Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri
Bali | Jumat, 6 Maret 2026
Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Milik WN Ukraina Korban Penculikan, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Mafia Luar Negeri. Polres Gianjar
Bali | Jumat, 6 Maret 2026










Nasional

PIFA, Nasional - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk memahami potensi bencana di daerahnya sekaligus mempersiapkan anggaran untuk penanggulangan bencana. “Daerah-daerah yang memiliki kemungkinan-kemungkinan besar terjadi bencana itu memang harus menganggarkan, harus,” ujar Presiden usai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (2/3/2023). Presiden mengatakan, pemda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seharusnya sudah dapat menghitung jumlah anggaran yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi geografis dan sebaran potensi bencana di daerahnya. “Besarnya berapa? Saya kira daerah bisa mengalkulasi sendiri. Misalnya, daerah yang sering terjadi erupsi gunung berapi, jelas daerah mana jelas. Kalau enggak ada gunung berapi, berarti enggak usah. Daerah-daerah yang ada di garis kebencanaan untuk gempa bumi, di garis mana kan sudah tahu semua, sudah tahu semua,” imbuhnya. Sebelumnya, dalam sambutannya Presiden menyampaikan bahwa saat ini semua negara tengah mewaspadai perubahan iklim yang berpotensi meningkatkan frekuensi bencana. Dia menyebut perubahan iklim itu menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis. "Indonesia menempati tiga teratas paling rawan bencana,” tambah Presiden. Presiden membeberkan bahwa frekuensi bencana di Indonesia naik 81 persen, dari 1.945 bencana di tahun 2010 menjadi 3.544 bencana di tahun 2022, yang meliputi banjir, letusan gunung berapi, tanah longsor, gempa bumi serta bencana alam dan nonalam lainnya. Untuk itu Presiden pun meminta agar daerah harus mempersiapkan segalanya, mulai dari kesiapsiagaan, waspada hingga mempersiapkan anggarannya. “Oleh sebab itu, siaga dan waspada itu menjadi kunci, baik tahap prabencana, pada tahap tanggap darurat, maupun pascabencana. Semuanya harus disiapkan, semuanya harus dikelola dengan baik,” tutupnya. (yd)
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menyoroti minimnya waktu bermain sejumlah pemain skuad Garuda di klub masing-masing. Mengutip Tempo.co, ia mengingatkan bahwa pemain yang jarang mendapat menit bermain di klub kemungkinan besar tidak akan diturunkan di tim nasional."Jika Anda tidak memiliki waktu bermain di klub, Anda tidak bugar untuk bertanding. Itu adalah hal-hal penting. Tentu saja, ada beberapa pengecualian dan pertimbangan. Makanya Anda harus meningkatkan kebugaran dengan sangat baik dengan pelatih fisik juga," ujar Kluivert di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (12/1) kemarin.Pelatih asal Belanda itu menyatakan akan berkoordinasi dengan pelatih fisik di klub tempat pemain timnas Indonesia bermain untuk memantau kondisi mereka. Menurutnya, proses di klub sama pentingnya dengan latihan maksimal di tim nasional."Kami perlu memeriksa seberapa banyak mereka bermain. Itu semua menjadi tanggung jawab kami," tegasnya.Mantan pemain Barcelona itu juga menekankan pentingnya para pemain timnas Indonesia untuk berlatih secara maksimal dan mengendalikan diri. Ia menyebutkan, taktik dan strategi hanya akan efektif jika kemampuan pemain sudah didorong ke tingkat maksimal."Sebagai pelatih, saya melihat tim saya sendiri, mendalami kekuatan, kelemahan, dan bagaimana mengatasi lawan. Penting melihat kekuatan tim sendiri untuk diterapkan dalam pertandingan," katanya.Kluivert, yang dikenal dengan gaya bermain progresif seperti menyerang dan penguasaan bola, mengaku akan menerapkan formasi fleksibel sesuai kebutuhan. Ia berbagi pengalamannya saat menjadi asisten pelatih Louis van Gaal pada 2014, di mana ia sering menggunakan formasi 4-3-3 dan 3-5-2 untuk mengoptimalkan kemampuan tim."Saya juga perlu memberikan kejutan. Yang terpenting adalah para pemain memahami apa yang harus dilakukan pada saat tertentu, dan di situlah perbedaan bisa dibuat," tuturnya.Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi merupakan kunci kemenangan dalam pertandingan. Selain itu, penting bagi timnas Indonesia untuk memahami kualitas dan strategi negara lain dalam setiap laga yang mereka hadapi.
Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Pelaku pembunuhan seorang wanita yang ditemukan tewas di kamar hotel di Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis (12/12/24) sore akhirnya terungkap. Pelaku merupakan teman kencam korban berinisial IK (44) asal Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kalbar.Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe dalam konferensi pers, Selasa (17/12/24) mengungkapkan bahwa, pelaku ini sempat melarikan diri ke Kalimantan Tengah (Kalteng) usai melakukan pembunuhan. Kini pelaku telah di amankan di Polresta Pontianak.Kombes Pol Adhe menjelaskan bahwa, kwjadian berawal saat pelaku dan korban berjanji untuk bertemu di Hotel Borneo pada Kamis siang. Pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan maxim. Sebelum menuju kamar, pelaku sempat ke alfamart terdekat untuk menarik uang membayar ongkos perjalanan.Setelah itu pelaku menuju kamar. Di dalam kamar hotel, pelaku menyimpan uang sebesar Rp3.200.000 di atas meja di samping tempat tidur. Tidak lama kemudian, pelaku mencurigai korban setelah mendapati uangnya berkurang Rp1.200.000. Ketika ditanya, korban membantah mengambil uang tersebut, yang membuat pelaku emosi dan sakit hati.“Dari hasil penyelidikan cerita dari tersangka karena kesal, emosi yang berlebihan tadi sehingga melakukan tindak kekerasan kepada korban,” ungkapnya.Dalam kondisi marah, pelaku langsung memiting korban dari belakang dan menindihnya hingga lemas.“Pelaku melakukan tindak pembunuhan dengan cara mencekik korban, pertama di bekak kemudian terakhir menggunakan kabel pengecas untuk mencekik sampi akhirnya korban meninggal dunia,” ungkapnya.Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku mengambil kembali uangnya yang disembunyikan korban di dalam bantal. Selain itu, pelaku turut membawa kabur dua buah kalung imitasi, dua buah cincin, dan satu unit handphone milik korban. Pelaku kemudian membuang baju yang dikenakannya di sekitar area hotel sebelum melarikan diri menggunakan transportasi daring ke wilayah Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.“Dalam pelariannya, pelaku sempat menjual handphone milik korban seharga Rp400.000 di wilayah Tayan, Kabupaten Sanggau, sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kalimantan Tengah,” ungkapnya.Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara selama 20 tahun.