Mbappe. Reuters

Mbappe. Reuters

Berandascoped-by-BerandaSportsscoped-by-SportsPrancis Tembus Semifinal Piala Dunia 2026 dengan Rekor Mentereng di Fase Knockout

Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia 2026 dengan Rekor Mentereng di Fase Knockout

Sports | Jumat, 10 Juli 2026

Timnas Prancis melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif setelah belum sekalipun kebobolan sepanjang fase knockout. Les Bleus memastikan tiket empat besar usai mengalahkan Maroko 2-0 pada laga perempat final, Jumat (10/7) dini hari WIB.

Kylian Mbappe membuka keunggulan Prancis sebelum Ousmane Dembele menggandakan skor untuk mengunci kemenangan atas Singa Atlas.

Hasil tersebut memperpanjang rekor sempurna Prancis di babak gugur. Sebelum menyingkirkan Maroko, pasukan Didier Deschamps lebih dulu menghancurkan Swedia 3-0 dan mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 di babak 16 besar.

Dalam tiga pertandingan knockout, Prancis telah mencetak enam gol tanpa sekali pun kebobolan. Kokohnya pertahanan yang dipimpin William Saliba dipadukan dengan dominasi permainan membuat lawan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Di babak semifinal, Prancis masih menunggu pemenang laga perempat final antara Spanyol dan Belgia yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/7) dini hari WIB.

Spanyol menjadi calon lawan yang patut diwaspadai karena juga belum pernah kebobolan sepanjang turnamen hingga babak perempat final. Sementara Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil meyakinkan dalam laga sebelumnya.

Rekomendasi

Foto: Hadir dengan Berbagai Upgrade, New Yamaha MT-25 Semakin Tonjolkan Aura “The Master of Torque” yang Agresif | Pifa Net

Hadir dengan Berbagai Upgrade, New Yamaha MT-25 Semakin Tonjolkan Aura “The Master of Torque” yang Agresif

Indonesia
| Selasa, 21 Januari 2025
Foto: MU Dibantai Newcastle, Amorim Soroti Deretan Blunder | Pifa Net

MU Dibantai Newcastle, Amorim Soroti Deretan Blunder

Inggris
| Senin, 14 April 2025
Foto: Nita Vior Sibuk sebagai Pengantin Baru, Belajar Masak untuk Vincent Kosasih | Pifa Net

Nita Vior Sibuk sebagai Pengantin Baru, Belajar Masak untuk Vincent Kosasih

Indonesia
| Minggu, 19 Januari 2025
Foto: Ole Romeny Tak Sabar Bela Timnas Indonesia, Siap Kontribusi di Kualifikasi Piala Dunia | Pifa Net

Ole Romeny Tak Sabar Bela Timnas Indonesia, Siap Kontribusi di Kualifikasi Piala Dunia

Indonesia
| Senin, 10 Februari 2025
Foto: Mayor Teddy Naik Pangkat Menjadi Letkol, TB Hasanuddin: Sepertinya Tak Sesuai Aturan Biasa | Pifa Net

Mayor Teddy Naik Pangkat Menjadi Letkol, TB Hasanuddin: Sepertinya Tak Sesuai Aturan Biasa

Indonesia
| Jumat, 7 Maret 2025
Foto: Modifikasi Fazzio Hybrid Ini Tampil Retro Futuristic Ala Skutik Kalcer yang Kental dengan Japan Vibes | Pifa Net

Modifikasi Fazzio Hybrid Ini Tampil Retro Futuristic Ala Skutik Kalcer yang Kental dengan Japan Vibes

Indonesia
| Senin, 3 Februari 2025
Foto: Rayakan Satu Dekade NMAX, Ratusan Biker Sulsel Riding ke Puncak Malino | Pifa Net

Rayakan Satu Dekade NMAX, Ratusan Biker Sulsel Riding ke Puncak Malino

Indonesia
| Selasa, 6 Mei 2025
Foto: Kecewa dan Protes Besar Suporter MU ke Manajemen, Serukan Berbaju Hitam saat Jamu Arsenal | Pifa Net

Kecewa dan Protes Besar Suporter MU ke Manajemen, Serukan Berbaju Hitam saat Jamu Arsenal

Indonesia
| Rabu, 5 Maret 2025
Foto: Chanyeol EXO Siap Comeback dengan Mini Album Solo Kedua “Upside Down” | Pifa Net

Chanyeol EXO Siap Comeback dengan Mini Album Solo Kedua “Upside Down”

