Prabowo Tegaskan Tak Lindungi Pelanggar, Termasuk Kader Gerindra
Politik | Senin, 2 Februari 2026
PIFA, Politik - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum tanpa pandang bulu. Ia menyatakan tidak akan melindungi siapa pun, termasuk kader Partai Gerindra, apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo yang juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2025 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).
"Kalau (ada kader) Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap, saudara-saudara. Jangan macam-macam, enggak ada itu. Kita semua bergerak," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan, sebagai Kepala Negara, dirinya bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan latar belakang politik, baik kepala daerah maupun masyarakat yang dipimpin.
"Sekarang saya akan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia. Saya tidak akan tanya ini gubernurnya partai mana. Dulu milih calon nomor 1, 2, atau 3, saya enggak akan tanya," ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah kebijakan pemerintah yang tetap dijalankan di daerah-daerah yang tidak memenangkan dirinya pada Pemilihan Presiden 2024. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga rehabilitasi wilayah tetap digulirkan tanpa diskriminasi.
"Buktinya saya kalah di Sumbar, tapi tetap MBG sampai ke Sumbar, tetap Koperasi (Desa) Merah Putih, kita rehabilitasi Sumbar. Saya juga kalah di Aceh kan? Tetap kita bangun habis-habisan," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, hasil kontestasi politik tidak boleh memengaruhi kewajiban pemerintah dalam melayani rakyat.
"Kalah menang biasa, karena kita mengabdi untuk rakyat Indonesia," ujarnya.
Ia juga menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap kepala daerah tidak ditentukan oleh afiliasi partai politik.
"Saya enggak tanya, kau partai mana. Kan enggak saya tanya. Tetap saya dukung beliau," katanya.
Prabowo bahkan menegaskan tetap akan mendukung kepala daerah dari partai lain selama menjalankan tugasnya untuk rakyat.
"Pak Pram (Pramono Anung) dari PDIP, tapi tetap akan saya dukung sebagai Gubernur DKI. Karena tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat DKI," ujarnya.
Prabowo menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa kontestasi politik merupakan bagian dari demokrasi, namun setelah pemilihan usai seluruh pihak harus kembali fokus bekerja.
"Kalau ada pemilihan, harus ada pemilihan. Dua calon, tiga calon, lima calon, enggak apa-apa. Tapi begitu selesai, udah lah kerja," katanya.




















