Polisi Sita Emas 74 Kg dan Valas Rp476 Miliar dari Brankas Tersembunyi di Rumah Sentul
Nasional | Rabu, 8 Juli 2026
Polisi Sita Emas 74 Kg dan Valas Rp476 Miliar dari Brankas Tersembunyi di Rumah Sentul. Polri
Nasional | Rabu, 8 Juli 2026










Sports

PIFA, Sports - Bek muda Italia, Alessandro Bastoni, akan tetap berada di Inter Milan dalam waktu yang lama. Baru-baru ini, Bastoni menandatangani kontrak baru yang akan mempertahankannya bersama klub hingga lima tahun ke depan. "Dengan senang hati, FC Internazionale Milano mengumumkan bahwa kami telah mencapai kesepakatan dengan Alessandro Bastoni untuk memperpanjang masa tinggalnya di klub. Bek berusia 24 tahun ini telah memperpanjang kontraknya hingga tahun 2028," demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh klub. Inter Milan memprioritaskan perpanjangan kontrak Bastoni, yang awalnya akan berakhir pada musim panas tahun depan. Jika tidak ada perpanjangan kontrak, Bastoni diyakini akan menjadi incaran klub-klub top seperti Manchester City, Paris Saint-Germain, dan Juventus. Bastoni pun menyampaikan kebahagiaannya setelah memperpanjang kontraknya di Inter Milan. Ia mengunggah beberapa foto di akun Instagram pribadinya untuk merayakan momen tersebut. "Hanya ada Inter #bastoni2028," tulis Bastoni dalam keterangan unggahannya. Perpanjangan kontrak Bastoni merupakan kabar baik bagi Inter Milan dan para penggemarnya. Bek muda ini telah membuktikan kemampuannya di lini belakang Inter, menjadi pemain kunci dalam kesuksesan klub meraih Scudetto musim lalu. Bastoni, yang bergabung dengan Inter Milan pada tahun 2017 dari Atalanta, telah menunjukkan potensinya sebagai bek yang tangguh dan cerdas. Keahliannya dalam membaca permainan, kemampuan bertahan yang solid, dan distribusi bola yang akurat membuatnya menjadi salah satu bek terbaik di Serie A. Keputusan Bastoni untuk memperpanjang kontraknya dengan Inter Milan menunjukkan kesetiaan dan komitmen yang kuat terhadap klub. Hal ini juga mencerminkan keyakinannya terhadap proyek jangka panjang yang sedang dibangun oleh manajemen dan pelatih Inter Milan. Dengan mempertahankan Bastoni, Inter Milan menegaskan komitmennya untuk membangun tim yang kuat dan berkelanjutan di masa depan. Dengan masa depan yang cerah bersama Inter Milan, Alessandro Bastoni siap melanjutkan kontribusinya dalam mewujudkan ambisi klub meraih gelar-gelar yang lebih banyak di kompetisi domestik dan internasional. (hs)
Sports

