Prabowo Gelar Rapat 4,5 Jam dengan 5 Konglomerat di Hambalang, Bahas Kolaborasi Ekonomi Nasional
Nasional | Rabu, 11 Februari 2026
Foto: IG/sekretariat.kabinet
Nasional | Rabu, 11 Februari 2026










Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang populer di Indonesia. Sifatnya yang menggemaskan dan lincah membuat kucing menjadi sahabat setia bagi banyak orang. Namun, belakangan ini, masyarakat dikejutkan oleh geger kasus kucing mati mendadak secara massal di beberapa wilayah Indonesia. Dalam menghadapi situasi ini, penting bagi pemilik kucing untuk mengetahui ciri-ciri dan tanda-tanda bahwa kucing mereka sedang sakit. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk pada hewan kesayangan mereka. Dokter hewan Muhammad Iqbal memberikan penjelasan mengenai tanda-tanda awal bahwa kucing sedang sakit, terutama pada kucing yang hidup sebagai hewan peliharaan. Berikut adalah empat tanda jelas bahwa kucing sedang mengalami masalah kesehatan: 1. Tak Lagi Aktif Salah satu ciri pertama kucing sedang sakit adalah ketidakaktifannya yang mencolok. Jika sebelumnya kucing Anda biasanya lincah, aktif bermain, dan berlari-lari di sekitar rumah, maka jika dia tiba-tiba menjadi diam dan tidak bersemangat, perlu diwaspadai. Perubahan perilaku ini seringkali menjadi pertanda bahwa ada masalah kesehatan yang mendasari. 2. Demam Kucing yang sedang sakit juga dapat mengalami demam. Suhu tubuh normal kucing berkisar antara 37 hingga 39 derajat Celsius. Jika Anda curiga bahwa kucing Anda mengalami demam, Anda dapat menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuhnya. Demam pada kucing menandakan bahwa sistem imunitasnya sedang berusaha melawan infeksi atau penyakit. 3. Tidak Mau Makan Perubahan pada pola makan kucing juga bisa menjadi tanda bahwa kucing sedang mengalami masalah kesehatan. Jika kucing yang biasanya selalu lahap makanan tiba-tiba menolak untuk makan, hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah yang serius. Jangan sepelekan jika kucing menolak makan selama lebih dari satu hari atau beberapa hari, karena ini bisa mengakibatkan dehidrasi dan masalah kesehatan lainnya. 4. Muncul Gejala Tidak Biasa Perhatikan jika kucing menunjukkan gejala-gejala yang tidak biasa, seperti muntah, diare, atau kejang. Gejala-gejala ini merupakan tanda bahwa kucing berada dalam kondisi yang sakit dan membutuhkan perhatian lebih. Jangan tunda untuk segera membawanya ke dokter hewan jika Anda mengamati gejala-gejala ini pada kucing kesayangan Anda. Penting untuk selalu memperhatikan kesehatan dan perilaku kucing kesayangan Anda. Jika Anda melihat adanya tanda-tanda di atas atau gejala-gejala lain yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter hewan terdekat. Jangan mencoba untuk mengobati sendiri kucing Anda tanpa petunjuk dari dokter hewan, karena bisa saja hal itu memperburuk kondisinya. Selain mengidentifikasi tanda-tanda sakit pada kucing, tetaplah memberikan perawatan yang baik dan rutin seperti pemberian makanan yang sehat, lingkungan yang bersih, dan kunjungan rutin ke dokter hewan. (ad)
Lokal

Berita Kalbar, PIFA - Menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dengan beberapa agenda kunjungan di Provinsi Kalimantan Barat, menuai respon dari beberapa kalangan aktifis mahasiswa di antaranya Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Provinsi Kalimantan Barat (Badko HMI Kalbar) pada Selasa (07/12/2021). Kehadiran orang nomor 1 di Republik Indonesia ini sepatutnya direspon oleh seluruh masyarakat dikarenakan Kalimantan Barat baru beberapa waktu yang lalu dilanda bencana banjir terparah dalam sejarahnya. Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (Kabid PTKP) HMI Kalbar Darsono mengatakan bahwa masyarakat harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan penderitaan dan tuntutan pasca bencana banjir. Karena, kedatangan Presiden menjadi percuma jika tidak membawa solusi penanganan banjir di Kalimantan Barat. “Sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat Kalimantan Barat merespon kedatangan Presiden Jokowi, karena baru-baru ini Kalimantan Barat dilanda oleh bencana banjir dan faktanya bencana ini menjadi yang terparah dalam sejarah Kalimantan Barat, dan kesempatan ini harus kita maksimalkan untuk menyampaikan keluhan penderitaan dan tuntutan. HMI Juga akan menyampaikan beberapa tuntutan yang merupakan solusi jangka panjang banjir Kalbar yang harus direalisasikan oleh Presiden. Karna menurut kami banjir sudah surut, percuma Presiden ke sini kalau tidak membawa solusi kongkrit,” Tegasnya. Lebih lanjut, Darsono mengatakan Pemerintah Pusat tidak serius untuk menanggulangi persoalan banjir di Kalbar. Saat ini belum ada langkah kongkrit untuk mengatasi dan menanggulangi persoalan banjir di Kalbar. Akibatnya, persoalan banjir masih menjadi momok untuk masyarakat terkhusus di daerah-daerah yang rawan terjadi banjir. “Kami menilai Pemerintah Pusat hari ini tidak serius untuk mengatasi persoalan banjir di Kalimantan Barat dan juga belum ada langkah kongrit dalam menanggulangi persoalan banjir ini, dan kalau tidak ada penyelesaiannya persoalan ini akan menjadi momok untuk masyarakat. Dalam kesempatan ini Kami Badko HMI Kalimantan Barat akan menyampaikan beberapa tuntutan agar direalisasikan oleh Presiden Republik Indonesia, sehingga kunjungan Presiden RI kali ini tidak percuma” ungkapnya. Adapun tuntutan yang akan disampaikan oleh BADKO HMI Kalimantan Barat antara lain : 1. Pengerukan Sungai Kapuas (terutama di bagian muara sungai) 2. Pelarangan izin baru kebun sawit 3. Penanaman jutaan pohon di sepanjang DAS Kapuas dan rehabilitasi hutan 4. Membangun jutaan sumur resapan di Kabupaten/Kota yang dilalui sungai kapuas 5. Tindak tegas penambang emas ilegal di sepanjang sungai Kapuas 6. Bantuan pembangunan rumah panggung bagi masyarakat yang terdampak banjir tahunan 7. Bangun bendungan raksasa untuk pengendalian banjir sungai Kapuas dan sebagai sumber energi listrik. 8. Membuat Pusat Pengaduan Banjir Sungai Kapuas. “Kumpulan tuntutan ini merupakan hasil pengamatan kami di lapangan dan tuntutan ini hanya bisa diselesaikan oleh Presiden, ” Kata Darsono yang juga merupakan Ketua IKAMI Sulsel Korwil Kalbarteng.
Lokal

