Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Langsung Cek Fasilitas Siswa
Toyo | Rabu, 14 Januari 2026
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Langsung Cek Fasilitas Siswa
Toyo | Rabu, 14 Januari 2026









Teknologi

Berita Teknologi, PIFA - Xiaomi punya dua produk baru di Indonesia, yaitu Xiaomi TV Q1E 55" dan Mi Robot Vacuum-Mop 2 Lite. Apa yang menarik? Xiaomi TV Q1E di atas kertas tampak sangat mirip dengan Mi TV 55" Bezel less yang sama-sama menggunakan teknologi QLED. Namun bedanya, Q1E kini mendukung DTV-T2, alias TV digital, sementara Mi TV 55" Bezel less tidak. Panel layarnya ini diklaim mendukung DCI-P3 color gamut yang mencapai 97%, serta spektrum warna NTSC min 100%. Sementara dengan dynamic range tinggi didukung oleh Dolby Vision® dan HDR10+, menciptakan pengalaman sinematik yang luar biasa. Sistem operasinya adalah Android TV 10 dengan Chromecast terintegasi. Pada remote Bluetooth-nya juga dilengkapi tombol akses cepat ke Netflix dan Amazon Prime Video. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat melakukan perintah suara dengan Google Assistant, yang terhubung dengan perangkat AIoT. TV ini punya resolusi 4K, namun memang tampaknya tak ditujukan untuk gaming, karena refresh rate maksimalnya hanya 60Hz. Refresh rate 60Hz ini dilengkapi teknologi MEMC yang dijanjikan membuat perpindahan dan pergerakan gambar menjadi sangat halus. Secara bersamaan, Xiaomi juga meluncurkan produk ekosistem baru di Indonesia, yaitu Mi Robot Vacuum-Mop 2 Lite. Perangkat ini merupakan pilihan terbaik bagi pengguna yang pertama kali ingin memiliki robot vacuum. Mi Robot Vacuum-Mop 2 Lite memiliki 3 mode, yaitu sapu, pel, dan combo sapu-pel. Dengan sistem navigasi pintas dengan sensor visual, Mi Robot Vacuum-Mop 2 Lite mampu mengenali setiap garis pembatas untuk secara otomatis menyesuaikan arah dan membuat proses pembersihan menjadi lebih efisien dan optimal. Perbedaan elevasi lantai juga bukan masalah, karena perangkat ini memiliki kemampuan memanjat hingga ketinggian 20mm. Perangkat ini memiliki desain yang ramping serta tinggi hanya 8.2cm dari permukaan lantai, sehingga mampu menjangkau dan membersihkan berbagai area yang sempit dengan mudah. Mi Robot Vacuum-Mop 2 Lite dilengkapi penampungan debu berkapasitas 450ml dan tangki air 270ml yang mudah dibuka-pasang, disamping itu, perangkat ini juga bisa mengisi ulang dan melanjutkan pembersihan secara otomatis. Daya hisapnya mencapai 2200pa, yang diklaim punya tingkat kebisingan yang rendah dan konstan. Konektivitasnya kompatibel dengan Mi Home/Xiaomi home App Control, serta perintah suara lewat Google Assistant dan Alexa. Kedua produk ini mulai dijual pada 1 Juni mendatang baik secara online maupun offline. Harganya adalah sebagai berikut: * Xiaomi TV Q1E 55" Rp 8,5 juta * Mi Robot Vacuum-Mop 2 Lite Rp 2,8 juta. (rs)
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - PSSI kembali menunjukkan komitmen membangun masa depan sepak bola putri Indonesia dengan menggandeng Djarum Foundation dalam penyelenggaraan turnamen HYDROPLUS Piala Pertiwi U-14 dan U-16. Turnamen ini akan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2025 hingga 2027, dan diproyeksikan menjadi pilar penting dalam pengembangan talenta usia muda di tanah air.Kerja sama ini menjadi penanda keseriusan PSSI dalam memperkuat fondasi sepak bola putri sejak usia dini. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Djarum Foundation atas keterlibatannya melalui brand HYDROPLUS."PSSI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Djarum Foundation melalui brand HYDROPLUS yang mau turun langsung untuk mendorong inisiatif baik tersebut menjadi sesuatu yang dapat terlaksana sebagai suatu kegiatan yang memberikan dampak langsung di level Grassroot Sepak bola Putri Indonesia," kata Erick.Erick menambahkan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun sistem yang berjenjang, terstruktur, dan berkelanjutan bagi sepak bola putri nasional."Ini bukan hanya soal penyelenggaraan turnamen, tetapi momentum bersejarah dalam pembangunan sepak bola putri berjenjang di Indonesia yang akan mencetak banyak mimpi menjadi kenyataan," ujarnya.Sebagai organisasi yang dikenal luas melalui kontribusinya di dunia bulu tangkis, Djarum Foundation kini meluaskan kiprah ke sepak bola putri. Melalui program Milklife Soccer Challenge, yayasan ini telah aktif mendukung pembinaan akar rumput. President Director Djarum Foundation, Victor Hartono, menyampaikan tekadnya untuk ikut berperan dalam pembentukan ekosistem olahraga nasional.“Djarum Foundation berkomitmen kuat untuk turut membangun ekosistem olahraga di Indonesia, dengan keyakinan bahwa prestasi olahraga dapat menjadi kekuatan besar yang menyatukan bangsa,” ujar Victor.HYDROPLUS Piala Pertiwi U-14 dan U-16 akan melibatkan 32 tim di setiap regional, dengan partisipasi lebih dari 5.700 pemain putri, 120 pelatih, dan 62 wasit perempuan. Mereka akan unjuk kemampuan dalam 16 regional yang tersebar di berbagai kota besar, mulai dari Tangerang, Bandung, Samarinda, hingga Jayapura dan Yogyakarta. Kompetisi akan berakhir pada 29 Juni 2025 dan dilanjutkan dengan babak All Star yang menghadirkan 288 pemain terbaik di Kudus pada Juli mendatang.Lebih dari sekadar pembinaan pemain, turnamen ini juga membuka kesempatan bagi pelatih dan wasit untuk mendapatkan pelatihan serta lisensi secara gratis dari PSSI. Erick Thohir menegaskan manfaat turnamen ini sebagai sarana pencarian bakat untuk Timnas Putri Indonesia U-16 dan U-17 yang akan berlaga di ajang regional dan kontinental."HYDROPLUS Piala Pertiwi U-14 dan U-16 bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pelatih, wasit, dan pelaku sepak bola putri yang terlibat untuk mendapatkan program pelatihan atau lisensi gratis dari PSSI demi mengembangkan ekosistem sepak bola putri di Indonesia," jelas Erick.Turnamen ini juga melengkapi kompetisi Milk Life U-10 dan U-12 yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Seluruh kompetisi usia dini ini menjadi fondasi dalam membentuk skuad Timnas Putri U-16 untuk menghadapi Piala AFF U-16 Putri 2025, di mana Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah.PSSI berharap, langkah bersama dengan Djarum Foundation ini bisa menjadi pemantik keterlibatan lebih banyak pihak swasta dalam membina generasi emas sepak bola putri."Kita terus mengajak pihak swasta lain yang memiliki keinginan untuk memberikan kontribusi bagi peningkatan ekosistem sepak bola Indonesia, khususnya di level grassroots," tutup Erick Thohir.
Pifabiz