PIFA, Sports - Proses audit forensik keuangan PSSI masih berlangsung. Audit dilakukan untuk tiga periode kepengurusan, yakni mulai eranya Edy Rahmayadi, Mochamad Iriawan, hingga tiga bulan jalannya Erick Thohir. PSSI bekerja sama dengan firma audit Ernst & Young dalam proses tersebut. Setelah menandatangani kesepakatan pada 21 April dan menerima kunjungan auditor setelah 5 hari, PSSI telah kooperatif dalam melakukan peninjauan terhadap proses audit. Langkah awal yang diambil adalah melakukan peninjauan internal terhadap pembukuan keuangan PSSI, sesuai arahan Ketua Umum PSSI untuk menjadikan organisasi PSSI terbuka, transparan, dan akuntabel. "Proses awal audit masih on going berdasarkan MoU penjajakan antara PSSI dan Ernst & Young. Informasi awal yang bisa kami berikan, dari internal review PSSI, ada tiga periode yang akan diaudit. Periode 2017-2019, lalu 2019-2023, dan periode di kepengurusan Pak Erick Thohir, yang baru berjalan tiga bulan,” terang anggota Komite Eksekutif Arya Sinulingga, mengutip laman PSSI. Arya menambahkan bahwa dalam proses awal audit internal pada periode 2017-2019 dan 2019-2023, terdapat tantangan dalam beberapa hal yang diperiksa, seperti pembukuan dan pengumpulan data pemasukan dan pengeluaran secara terperinci. “Dari internal review kami, di periode 2017-2019, tidak tercatat sama sekali pembukuaanya, sehingga PSSI harus menggunakan jasa IT untuk mendapatkan data-data dari e-mail bagian keuangan di periode tersebut. Ada beberapa data fisik, namun tidak jelas. Misalnya, ada pengeluaran cheque, namun tidak ada perinciannya,” tandasnya. Sedangkan tantangan pada periode 2019-2023 adalah penggunaan sistem akuntansi manual. Arya menyebut pada periode 2019-2023, terjadi peningkatan dalam pengaturan transaksi dan prosedur pengeluaran dana PSSI. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun terdapat perbaikan tersebut, sistem akuntansi yang digunakan masih manual dan tidak melibatkan penggunaan sistem akuntansi yang spesifik. Informasi tersebut merupakan gambaran awal yang dapat kami sampaikan karena proses audit masih sedang berjalan oleh firma audit yang ditunjuk. Proses audit tersebut akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keadaan akuntansi PSSI selama periode tersebut. Sedangkan dibawah kepemimpinan baru, PSSI berencana untuk menggunakan sistem akuntansi yang tepat dan valid. Hal ini sesuai dengan masukan dari firma audit Ernst & Young serta arahan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang ingin melakukan perbaikan dalam pengelolaan keuangan di seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia. (yd)
Pifabiz

Pifabiz - Kabar kurang baik menimpa pasangan artis Nikita Willy dan Suaminya Indra Priawan setiba di Indonesia. Sebagaimana diketahui, Nikita Willy bersama sang suami sempat meninggalkan Indonesia untuk proses melahirkan buah hari mereka. Pasangan tersebut kembali menginjakkan kaki di Jakarta usai melahirkan buah hati mereka, Isa Xander Djokosoetono pada 7 April 2022 lalu di Los Angeles, Amerika Serikat. Sayangnya, putra mereka dikabarkan sakit tak lama setelah berada di Jakarta gara-gara alergi dengan udara kotor. Dalam kanal YouTube Nikita Willy, sang suami mengatakan bahwa putranya mengalami sakit saat menyesuaikan dengan udara Jakarta. "Pas dia menyesuaikan udara dengan Jakarta, si Issa sempat sakit," ungkap Indra Priawan dikutip okezone.com, Kamis (15/9/2022). Indra mengungkapkan, kejadian tersebut bermula ketika pasangan selebriti itu mengajak anak mereka jalan-jalan di sekitaran Jakarta. "Karena waktu itu sempat kita bawa jalan-jalan, nggak lama sih padahal di pinggir jalan terus dia kayaknya nggak biasa dengan udara sedikit kotor," katanya. Nikita dan Indra mengaku sempat bingung ketika putranya tiba-tiba mengalami batuk. Hingga akhirnya mereka sadar bahwa putranya batuk karena kualitas udara di Jakarta saat itu sedang buruk. "Dia sempat batuk-batuk, kita pikir kenapa dia batuk-batuk? Ternyata dia batuk-batuk karena alergi dengan udara yang kotor," jelas Indra. Sebab, sewaktu tinggal di Los Angeles udara dan airnya pun sangat bersih. Ketika mereka tiba di Jakarta kebetulan saat itu kualitas air sedang buruk. "Waktu itu di LA air quality-nya bagus ya, dan di sini waktu itu sempat agak buruk air quality-nya," kata Indra menjelaskan. Rupanya masalah udara di Jakarta bukan menjadi satu-satunya tantangan yang dihadapi baby Issa di Jakarta. Selain terkait kualitas udara, Baby Issa juga perlu menyesuaikan dengan perbedaan waktu antara Jakarta dan Los Angeles. "Hari pertama (di Jakarta) dia jam 02.00 siang kayak tidur deep sleep banget, cuma kita bangun-bangunin, sore kita hibur-hibur dia supaya enggak ngantuk, jam 06.00 jam 07.00 baru kita mandiin buat tidur," kata Nikita. Meski begitu, Nikita merasa bersyukur sebab baby Issa tak begitu lama mengalami jet lag. "Jet lag dia cuma empat hari, bahkan kita dua minggu," seloroh Nikita Willy sambil tertawa. (b)