Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim yang Kepung Rumah Warga Palestina di Qusra
Internasional | Sabtu, 15 Agustus 2026
AFP
Internasional | Sabtu, 15 Agustus 2026










Sports

PIFA, Sports - Olimpiade Paris 2024 berlangsung hingga pertengahan bulan Agustus. Para atlet dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berkompetisi dalam 45 cabang olahraga untuk memperebutkan gelar juara serta medali Olimpiade Paris 2024. Pertandingan Olimpiade Paris 2024 ini sangat dinanti oleh banyak orang. Namun, tak semua orang bisa menyaksikan pertandingan olahraga yang sedang berlangsung, karena perbedaan waktu atau jam. Nah, buat kamu yang ingin menyaksikan pertandingan yang sedang berlangsung secara digital, berikut ini cara mengecek jadwal pertandingan Olimpiade Paris 2024: Cara Pertama 1. Buka situs resmi Olimpiade Paris 2024 (https://olympics.com/en/paris-2024) 2. Pada laman utama, klik 'Schedule' atau 'Jadwal' 3. Pada kolom tanggal, pilih tanggal untuk mengecek jadwal pertandingan sesuai tanggalnya 4. Jika ingin melihat jadwal pertandingan 'Indonesia', klik 'Filter', lalu pada kolom 'All NOCs', pilih 'Indonesia' 5. Lalu, pilih tanggal pertandingan 6. Untuk menyesuaikan dengan waktu Indonesia, atur tampilan mengikuti 'My Time' 7. Setelah itu, akan muncul jadwal pertandingan olahraga Indonesia melawan negara lain dalam Olimpiade Paris 2024. 2. Cara Kedua 1. Buka laman https://olympics.com/en/paris-2024/schedule 2. Pada kolom tanggal, pilih tanggal untuk mengecek jadwal pertandingan sesuai tanggalnya 3. Jika ingin melihat jadwal pertandingan 'Indonesia', klik 'Filter', lalu pada kolom 'All NOCs', pilih 'Indonesia' 4. Lalu, pilih tanggal pertandingan 5. Untuk menyesuaikan dengan waktu Indonesia, atur tampilan mengikuti 'My Time' 6. Setelah itu, akan muncul jadwal pertandingan olahraga Indonesia melawan negara lain dalam Olimpiade Paris 2024.
Pifabiz

Kim Soo-hyun dipastikan tidak terlibat hubungan asmara dengan mendiang Kim Sae-ron saat sang aktris masih di bawah umur berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian Seoul. Kepolisian Gangnam Seoul menyimpulkan tuduhan yang beredar tersebut palsu dan sebagian besar dibuat menggunakan materi hasil rekayasa teknologi AI. Menurut laporan Korea JoongAng Daily pada Kamis (21/5), polisi menyatakan tangkapan layar percakapan KakaoTalk dan berkas audio yang disebarkan Kim Se-eui selaku pengelola kanal YouTube Hoverlab telah dimanipulasi. Polisi mengungkap nama dalam log percakapan sengaja diubah agar terlihat seolah-olah Kim Soo-hyun menjadi lawan bicara Kim Sae-ron. Sementara itu, rekaman suara yang beredar dipastikan merupakan hasil rekayasa AI. Dalam surat permohonan penangkapan Kim Se-eui, polisi menilai tersangka sengaja menyebarkan informasi palsu demi memperoleh keuntungan ekonomi, termasuk pendapatan dari YouTube. “Tersangka menyebarkan informasi palsu dengan niat mencemarkan nama baik Kim Soo-hyun, meskipun ia sepenuhnya sadar bahwa sang aktor tidak pernah menjalin hubungan dengan mendiang sejak masih di bawah umur,” demikian isi dokumen kepolisian. Penyidik menemukan bahwa 11 tangkapan layar percakapan tahun 2016 yang diterima Kim Se-eui dari salah satu anggota keluarga Kim Sae-ron telah diedit di tujuh bagian, termasuk mengganti identitas lawan bicara menjadi Kim Soo-hyun. Polisi menjelaskan aplikasi KakaoTalk kerap menampilkan label “orang tak dikenal” apabila akun pengguna telah dihapus atau diblokir. “Tersangka mengetahui identitas lawan bicara belum terkonfirmasi, tetapi tetap mengunggah materi yang dimanipulasi agar terlihat seolah-olah keduanya benar-benar saling berbicara,” ujar pihak kepolisian. Selain Kim Se-eui, pengacara keluarga Kim Sae-ron juga ditetapkan sebagai tersangka terpisah karena diduga ikut menyerahkan materi dan terlibat dalam penyebaran informasi palsu secara terorganisasi. Kuasa hukum Kim Soo-hyun, Ko Sang-rok, mengatakan pihaknya tidak pernah melaporkan pengacara keluarga Kim Sae-ron. “Tampaknya penyidik menemukan bukti konspirasi dan menjadikan pengacara tersebut sebagai tersangka,” kata Ko Sang-rok. Polisi menilai penyebaran informasi palsu itu berdampak besar terhadap kehidupan sosial dan karier profesional Kim Soo-hyun, termasuk kondisi kesehatan mental sang aktor yang disebut tengah menjalani perawatan psikiatris. Di sisi lain, Kim Se-eui membantah tuduhan tersebut dan menyebut pengajuan surat perintah penangkapan sebagai upaya menghambat aktivitas peliputannya. Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul telah mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Kim Se-eui atas dugaan pelanggaran undang-undang terkait penyebaran rekaman ilegal. Sidang peninjauan penahanan dijadwalkan berlangsung pekan depan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul.
Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi, S.M., turut serta dalam Retreat Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada 21-28 Februari 2025, dengan agenda khusus bagi kepala daerah (KDH) dari 21-28 Februari 2025 dan wakil kepala daerah (WKDH) pada 27-28 Februari 2025.Retreat ini menjadi ajang strategis bagi para pemimpin daerah untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta mendalami berbagai kebijakan nasional yang berorientasi pada pembangunan daerah. Dalam momen tersebut, Bupati Fransiskus Diaan dan Wabup Sukardi tampak mengenakan seragam loreng khas kegiatan lapangan di Akmil Magelang.Kegiatan retreat ini melibatkan sesi pelatihan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, penguatan visi pembangunan, serta diskusi dengan berbagai pemangku kebijakan nasional. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Dengan mengikuti retreat ini, diharapkan para kepala daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran dan diskusi dalam kebijakan daerah yang lebih inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat.