Prabowo Gaungkan “Gentengisasi” Nasional, Dorong Semua Atap Rumah Pakai Genteng
Nasional | Selasa, 3 Februari 2026
Foto: dok. screenshot YouTube Setpres.
Nasional | Selasa, 3 Februari 2026









Lifestyle

PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Kabar duka datang atas kepergian dr Azmi Fadhlih, SpDV seorang dokter spesialis kulit kelamin yang juga influencer kesehatan pada Senin (16/12). Ia berpulang di usia muda yaitu 35 tahun. Kepergiannya yang mendadak mengejutkan banyak pihak, keluarga, sanak saudara, sahabat juga para penggemar.Dokter Azmi dikabarkan meninggal karena pecah pembuluh darah akibat aneurisma. Sebelum dinyatakan meninggal, ia mengeluhkan sakit kepala berat. Apa itu aneurisma, bagaimana gejala, penyebab dan pencegahannya?aneurisma atau penggelembungan (ballooning) terjadi karena dinding pembuluh darah yang melemah. Penggelembungan tersebut terjadi separuh diameter pembuluh darah yang normal. Aneurisma sering ditemukan ada pembuluh darah di arteri, otak, perut, lipat lutut, usus, dan limpa.aneurisma tidak menunjukkan gejala yang spesifik sehingga akan bertumbuh semakin besar atau pecah. Beberapa gejala yang dipengaruhi aneurisma seperti, merasa sangat lelah, perubahan penglihatan, jantung berdebar-debar, kesulitan menelan, mual dan muntah, sakit di dada, perut, maupun punggung, pembengkakan di leher, sakit kepala, linglung, keringat dingin, tidak enak badan, dan jantung berdebar-debar.Sementara itu, kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki aneurisma pada salah satu pembuluh darahnya, sehingga terjadi pecahnya aneurisma atau penyumbatan tersebut. Penyebab aneurisma dialami sejak lahir atau suatu kelainan bawaan. Tetapi, aneurisma juga bisa disebabkan karena hal lain. Hingga saat ini belum diketahui penyebab aneurisma secara pasti, namun ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya aneurisma, yaitu penyempitan pembuluh darah arteri, tekanan darah tinggi (hipertensi), cedera pada aorta, dan juga memiliki keturunan yang juga menderita aneurisma.Dalam pencegahan aneurisma, jagalah tekanan darah agar tetap stabil dengan gaya hidup yang sehat. Konsumsi makanan bergizi, tidak merokok, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan sehat, dan tidak mengkonsumsi alkohol. Hal-hal tersebut bisa mengurangi resiko terjadinya aneurisma.
Lokal

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Leo Joko Triwibowo menyatakan, untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, pihaknya akan melakukan penutupan dan penyekatan jalan. “Tujuannya agar penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Pontianak bisa ditekan seminimal mungkin dan keluar dari zona merah,” ungkapnya saat melakukan monitoring dan sosialisasi menjelang diberlakukannya PPKM Darurat di Kota Pontianak, Sabtu (10/7/2021) malam. Di Kota Pontianak, PPKM Darurat mulai diberlakukan tanggal 12 hingga 20 Juli 2021 mendatang. Ia menjelaskan, selama PPKM darurat penutupan jalan akan dilakukan di beberapa titik simpul, mulai dari batas kota di Batu Layang Pontianak Utara, kemudian Tanjung Hulu, Tanjung Raya, Ahmad Yani, Adisucipto, Parit Mayor dan juga wilayah barat di Jeruju. “Penyekatan ini akan dilakukan selama 24 jam, hari pertama dan kedua diberlakukannya PPKM Darurat mungkin akan ada penyesuaian,” terangnya. Kombes Pol Leo mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Kalbar agar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalbar bisa memberitahukan kepada kabupaten/kota se-Kalbar terkait hal itu. “Kita minta warga kabupaten/kota yang berniat memasuki Kota Pontianak agar ditangguhkan dulu terkecuali memang alasan yang sangat penting seperti meninggal dunia atau sakit,” jelasnya. Selain penyekatan batas wilayah kota, wilayah dalam kota juga akan dilakukan hal serupa. Penyekatan itu, untuk meminimalisir mobilitas masyarakat agar tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. “Kita juga akan lakukan razia terhadap warga yang keluar rumah tanpa ada alasan yang jelas, kita akan lakukan pemeriksaan STNK dan SIM sehingga kita berharap masyarakat tertib di rumah,” tuturnya.
Sports

Berita Sports, PIFA - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bersama Menpora RI Zainudin Amali resmi menutup Piala Presiden 2022 yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (17/7). Keduanya menyaksikan langsung laga final leg kedua Borneo FC versus Arema FC. Kampiun Piala Presiden 2022 berhasil direbut oleh Arema FC setelah menahan imbang 0-0 Borneo FC di laga ini. Sebelumnya pada leg pertama yang digelar Kamis (14/7), Arema FC menang 1-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Iriawan bersyukur Piala Presiden 2022 sukses digelar. Dia juga mengucapkan selamat kepada Arema FC. "Alhamdulillah Turnamen Piala Presiden 2022 berjalan sukses, aman dan lancar. Selamat untuk Arema FC yang tampil sebagai juara. Untuk tim Borneo FC dan lainnya jadikan ajang pra musim ini untuk tampil lebih baik lagi di Liga 1 2022/2023 mendatang," ujarnya, dikutip dari laman PSSI, Selasa (19/7). Iriawan menambahkan PSSI sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Joko Widodo dan Menpora Zainudin Amali atas dukungannya untuk turnamen ini. "Piala Presiden 2022 banyak dihadiri suporter di stadion dengan situasi seperti ini. Insya Allah PSSI menggulirkan Liga 1 mulai 23 Juli mendatang. Semoga kami mampu menjalankan Liga 1 2022/2023 dengan baik, lancar, aman dan sukses," tambahnya. Sementara itu, Menpora Zainudin Amali mengapresiasi PSSI yang sukses menggelar Piala Presiden 2022 dengan baik. Ini tentu menjadi modal positif jelang bergulirnya Liga 1 2022/2023 mulai pekan depan. "Saya hadir kesini untuk menutup Piala Presiden 2022 mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir karena ada kegiatan di Jakarta yang tidak bisa ditinggalkan. Presiden Joko Widodo menyambut baik ajang ini dan apresiasi upaya PSSI untuk mempercepat pembinaan berjenjang di segala kelompok umur sehingga Timnas Indonesia semakin baik," kata Zainudin Amali. Menpora menilai Piala Presiden 2022 sebagai ajang pramusim jelang Liga 1 2022/2023 sangat bagus untuk klub melihat perkembangan pemain. "Apalagi kedepan banyak turnamen-turnamen yang Timnas Indonesia akan ikuti," tutupnya. (yd)