

Foto: Lombok Post
Rekomendasi

Kebijakan Tarif AS Ancam Industri TI dan Telekomunikasi Indonesia
Amerika Serikat
| Selasa, 8 April 2025

KPK Rilis Kekayaan Raffi Ahmad, Tembus Rp 1 Triliun Setelah Dikurangi Utang
Indonesia
| Jumat, 31 Januari 2025

15 Hektar Lahan Terbakar, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kubu Raya
Kubu Raya
| Kamis, 3 Juli 2025

No Kaleng-Kaleng! GEAR ULTIMA Buktikan Kehebatan di Jalan Perkotaan dan Pegunungan Jawa Tengah
Indonesia
| Sabtu, 12 April 2025

Daftar Harga Tiket Konser Solo KAI EXO di Jakarta Resmi Diumumkan, Mulai Rp1,2 Juta
Jakarta
| Selasa, 18 Maret 2025

Portugal Menang Tipis 3-2 atas Hungaria, Ronaldo Ikut Sumbang Gol
Sports
| Rabu, 10 September 2025

Patrick Kluivert Soroti Menit Bermain Pemain Timnas Indonesia di Klub, yang Sedikit Bakal Dicoret?
Indonesia
| Senin, 13 Januari 2025

Barcelona Gusur Real Madrid, Puncaki Klasemen Liga Spanyol 2024/2025
Spanyol
| Selasa, 18 Februari 2025

Jalani Test di Portimao, El' Dablek Aldi Satya Mahendra Makin Kenal Karakter Yamaha R9
Indonesia
| Kamis, 20 Maret 2025

Penelitian: Sikap Ceria Bantu Hadapi Tantangan Hidup dengan Lebih Baik
Indonesia
| Kamis, 13 Februari 2025
Berita Terkait
Politik

Prabowo Panggil Menteri ke Istana, Bahas Apa?
PIFA, Politik - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis siang untuk mengikuti rapat terbatas (ratas). Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Berdasarkan pantauan, Brian Yuliarto tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.05 WIB. Tak lama kemudian disusul Sakti Wahyu Trenggono dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Brian mengaku belum mengetahui secara pasti agenda rapat terbatas yang dipimpin Presiden tersebut. Namun ia menduga pembahasan akan berlanjut pada isu penanganan sampah mikro yang sebelumnya sudah dibahas dalam rapat terbatas pada Rabu (11/2). “Saya belum tahu, nanti mungkin habis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin,” ujar Brian. Ia juga mengungkapkan terdapat tujuh pejabat yang dipanggil Presiden Prabowo untuk mengikuti ratas tersebut. Dalam kesempatan itu, Brian menyebut belum ada perwakilan perguruan tinggi yang diundang langsung dalam rapat. Meski demikian, ia menjelaskan penerapan teknologi pengolahan sampah skala mikro di lingkungan kampus sudah mulai berjalan di sejumlah perguruan tinggi. Beberapa kampus yang telah menerapkan teknologi tersebut antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip). Sementara Institut Teknologi Bandung (ITB) disebut baru akan menerapkannya. “Ada mungkin ditemukan ada 20 kampus diterapkan. Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus. Jadi mungkin kita harapkan 100 kampus tahun ini buat program sampah di kampus selesai di kampus,” kata Brian. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah memerintahkan Menteri Brian untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dikembangkan beberapa kampus di Indonesia. Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI pada Rabu (11/2), Brian memaparkan sejumlah teknologi pengolahan sampah skala mikro, seiring pembahasan program pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy. “Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste-to-energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus, tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” ujar Brian. Ia menjelaskan kementeriannya akan mempercepat pengembangan serta uji coba teknologi buatan kampus tersebut agar dapat segera diterapkan di tingkat kelurahan maupun desa. Uji coba ditargetkan dapat dimulai tahun ini. Beberapa teknologi yang dibahas antara lain metode gasifikasi, plasma-assisted, dan reaktor plasma dingin. Teknologi ini dirancang mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari, sesuai rata-rata produksi sampah di tingkat kelurahan. Brian berharap jika teknologi skala mikro dapat dimanfaatkan secara luas, maka mobilisasi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) dapat berkurang karena sampah rumah tangga telah selesai diolah di tingkat desa atau kelurahan. Selain itu, kementeriannya juga akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan teknologi pengolahan sampah tersebut tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.
Politik
| Kamis, 12 Februari 2026
Pifabiz