Pifabiz
| Senin, 4 Agustus 2025
Foto: MU Gagal Menang di Old Trafford, Ditahan West Ham 1-1 | Pifa Net

MU Gagal Menang di Old Trafford, Ditahan West Ham 1-1

Sports
| Jumat, 5 Desember 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Akun Instagram LBH Yogyakarta Tak Bisa Diakses Usai Update Konflik Wadas, Ribuan Aparat Kepung dan Tangkap Warga Wadas | Pifa Net

Akun Instagram LBH Yogyakarta Tak Bisa Diakses Usai Update Konflik Wadas, Ribuan Aparat Kepung dan Tangkap Warga Wadas

Berita Nasional, PIFA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta melaporkan aparat gabungan kepolisian dan TNI dengan jumalah ribuan Personil mendatangi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, sejak Selasa (8/2/2022).   Dalam video yang banyak beredar di media sosial, aparat dengan senjata lengkap mendatangi Desa Wadas. Beberapa warga ikut ditangkap aparat. Di lini masa pun ramai tagar #SaveWadas #WadasMelawan #WadasTolakTambang   Diketahui, para warga yang ditangkap adalah mereka yang bersikeras menolak lahannya dibebaskan untuk penambangan batu adesit. Luas tanah yang akan dibebaskan mencapai 124 hektar.   Batu andesit yang ditambang dari Desa Wadas ini sedianya akan digunakan sebagai material untuk pembangunan Waduk Bener yang lokasinya masih berada di Kabupaten Purworejo. Mereka menganggap lahan itu adalah sumber kehidupan mereka dan ketika ditambang berarti menghilangkan penghidupan Wadas yang berada di kawasan perbukitan Manoreh tersebut.    Sementara itu YLBHI mendesak aparat kepolisian membebaskan puluhan warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, yang ditangkap atas konflik yang terjadi di Desa Wadas.   "Bebaskan warga yang ditangkap atas konflik di Desa Wadas," ujar Ketua YLBHI Bidang Advokasi dan Jaringan, Zainal Arifin dalam keterangannya dilansir dari CNN, Rabu (9/2/2022).   Menurut Zainal, sekitar 60 warga Desa Wadas ditangkap saat tengah melakukan doa bersama atau istigasah. Para warga juga ditangkap saat tengah berada di kediamannya masing-masing.   "Bahwa penangkapan terhadap sekitar 60 warga dilakukan oleh kepolisian pada saat warga sedang melakukan istigasah. Warga yang sedang melakukan istigasah tiba-tiba dikepung dan ditangkap. Tidak cukup sampai di situ, Kepolisan juga melakukan sweeping dan penangkapan di rumah-rumah warga," kata Zainal.   Menurut Zainal, pernyataan Kabid Humas Polda Jateng yang menyebut penangkapan dilakukan lantaran para warga membawa senjata tajam merupakan informasi yang menyesatkan.   "Pada faktanya berdasarkan informasi dari warga, polisi mengambil alat-alat tajam seperti arit, serta mengambil pisau yang sedang digunakan oleh ibu-ibu untuk membuat besek (anyaman bambu)," kata Zainal.   Atas dasar kejadian-kejadian tersebut, Zainal meminta agar pemerintah menarik mundur aparat kepolisian dan TNI yang diterjunkan ke Desa Wadas. Zainal juga meminta agar rencana penambangan dihentikan untuk selamanya.   "Tarik mundur aparat Kepolisian dan TNI dari Desa Wadas. Hentikan pengukuran di Desa Wadas. Hentikan rencana penambangan Quary di Desa Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener," kata Zainal.   Selain itu berdasarkan pantauan PIFA, gerakan solidaritas warga wadas juga semakin marak di Media Sosial, beberapa akun media sosial turut memposting dan mempublikasikan peristiwa konflik yang terjadi, bahkan hingga berita ini diturunkan akun Instagram LBH Yogyakarta yang selalu update informasi perlawanan warga Wadas tidak bisa di akses.     Sementara itu akun media sosialnya  gubernur Jawa Tengah @ganjar_pranowo juga menjadi sorotan netizen ada banyak komentar dan postingan menandai akun tersebut yang mengecam dan meminta diberhentikan proyek tersebut  dan menarik aparat keamanan di Wadas. (ja) 

Wadas
| Rabu, 9 Februari 2022

Sports

Foto: Timnas U-20 Indonesia Gagal Menang Lawan 10 Pemain Irak di Laga Perdana Piala Asia | Pifa Net

