menjadi salah satu langkah penting untuk mengendalikan ketersediaan air di lahan gambut, terutama pada lokasi yang masih terdapat titik api."Untuk dari pihak swasta, kami mohon untuk bantu kerja sama dalam membuat sekat kanal. Ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api," kata Diaz saat meninjau lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026).Diaz menjelaskan, sekat kanal berfungsi mengatur dan mempertahankan aliran air agar tetap tersedia di kawasan gambut. Hal ini penting karena kebakaran di lahan gambut dapat merambat hingga ke lapisan bawah permukaan tanah.Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemadaman dengan penyiraman dari permukaan menjadi jauh lebih sulit."Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, apinya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal," ujarnya.Diaz menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Peran perusahaan dan masyarakat di sekitar kawasan terdampak juga dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.Dari sisi pencegahan, Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan sejumlah langkah, termasuk menerbitkan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.Pemerintah juga melakukan pembinaan terhadap Masyarakat Peduli Api, membangun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengendalian Kebakaran Lahan, serta memperkuat Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove.Diaz mengatakan karhutla di Kalimantan Barat telah terdeteksi sejak awal tahun, seiring kondisi cuaca yang semakin kering.Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dikutip Diaz, luas lahan yang terdampak karhutla di Kalimantan Barat mencapai lebih dari 30.000 hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026.Dalam kunjungannya ke Kubu Raya, Diaz juga menyerahkan bantuan dari KLH/BPLH berupa lima unit peralatan pemadaman kebakaran dan 10 boks masker.Sementara itu, PT Antam Tbk turut memberikan bantuan berupa satu paket sumur bor dan lima boks masker medis. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.
Pifabiz

Dua pemeran utama Perfect Crown, yakni Byeon Woo-seok dan IU, menyampaikan permintaan maaf terbuka menyusul kontroversi dugaan ketidakakuratan sejarah dalam drama tersebut. Permintaan maaf itu disampaikan pada Senin (18/5) setelah drama tersebut menuai kritik publik terkait penggambaran tradisi kerajaan yang dianggap tidak tepat. Byeon Woo-seok, yang memerankan Grand Prince I-An, mengunggah surat tulisan tangan melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengaku sengaja menunda memberikan pernyataan karena khawatir justru memperburuk situasi. "Dengan berat hati, saya menulis kepada mereka yang merasa tidak nyaman dan khawatir karena serial ini," tulis Byeon Woo-seok. Ia juga mengakui kurang mendalami konteks sejarah selama proses produksi drama berlangsung. "Selama proses syuting dan akting, saya tidak berpikir cukup dalam tentang konteks sejarah dan signifikansinya terhadap acara tersebut atau bagaimana penonton dapat menerima kesalahan tersebut," lanjutnya. Menurut Byeon Woo-seok, kritik dari publik membuat dirinya menyadari tanggung jawab seorang aktor tidak hanya terbatas pada penampilan di layar, tetapi juga pesan dan konteks dari proyek yang dibintanginya. Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada penonton serta berjanji akan lebih berhati-hati dalam memilih dan memahami proyek di masa mendatang. Permintaan maaf serupa juga disampaikan IU yang memerankan karakter Seong Hui-ju. Melalui unggahan Instagram, IU mengaku merasa sangat menyesal karena gagal memahami sensitivitas isu sejarah yang dipermasalahkan publik. "Sebagai salah satu aktor utama, saya sangat menyesal dan merasa berat hati karena gagal bertanggung jawab dan telah menyebabkan kekecewaan yang besar," tulis IU. Ia mengatakan telah membaca berbagai respons dan kritik dari penonton selama beberapa hari terakhir dan menyadari dirinya seharusnya mempelajari naskah lebih mendalam sebelum terlibat dalam proyek tersebut. "Tidak ada alasan atas fakta bahwa saya gagal berpikir lebih dalam tentang berbagai ketidakakuratan sejarah sebelum berakting dalam proyek ini," katanya. IU juga menyebut dirinya malu karena tidak menyadari persoalan tersebut sejak awal, terutama karena drama itu menggunakan dunia fiksi yang tetap berakar pada sejarah Korea. Kontroversi Perfect Crown sebelumnya juga membuat pihak sutradara memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terkait sejumlah adegan yang dinilai tidak sesuai dengan sejarah dan tradisi kerajaan Korea.