PIFAbiz - Konser tribute bertajuk "Glenn Fredly: 25 Years of Music" yang digelar di Beach City International Stadium, Jakarta, telah sukses menyajikan malam yang meriah dan penuh nostalgia bagi para penggemar musik Glenn Fredly. Acara yang diadakan untuk memperingati 25 tahun perjalanan musik Glenn Fredly ini mampu menghadirkan suasana yang sangat istimewa. Acara dimulai dengan penampilan menawan sejumlah penari yang membawakan tari tradisional Maluku, tempat kelahiran Glenn Fredly. Ini merupakan penghormatan kepada akar budaya sang maestro musik yang telah menginspirasi banyak orang selama bertahun-tahun. Kemudian, panggung dikuasai oleh The Bakuucakar, band pengiring Glenn Fredly yang telah setia mendampinginya selama belasan tahun. Mereka berhasil membangkitkan semangat dan kehadiran mendiang Glenn Fredly melalui musik yang akrab di telinga penonton. Puncak acara terjadi saat sosok Glenn Fredly muncul dalam bentuk holografik melalui teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Computer-Generated Imagery (CGI). Penonton yang terkesima tidak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka ketika Glenn Fredly memulai penampilannya dengan membawakan lagu "You are My Everything." Suasana konser seketika menjadi histeris dengan teriakan dan sorakan penonton yang merindukan kehadiran sang legenda. Setelah bernyanyi, Glenn Fredly mengambil waktu sejenak untuk menyapa penonton dengan tulus dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. "Puji Tuhan saya bisa menemani kalian sekarang. Thank you thank you thank you so much," kata Glenn Fredly di atas panggung. Konser tribute ini juga dimeriahkan oleh beberapa bintang ternama tanah air, termasuk Kaka Slank, Rossa, dan Iwan Fals, yang secara bergantian membawakan lagu-lagu hits Glenn Fredly seperti "Gara-gara Kamu," "Akhir Cerita Cinta," dan "Karena Cinta". Selain menyanyikan lagu-lagu tersebut, mereka juga mengungkapkan rasa kagum mereka terhadap sosok Glenn Fredly yang karya-karyanya telah menjadi legenda. (b)