Timnas U-20 Indonesia Gagal Menang Lawan 10 Pemain Irak di Laga Perdana Piala Asia

PIFA, Sports - Timnas U-20 Indonesia gagal menang lawan 10 pemain Irak di laga perdana Piala AFC U-20 2023 yang berlangsung di Stadion Lokomotiv, Tashkent, Rabu (1/3). Skuag Garuda Muda harus mengakui keunggulan Irak dengan skor 0-2. Pada laga tersebut, Irak terpaksa bermain dengan 10 pemain setelah Charbel Shamoon mendapatkan kartu merah akibat pelanggaran terhadap Arkhan Fikri. Namun, Skuad asuhan Coach Shin Tae-yong gagal memanfaatkan peluang unggulnya jumlah pemain itu. Dua gol kemenangan Irak dicetak oleh Hayder Abdulkareem pada menit ke-28 dan Mohammed Jameel pada menit ke-90+6. Coach Shin mengaku, kekalahan Indonesia disebabkan oleh gagalnya mengembangkan permainan walau unggul jumlah pemain di babak kedua. "Kami tidak bisa mencetak gol, meski mendapat banyak peluang. Ini hal yang harus kami perbaiki, dan tentu saja ini terkait kemampuan pemain. Di babak kedua kami unggul jumlah pemain, mungkin kami harus meningkatkan pola permainan kami,” jelas pelatih asal Korea Selatan itu. Dia pun tak mengerti tim besutannya masih tidak bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk membalikkan keadaan.  "Kami bermain bagus di babak pertama, tapi saya masih belum tahu mengapa kami tidak bisa bermain lebih baik lagi saat unggul jumlah pemain. Sebagai pelatih, saya akan evaluasi tim dan akan berbicara dengan tim,” ujar Shin Tae-yong. "Memang cuaca di Indonesia lebih panas dibandingkan di sini. Tapi saya pikir itu tidak bisa dijadikan alasan atas kekalahan ini. Hal paling utama dari kekalahan ini adalah kami kehilangan konsentrasi," tandasnya. Kendati demikian, Coach Shin memang mengakui adanya perbedaan kualitas antara starting eleven dan pemain pengganti.  “Ada jurang antara starting eleven dan pemain pengganti, karena memperlihatkan performa yang berbeda. Hal itu juga yang perlu kami perbaiki untuk laga selanjutnya,” tuturnya. Laga kedua, Timnas Indonesia bakal menghadapi Suriah di stadion yang sama, pada pukul 19.00 WIB. (yd)

Uzbekistan
| Kamis, 2 Maret 2023

Lifestyle

Foto: Cuti Melahirkan 6 Bulan Resmi Disahkan, Ini Dia Manfaatnya untuk Ibu dan Bayi | Pifa Net

Cuti Melahirkan 6 Bulan Resmi Disahkan, Ini Dia Manfaatnya untuk Ibu dan Bayi

PIFA, Lifestyle - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah resmi sahkan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak alias UU KIA. Sehingga dengan ini cuti ibu melahirkan resmi bertambah dari yang tadinya 3 bulan menjadi 6 bulan. Kebijakan ini tentu akan membawa berbagai manfaat yang signifikan untuk ibu dan bayi maupun keluarga. Apa saja, berikut di antaranya: 1. Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Cuti 6 bulan memungkinkan ibu hamil untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan dan pasca melahirkan. Waktu ini juga memberi kesempatan kepada ibu untuk fokus pada perawatan bayi, yang kritis dalam seribu hari pertama kehidupan anak. Penurunan risiko kesehatan baik bagi ibu maupun anak dapat berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan anak yang selama ini menjadi perhatian di Indonesia. 2. Mendukung Pemberian ASI Ekslusif Dengan cuti yang lebih panjang, ibu memiliki kesempatan lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. ASI memiliki kandungan nutrisi yang ideal bagi perkembangan bayi dan memperkuat sistem imun mereka. Dukungan ini sangat penting dalam menurunkan prevalensi stunting pada balita yang masih menjadi masalah di Indonesia. 3. Produktivitas Pekerja Perempuan Cuti 6 bulan juga bermanfaat bagi tempat kerja. Dengan memberikan waktu yang cukup bagi ibu untuk pulih dan menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai orang tua, perusahaan dapat melihat peningkatan produktivitas dan loyalitas dari pekerja perempuan. Kesejahteraan karyawan yang terjaga akan berkontribusi pada suasana kerja yang lebih positif dan produktif. (ly)

Indonesia
| Kamis, 13 Juni 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5