Sinopsis Film Komang: Kisah Nyata Raim Laode dan Istri yang Menyentuh Hati
PIFAbiz - Film "Komang" yang akan segera tayang di bioskop bukan hanya sekadar kisah fiksi, tetapi juga sebuah adaptasi dari perjalanan cinta nyata musisi dan komedian Raim Laode dengan Komang Ade Widiandari. Kisah cinta yang penuh tantangan ini kini hadir dalam bentuk film untuk menginspirasi banyak orang.Merayakan Perbedaan dalam CintaDalam konferensi pers dan screening film "Komang" di Jakarta, Raim Laode mengungkapkan bahwa kisah cintanya dengan Komang merupakan bukti bahwa perbedaan bukanlah halangan dalam menjalin kasih, tetapi justru sesuatu yang harus dirayakan."Di saat orang-orang menggunakan perbedaan sebagai sarana untuk saling serang, ada dua insan Ode Ade, mau ambil dua perbedaan, dia beda agamanya, dia beda sukunya, dia beda ras, dia beda bicaranya, dia beda," ujar Raim.Ia menambahkan bahwa kisah dalam film ini adalah cerminan perjalanan hidupnya bersama Komang, yang meskipun penuh dengan tantangan, sudah menjadi takdir yang tertulis jauh sebelum mereka bertemu.Sentuhan Emosional dalam FilmFilm "Komang" tidak hanya menampilkan perjalanan cinta yang mengharukan, tetapi juga menyajikan emosi yang mendalam. Dalam momen penuh haru, Raim Laode mengungkapkan perasaan mendalamnya terhadap sang istri."Kalau di surga nanti saya tidak ketemu kau, saya akan berterima kasih kepada Tuhan. Sebab kau di surga di atasku," katanya.Sementara itu, Komang Ade juga memberikan kesan mendalam tentang film yang mengangkat kisahnya sendiri. "Itu seperti kita nonton kisah sejarah yang manis, tapi yang diceritakan itu kisah kita sendiri," ujarnya.Sinopsis Film "Komang"Film "Komang" mengisahkan perjalanan asmara antara Ode (Kiesha Alvaro), seorang pemuda asli Buton yang bercita-cita menjadi musisi dan stand-up comedian, dengan Komang Ade Widiandari (Aurora Ribero), perempuan dari keluarga transmigran asal Bali yang menetap di Baubau, Sulawesi Tenggara.Hubungan mereka diwarnai banyak rintangan, termasuk perbedaan latar belakang, keyakinan, serta hadirnya orang ketiga yang memiliki kesamaan keyakinan dengan Komang. Selain itu, Ode harus berjuang untuk menggapai mimpinya di dunia hiburan, yang membuat kisah cintanya semakin kompleks.Dari Lagu ke Layar LebarSebelum diadaptasi menjadi film, kisah cinta Raim dan Komang telah lebih dulu diabadikan dalam lagu "Komang" yang dirilis pada 17 Agustus 2022. Lagu ini menjadi sangat populer di Indonesia dan menggambarkan garis besar hubungan keduanya.Kini, kisah ini lebih lengkap dan mendalam dalam film garapan sutradara Naya Anindita dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia. Diproduksi oleh Starvision dan diproduseri oleh Chand Parwez Servia, "Komang" diharapkan dapat menghadirkan kisah yang inspiratif bagi penonton.Para Pemeran dan Jadwal TayangSelain Kiesha Alvaro dan Aurora Ribero, film ini turut dibintangi oleh sejumlah aktor berbakat Indonesia, seperti Cut Mini, Arie Kriting, Mathias Muchus, Ayu Laksmi, dan masih banyak lagi. Film "Komang" dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai Lebaran 2025.Dengan pesan kuat tentang cinta yang mampu melampaui perbedaan, "Komang" bukan sekadar film romantis biasa, melainkan sebuah kisah nyata yang menggugah hati dan penuh inspirasi.
Indonesia
| Jumat, 21 Maret 2025
Lifestyle