Berita Sanggau, PIFA - Gubernur Kalbar, H Sutarmidji secara virtual Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sanggau di Aula Kantor Bupati Sanggau, Kalbar, Rabu (27/10/2021). Paolus Hadi selaku Bupati Sanggau, mengatakan dengan terbentuknya TPAKD di Kabupaten Sangau agar semua pihak bank mapun koperasi menangani masalah simpan pinjam masyarakat. "Tadi kita sudah dikukuhkan Tim TPAKD Kabupaten Sanggau oleh Pak Gubernur. dan tadi sudah jelas disampaikan fungsinya apa, kalau ini tim TPAKD tentunya kita berharap seluruh pihak terutama bank-bank termasuk juga koperasi yang menangani simpan pinjam,” ucapnya. “kemudian juga yang melakukan kredit untuk usaha masyarakat tentu bisa melihat bagaimana peluang-peluang yang disediakan ini termasuk juga masyarakat tentunya," tambahnya. Dia mengatakan gunanya Tim untuk mengkoordinasikan semuanya dan selanjutnya tentu harus kuat dengan data. "Karena data itu menentukan arah untuk kita mensupport lebih lanjut. Target utamanyakan pertumbuhan ekonomi, kemudian masyarakat kita tertangani dari permasalahan-permasalahan mereka. Daripada nanti mereka nanti terjerat kepada rentenir yang mungkin menekan mereka," tegasnya. Untuk itulah, PH sapaan akrabnya juga berharap agar TPAKD ini bukan hanya seremonial hari ini saja. Hadir juga Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Sekda Sanggau, Kukuh Triyatmaka, Kepala OPD Sanggau, Pihak Bank, dan undangan lainya.TPAKD Kabupaten Sanggau Dikukuhkan Gubernur Kalbar, Bupati Sanggau Minta Tim Untuk Terus Berkoordinasi Dan Menguatkan Data. Berita Sanggau, PIFA - Gubernur Kalbar, H Sutarmidji secara virtual Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sanggau di Aula Kantor Bupati Sanggau, Kalbar, Rabu (27/10/2021). Paolus Hadi selaku Bupati Sanggau, mengatakan dengan terbentuknya TPAKD di Kabupaten Sangau agar semua pihak bank mapun koperasi menangani masalah simpan pinjam masyarakat. "Tadi kita sudah dikukuhkan Tim TPAKD Kabupaten Sanggau oleh Pak Gubernur. dan tadi sudah jelas disampaikan fungsinya apa, kalau ini tim TPAKD tentunya kita berharap seluruh pihak terutama bank-bank termasuk juga koperasi yang menangani simpan pinjam,” ucapnya. “kemudian juga yang melakukan kredit untuk usaha masyarakat tentu bisa melihat bagaimana peluang-peluang yang disediakan ini termasuk juga masyarakat tentunya," tambahnya. Dia mengatakan gunanya Tim untuk mengkoordinasikan semuanya dan selanjutnya tentu harus kuat dengan data. "Karena data itu menentukan arah untuk kita mensupport lebih lanjut. Target utamanyakan pertumbuhan ekonomi, kemudian masyarakat kita tertangani dari permasalahan-permasalahan mereka. Daripada nanti mereka nanti terjerat kepada rentenir yang mungkin menekan mereka," tegasnya. Untuk itulah, PH sapaan akrabnya juga berharap agar TPAKD ini bukan hanya seremonial hari ini saja. Hadir juga Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Sekda Sanggau, Kukuh Triyatmaka, Kepala OPD Sanggau, Pihak Bank, dan undangan lainya.