Polisi Pastikan Senjata Api di Lokasi Tewasnya Bos Perusahaan di Hotel Jaksel Berstatus Legal
Nasional | Selasa, 21 Juli 2026
JAKARTA – Polisi memastikan senjata api (senpi) yang ditemukan di lokasi tewasnya seorang pria berinisial WH (47), yang diduga merupakan bos sebuah perusahaan, di sebuah hotel kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, merupakan senjata yang dimiliki secara sah.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan penyidik telah memeriksa dokumen kepemilikan senjata tersebut dan memastikan senpi itu terdaftar atas nama korban.
"Kemudian setelah dicek memang senjata ini adalah senjata legal, yang bersangkutan memiliki senjata api," kata Joko kepada wartawan, Selasa (21/7).
Selain itu, hasil pemeriksaan forensik terhadap sidik jari pada senjata menunjukkan kecocokan dengan sidik jari korban.
"Kemudian dari hasil sidik jari di senjata yang ditemukan di TKP dibandingkan dengan sidik jari korban itu identik. Yang artinya bahwa yang memegang senjata api adalah korban," ujarnya.
Sebelumnya, polisi juga menyatakan belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam kematian WH.
"Jadi dari hasil penyelidikan dari kepolisian, sampai saat ini kami belum menemukan keterlibatan pihak lain terkait meninggalnya korban ini," kata Joko, Senin (20/7).
WH ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di kawasan Kuningan pada Rabu (15/7) malam. Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sebuah senjata api di balkon kamar hotel yang ditempati korban.
Menurut Joko, korban diketahui menginap di hotel tersebut dan sempat ditemani seorang saksi sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
"Bapak ini kan menginap di hotel. Terus di hotel ditemani sama saksi. Terus dicek ternyata ya meninggal dunia," katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap korban diketahui tengah menghadapi persoalan rumah tangga dengan istrinya. Namun, komunikasi keduanya disebut mulai membaik dan mereka berencana memperbaiki hubungan.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kematian korban. Polisi menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.



















