Polisi Sukses Cegah Tawuran Perang Sarung, Puluhan Remaja Diamankan di Cibitung Sukabumi
Jawa Barat | Jumat, 20 Februari 2026
Foto: Istimewa
Jawa Barat | Jumat, 20 Februari 2026










Lokal

Berita Lokal, PIFA - Konstruksi tanah di Kota Pontianak terbilang rendah serta didominasi lahan gambut. Persoalan ini tentunya menjadi tantangan pembangunan fisik. Selain itu dampak dari kondisi geografi yang demikian menyebabkan beberapa titik tak jarang mengalami genangan, terlebih saat hujan deras dan air pasang. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan langkah strategis khusus menangani persoalan genangan. Terdapat tiga upaya yang akan dilaksanakan, mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang. “Jangka pendek yang penting bagaimana mitigasi bencana, aktivitas bisa optimal. Jangka menengah kita ingin buat outer ring canal. Dan jangka panjang Pontianak memang memerlukan tanggul seperti di Amsterdam,” jelasnya saat menjadi narasumber pada Studium Generale di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura Pontianak beberapa waktu lalu. Persoalan ini dikatakan Edi sudah ada sejak beberapa dekade silam. Untuk mengatasinya, warga di zaman dulu membuat rumah panggung serta jalan di gang-gang menggunakan bahan papan atau biasa yang disebut gertak. “Tahun 1989-1990 jalan gertak kita ubah jadi beton. Itu masalahnya, resapan sulit berfungsi saat hujan. Nah yang demikian tersebut masalah karena alam, ada lagi masalah transportasi,” sebutnya. Satu lagi yang menjadi tantangan pembangunan adalah transportasi. Di Kota Pontianak, lanjut Edi, kemacetan saat berkendara tak jarang mengganggu kenyamanan warga. Oleh karena itu dibangunlah Duplikasi Jembatan Kapuas I yang diprediksi mampu mengurai kemacetan dari 40-50 persen. Tak hanya itu, pihaknya juga tengah mengusahakan terbangunnya Jembatan Garuda yang akan menghubungkan Jalan Bardan Nadi dengan Siantan. “Kita bangun duplikasi karena sudah mengganggu aktivitas, dan berdampak pada turunnya produktivitas masyarakat,” ujar dia. Sebagai ibu kota provinsi, pembangunan berjalan sangat pesat. Meski begitu, Edi ingin Pontianak lebih banyak ruang terbuka hijau (RTH) ketimbang menambah jalan-jalan yang tak jarang memperparah kondisi alam. Prinsipnya, penataan kota yang humanis secara tidak langsung turut mengubah kebiasaan masyarakat. Kepada mahasiswa Fakultas Teknik Untan tersebut, dia berharap untuk mempelajari dengan maksimal kondisi sekitar dan dapat memberikan masukan terhadap prosesnya. “Di tangan mahasiswa ini estafet pembangunan berlanjut,” pungkasnya. (pi/rs)
Lokal

