Pihak Jokowi Dorong Kasus Ijazah Segera Disidangkan demi Kepastian Hukum
Politik | Jumat, 10 April 2026
Jokowi. CNN Indonesia
Politik | Jumat, 10 April 2026










Teknologi

PIFA, Tekno - Platform pesan instan WhatsApp resmi meluncurkan tiga fitur baru yang ditujukan untuk memperkuat peran admin, organisasi, dan pelaku bisnis dalam memanfaatkan fitur Saluran (Channel) dan Status, melalui tab Pembaharuan yang terpisah dari ruang obrolan pribadi pengguna.Pengumuman ini disampaikan oleh Vice President of Product Management Business Messaging Meta, Nikila Srinivasan, dalam konferensi daring yang digelar Kamis (12/6) lalu. “Kami telah membicarakan rencana kami untuk membangun bisnis yang tidak mengganggu chat pribadi Anda selama bertahun-tahun, dan kami yakin tab Pembaruan adalah tempat yang tepat untuk menjalankan fitur-fitur baru ini,” kata Nikila. Tiga Fitur Baru: Fokus pada Jangkauan dan Monetisasi Berikut adalah tiga fitur baru yang diperkenalkan: Langganan Saluran (Channel Subscription) Fitur ini memungkinkan pengguna memberikan dukungan kepada Saluran favorit mereka dengan membayar biaya langganan bulanan. Sebagai imbalannya, pelanggan akan memperoleh konten eksklusif yang tidak tersedia bagi pengguna biasa. Saluran yang Dipromosikan (Promoted Channels) WhatsApp kini akan menyediakan rekomendasi Saluran yang relevan kepada pengguna ketika mereka melakukan pencarian di direktori Saluran. Hal ini membuka peluang bagi admin untuk meningkatkan visibilitas dan menjangkau audiens baru secara lebih luas. Iklan di Status (Status Ads) Fitur ini memungkinkan pelaku usaha dan admin memasang iklan di fitur Status, yang kini juga menjadi tempat interaktif bagi pengguna untuk langsung memulai percakapan mengenai produk atau layanan yang diminati. Ini menjadi langkah WhatsApp dalam menjadikan Status sebagai kanal pemasaran yang lebih efektif. Tetap Utamakan Privasi Meski memperluas fitur bisnis, WhatsApp tetap menegaskan komitmennya terhadap privasi pengguna. Semua pesan pribadi, panggilan, dan Status pengguna tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end. “Pesan pribadi, panggilan, dan status Anda tetap terenkripsi secara menyeluruh, artinya tidak seorang pun – bahkan WhatsApp – dapat melihat atau mendengarnya. Dan pesan, panggilan, serta status tersebut tidak dapat digunakan untuk iklan,” ujar Nikila menekankan. Dukung Monetisasi dan Ekspansi Bisnis Kehadiran fitur baru ini disambut positif oleh komunitas bisnis dan kreator konten di WhatsApp, karena membuka jalur monetisasi langsung melalui platform pesan yang digunakan oleh lebih dari dua miliar pengguna di seluruh dunia. Fitur langganan dan iklan dinilai menjadi langkah strategis Meta untuk mengembangkan ekosistem WhatsApp yang sebelumnya bebas iklan menjadi lebih bisnis-friendly, tanpa mengorbankan pengalaman pengguna pribadi. Peluncuran Bertahap WhatsApp menyebutkan bahwa peluncuran fitur-fitur ini akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan, dimulai di sejumlah negara tertentu sebelum tersedia secara global. Dengan langkah ini, WhatsApp bukan hanya memperkuat fungsinya sebagai alat komunikasi pribadi, tetapi juga sebagai platform distribusi konten dan promosi bisnis yang lebih terarah, aman, dan relevan.
Lokal

Berita Lokal, PIFA - Seorang pria berinisial MN (44) asal Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ditangkap karena diduga menganiaya perempuan berinisial RN (39) yang merupakan mantan istrinya. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pontianak Kompol Indra Asrianto mengatakan, perbuatan pelaku dilakukan setelah dia meminta uang kepada korban, namun tak dituruti. "Pelaku meminta uang untuk beli rokok kepada mantan istrinya, tapi tak dikasih. Akhirnya pelaku marah,” kata Indra, Jumat (11/11/2022). Indra menerangkan, peristiwa tersebut terjadi Selasa (8/11/2022) siang. Saat itu, tersangka MN datang ke rumah korban meminta uang. Namun, karena tak diberi, tersangka menganiaya korban dengan pisau. “Korban mengalami luka tusuk di perut, jari tangan san leher,” ucap Indra Atas perbuatan tersebut, tegas Indra, korban membuat laporan, dan anggota kepolisian langsung menangkap pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut. Indra menegaskan, saat ini tersangka sudah ditahan dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. “Tersangka masih kita periksa dan dalami,” tutup Indra. (ap)
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan bahwa hingga 6 November 2022, tak ada penambahan kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak (GGAPA) di Tanah Air. Kabar baik ini diutarakan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Muhammad Syahril. Dokter Syahril mengatakan, dalam seminggu terakhir ini kasus GGAPA juga menurun. ''Dalam kurun satu minggu terakhir juga terjadi penurunan tren GGAPA di Indonesia,'' katanya, mengutip keterangan yang dimuat dalam laman Kemenkes, Kamis (10/11). Sehingga, katanya, dalam seminggu terakhir ini masih tercatat 324 kasus. Dirincikannya, 27 kasus dalam perawatan, 195 meninggal, dan sembuh 102 kasus. dr. Syahril mengklaim bahwa turunnya kasus GGAPA merupakan hasil sejak dikeluarkannya Surat Edaran yang melarang nakes dan apotek untuk memberikan obat cair/sirup pada anak. Menurutnya, hal itu merupakan langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah, mengingat hasil pemeriksaan terhadap kasus GGAPA yang dilaporkan di 28 provinsi menunjukkan hasil pemeriksaan yang konsisten. Sebab, lanjutnya, faktor resiko terbesar penyebab GGA adalah toksikasi dari EG dan DEG pada sirop/obat cair. Dokter Syahril menambahkan, sejak tanggal 18 Oktober itu jumlah pasien sudah mulai turun terus. Pada bulan November awal tanggal 2 sampai tanggal 6 bahkan tidak ada pasien yang bertambah maupun meninggal. ''Dengan kita melarang pemakaian obat di Puskesmas, di dokter-dokter atau tenaga kesehatan, dan penjualan di apotek, serta dengan mendatangkan antidotum maka pasien-pasien yang sedang dirawat itu mengalami perbaikan yang signifikan dan banyak yang sembuh,'' ujarnya dalam konferensi pers update perkembangan kasus gangguan ginjal akut, Senin (7/11). Kematian gagal ginja paling banyak terjadi di usia 1 sampai 5 tahun. Mayoritas kasus berada pada stadium 3 (58%). dr. Syahril mengungkapkan stadium 3 itu bisa diobati apabila belum betul-betul menjadi stadium yang sangat berat. Kalau stadium 1 dan 2 kemungkinan besar semuanya bisa diselamatkan. Hingga saat ini, Kemenkes juga terus menekan angka kematian akibat GGAPA dengan memberikan antidotum fomepizole sebagai bagian dari terapi pengobatan pasien. Kemenkes menyampaikan bahwa obat antidotum (penawar) fomepizole injeksi sudah ratusan vial didatangkan dari Singapura, Australia, Kanada, dan Jepang (246 vial). Sebanyak 200 vial antidotum fomepizole juga sudah didistribusikan ke 41 rumah sakit di 34 Provinsi di Indonesia.