Politik Malaysia Memanas, PM Anwar Ancam Bubarkan Parlemen
Internasional | Minggu, 17 Mei 2026
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan dirinya tidak akan ragu membubarkan parlemen dan menggelar pemilu sela jika keretakan di dalam pemerintahan persatuan atau unity government terus berlanjut.
Pernyataan itu disampaikan Anwar saat memberikan pidato utama dalam Konvensi Pakatan Harapan pada Minggu (17/5/2026).
Anwar mengaku mendengar berbagai rumor mengenai ketidakstabilan politik di tingkat bawah, meski hubungan antarpartai di pemerintahan federal saat ini masih berjalan baik.
Namun, ia memperingatkan partai-partai mitra koalisi agar tidak membelot dari kesepakatan politik yang telah dibangun bersama.
“Saya akan mengadakan pertemuan dengan kepemimpinan Pakatan mengenai masalah ini dan jika perlu, kami akan menyerukan pemilu sela,” ujar Anwar seperti dikutip The Star.
Menurut Anwar, jika konflik politik terus memanas, dampaknya tidak hanya akan terjadi di Johor, tetapi juga berpotensi meluas ke wilayah strategis lain seperti Negeri Sembilan, Selangor, Pahang, dan Penang.
Ia menegaskan prioritas utama pemerintahannya adalah menjaga stabilitas politik demi memperkuat tata kelola pemerintahan dan pemulihan ekonomi Malaysia.
“Kami tidak akan bisa diancam. Namun, jika mereka ingin bernegosiasi dengan cara yang baik, kami selalu bersedia,” tegas Anwar.
Dalam kesempatan itu, Anwar juga mengkritik sejumlah pemerintah negara bagian yang disebut membagikan bantuan sosial menjelang masa pemilihan. Menurutnya, praktik tersebut dapat mencederai proses demokrasi yang sehat.
Meski isu perpecahan terus berkembang, Anwar memastikan tiga partai utama dalam koalisi Pakatan Harapan, yakni Parti Keadilan Rakyat, Democratic Action Party, dan Parti Amanah Negara tetap solid dan stabil.



