Berita Pontianak, PIFA - Komunitas Bumi melaksanakan peringatan Hari Komik dan Animasi Nasional 2022 pada Sabtu (12/02). Digelar dengan format pameran dan workshop, kegiatan akan berlangsung hingga Senin (14/02) di Rumah Gerakan Gemawan, kawasan Ujung Pandang, Kota Pontianak. Mengangkat tema Membaca Komik, Membaca Perubahan, penanggung jawab kegiatan, Muhammad Zuni Irawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan sebagai ajang promosi creator komik di Kota Pontianak. “Kami ingin para seniman komik lokal memiliki wadah bertemu dan unjuk kreativitas. Karena itu peringatan Hari Komik Nasional ini menjadi momentum baik untuk mewujudkan hal itu,” ujar Deputi Direktur Gemawan ini. “Melalui komik, kami ingin menyampaikan pesan-pesan perubahan yang mudah dipahami oleh banyak pihak, khususnya generasi muda Pontianak,” terangnya. Zuni, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa gambar dan narasi singkat yang tersaji di dalam komik akan memudahkan penyampaian ide dan pengetahuan kepada banyak pihak. Menurutnya, komik menjadi media yang ringan untuk dipahami dan dapat meningkatkan minat baca generasi muda. Komunitas Bumi merupakan gabungan beberapa komunitas di Kota Pontianak yang concern dalam pengembangan budaya lokal, lingkungan, dan peningkatan kapasitas pemuda. Zuni berujar bahwa Komunitas Bumi terdiri dari para pelajar, mahasiswa, serta pegiat sosial di Pontianak. “Kami memang berharap semakin banyak pihak yang terlibat dan bergabung dalam Komunitas Bumi. Sehingga Komunitas Bumi menjadi kelompok yang terbuka dan inklusif,” harap Zuni. Selain pameran dan workshop, kegiatan yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove RI, serta Perkumpulan Gemawan ini juga akan merilis komik bertajuk Merajut Mimpi Perubahan di Kampung Beting. Melalui komik ini, jelas Zuni, Komunitas Bumi ingin menyampaikan harapan dari Kampung Beting. “Kami beberapa kali mengunjungi Kampung Beting, dari interaksi dengan mereka, kami mencoba mengekstraksi harapan itu dalam format komik,” terangnya. Direktur Gemawan, Laili Khairnur, menjelaskan bahwa kegiatan peringatan Hari Komik dan Animasi Nasional 2022 ini menjadi bukti komitmen Gemawan dengan menyediakan rumah gerakan bagi kawan Gemawan. “Kawan Gemawan adalah istilah bagi jaringan yang memiliki irisan gerakan dengan Gemawan,” ungkap Laili. “Kami sudah berkomitmen untuk menyiapkan ruang ekspresi yang terbuka dan inklusif bagi para pegiat dan aktor perubahan. Bandul gerakan bisa bergerak dari dan ke banyak arah. Kali ini kami gagas dari komik,” tutup Laili. (yd)
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Patrick Kluivert kini menjadi sorotan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Menurut pengamat sepak bola Anton Sanjoyo, kehadiran Kluivert diprediksi akan mempermudah komunikasi antara pelatih dan para pemain. Hal ini terutama karena mayoritas pemain Timnas Indonesia adalah diaspora dari Belanda, yang memiliki kesamaan bahasa dan filosofi sepak bola dengan Kluivert."Jalinan komunikasi yang kemungkinan besar harusnya lebih baik karena mereka kan satu bahasa, satu filosofis sepak bola," ujar Anton Sanjoyo dalam acara Beritasatu Utama, Jumat (10/1/2025) malam.Patrick Kluivert resmi menggantikan Shin Tae-yong, yang sebelumnya diberhentikan oleh PSSI. Menurut Anton, langkah ini sudah tepat, mengingat sebagian besar pemain Indonesia saat ini adalah diaspora Belanda, sekitar 16 hingga 17 pemain."Kami sendiri yang pernah mengatakan jauh sebelumnya ini bahwa kalau mau mengganti Shin Tae-yong ia harus orang Belanda, kenapa? Karena sebagian besar kan sekarang pemainnya diaspora, ada 16 atau 17 pemain (dari Belanda)," kata Anton.Meskipun rekam jejak Kluivert sebagai pelatih tidak secemerlang Shin Tae-yong, Anton optimistis dengan kombinasi Kluivert bersama dua asisten pelatih asal Belanda, Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Ia berharap kerja sama ini dapat membawa Indonesia menuju Piala Dunia 2026."Indonesia ini bisa lolos ke Piala Dunia, tetapi bukan lolos langsung, lolosnya lewat putaran empat. Kan itu jauh lebih masuk akal, karena apa? Indonesia masih ada empat pertandingan, dua tandang dan dua kandang," bebernya.Anton juga menyebut peluang Indonesia cukup baik jika mampu meraih kemenangan saat menjamu China dan Bahrain di laga kandang."Ia dua kandang, menurut saya bisa menang dua-duanya antara lawan China dan Bahrain. Lawan Australia paling tidak draw. Kalau Jepang berat," jelas Anton Sanjoyo.Sebagai informasi, Patrick Kluivert dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu (11/1/2025). Sesuai pernyataan Ketua Umum PSSI dalam konferensi pers di Menara Danareksa pada Senin (6/1/2025), kedatangan Kluivert ke Tanah Air direncanakan berlangsung pada 11 Januari 2025. Ia diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu sore. (yd)