6 Kebiasaan yang Tanpa Sadar Bikin Nyeri Punggung
PIFA, Lifestyle - Sakit punggung biasanya dianggap sebagai penyakit orang yang sudah tua atau lansia. Namun saat ini banyak anak muda di usia produktif yang sering mengalami sakit punggung. Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit punggung, dan seringkali, kebiasaan sehari-hari yang kita anggap remeh ternyata bisa menjadi pemicu. Jika kamu sering mengalami sakit punggung, mungkin salah satu dari lima kebiasaan berikut ini menjadi penyebabnya: 1. Kebiasaan Duduk yang Salah Saat bekerja di kantor maupun di rumah, seringkali duduk dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama. Bukan cuma itu, peletakkan posisi laptop yang tak tepat membuat otot tubuh akan bekerja lebih keras, sehingga posisi duduk yang salah bisa menimbulkan tekanan berlebihan pada tulang, sendi di bagian punggung, dan pinggang yang menyebabkan munculnya nyeri pada punggung. Untuk itu, pastikan untuk selalu duduk dengan tegak agar punggung tidak lelah dan terasa sakit. Usahakan untuk sesekali berdiri dari tempat duduk untuk melakukan peregangan ringan. 2. Kurangnya Aktivitas Fisik Gaya hidup yang kurang aktif dapat menyebabkan kelemahan otot dan kurangnya fleksibilitas, yang pada gilirannya dapat menyebabkan sakit punggung. Olahraga teratur dan gerakan fisik sehari-hari, seperti berjalan kaki atau peregangan, penting untuk menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot. 3. Terlalu Banyak Duduk Bekerja di meja sepanjang hari atau menghabiskan waktu yang lama dalam posisi duduk dapat menyebabkan tekanan berlebih pada tulang belakang. Penting untuk sering berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan untuk mengurangi tekanan pada punggung kamu. 4. Bekerja di Tempat Tidur Saat mendapat jatah kerja di rumah, kamu mungkin nyaman karena bisa kerja di kasur sambil rebahan. Padahal posisi bekerja di kasur tergolong bahaya. Saat bekerja sambil rebahan dikasur kamu akan mudah tenggelam dalam posisi setengah bersandar. Hal inilah yang dapat memberikan tekanan pada punggung bagian bawah, hingga memicu rasa sakit. 5. Membaca Buku Sambil Tiduran Membaca buku sambil tiduran memang sangat nyaman. Meski begitu, posisi ini buruk jika dilakukan secara terus-menerus. Kamu akan menyebabkan tekanan pada bagian leher dan pundak. Pada akhirnya akan mengalami sakit pada bagian punggung. Jika harus membaca sambil rebahan, lakukan dengan menghadap ke samping dan terus mengubah posisi berkali-kali. Yang lebih penting, sebaiknya duduk dengan postur benar dan jangan membaca sambil berbaring. 6. Pemilihan Posisi Tidur yang Kurang Tepat Tidur adalah salah satu aktivitas penting yang dilakukan setiap hari selama berjam-jam. Jika selama 6-8 jam di waktu tersebut berada dalam posisi yang kurang tepat, pastinya akan menimbulkan sakit pada area leher dan punggung. Salah satu posisi tidur yang kurang tepat yaitu tidur di bantal yang sangat tinggi, sehingga leher dan tulang punggung tidak sejajar dan tidak menopang tubuhmu dengan benar. Untuk itu, lebih baik pilihlah bantal yang tidak terlalu tebal atau tinggi saat tidur, serta pilihlah matras yang medium-firm atau cukup keras tapi masih terasa nyaman. (ly)
Indonesia
| Kamis, 16 Mei 2024

















