Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia 2026 dengan Rekor Mentereng di Fase Knockout
Sports | Jumat, 10 Juli 2026
Mbappe. Reuters
Sports | Jumat, 10 Juli 2026










Sports

PIFA, Sports - Manchester City berhasil mendapatkan tanda tangan bek muda Kroasia, Josko Gvardiol, setelah mencapai kesepakatan pribadi. Menurut laporan Fabrizio Romano, jurnalis spesialis transfer yang terkenal, Gvardiol telah menyetujui kepindahannya ke The Citizens, dan kini tinggal RB Leipzig menentukan harga transfernya. Josko Gvardiol, yang baru berusia 21 tahun, telah masuk radar Manchester City sejak musim panas ini. Penampilannya yang mengesankan telah memikat perhatian Pep Guardiola, manajer City. Meskipun masih muda, Gvardiol telah menunjukkan potensi yang besar dan bisa menjadi pemain andalan bagi Timnas Kroasia. Pada akhir tahun lalu, ia membawa Vatreni mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Selama membela RB Leipzig, Gvardiol tampil dalam 42 pertandingan, mencetak 3 gol, dan membantu klub Die Roten Bullen finis di posisi ketiga dalam klasemen Liga Jerman. Josko Gvardiol sebenarnya telah menjadi incaran banyak klub Eropa sejak musim lalu. Chelsea juga termasuk salah satu klub yang tertarik padanya, namun tidak berhasil merekrutnya. Mantan pemain Dinamo Zagreb itu dikabarkan telah memilih untuk hengkang pada musim panas ini. Jika transfernya terealisasi, Gvardiol akan menjadi tambahan kekuatan di lini belakang Manchester City, serta menjadi salah satu dalam daftar panjang bek mahal yang telah diboyong oleh klub tersebut. Kedatangan Gvardiol di Manchester City diharapkan akan memberikan dimensi baru dan meningkatkan kualitas pertahanan tim. Dengan potensi yang dimilikinya, Gvardiol memiliki prospek yang cerah di City dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam ambisi klub untuk meraih gelar domestik dan kontinental. Para penggemar Manchester City akan menantikan debut Gvardiol di tim dan melihat kemampuan bek muda ini berkembang di bawah asuhan Guardiola. Semoga kehadiran Gvardiol akan membantu City mencapai kesuksesan yang lebih besar di masa depan. (hs)
Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Barista asal Indonesia, Mikael Jasin berhasil meraih juara dalam kompetisi World Barista Championship 2024 yang berlangsung di BEXCO, Busan, Korea Selatan pada 1 sampai 4 Mei 2024. Mikael Jasin atau yang akrab disapa Miki, meraih juara usai mencoba dua kali peruntungan dalam ajang kompetisi barista dunia itu. Barista yang memiliki perusahaan So So Good Company itu kali ini sukses mengalahkan 53 peserta barista lainnya dari seluruh dunia yang berkompetisi selama 4 hari berturut-turut. Di babak final, Miki mampu mengalahkan lima barista lainnya asal Australia, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Irlandia, dan Belanda. Miki pun dinobatkan sebagai juara World Barista Championship 2024. Sepak terjang Mikael dalam dunia kopi sendiri sudah tidak perlu diragukan lagi, ia adalah barista Indonesia yang menempati urutan ke-4 World Barista Championship (WBC) di Boston pada tahun 2019. la juga menempati urutan ke-7 pada 2021 di Milan dengan membawa biji kopi 100% dari Indonesia. Berkatnya, kopi Indonesia bisa dikenal di kancah Internasional. Berikut adalah 3 finalis yang berhasil meraih juara di World Barista Championship, Busan, Korea Selatan: Juara 1: Mikael Jasin (Indonesia) Runner-up: Jack Simpson (Australia) Juara 3: Takayuki Ishitani (Jepang) Juara 4: Honoka Kawashima (Selandia Baru) Juara 5: Junghwan Lim (Korea Selatan) Juara 6: Ian Kissick (Irlandia) Juara 7: Zjevaun Lemar Janga (Belanda) (ly)
Lokal

PIFA.CO.ID, PONTIANAK - Enam anak di bawah umur diamankan personel Polsek Pontianak Selatan saat patroli skala besar bersama Polresta Pontianak, Senin (24/03/2025), setelah diduga akan melakukan aksi perang sarung di Jalan Tanjungpura, Gang Bayu.Dari enam anak yang diamankan, lima diantaranya adalah laki-laki dan satu perempuan. Penangkapan ini diperkuat dengan ditemukannya barang bukti enam buah sarung yang biasa digunakan untuk tawuran, serta satu bilah senjata tajam (sajam) yang disimpan di kediaman salah satu anak yang diamankan.Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Jatmiko langsung memberikan wejangan dan nasihat kepada anak-anak tersebut di Mapolsek Pontianak Selatan. Dengan pendekatan humanis, Jatmiko mengingatkan mereka tentang bahaya aksi tawuran yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.“Kalian ini masih muda, masa depan masih panjang. Jangan sampai terjerumus dalam tindakan yang dapat merusak masa depan kalian. Perang sarung ini bukan sekadar permainan, tapi bisa berujung pidana jika menyebabkan korban luka atau lebih parah lagi,” tegasnya.Kapolsek juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama di malam hari selama bulan Ramadan, di mana aksi perang sarung dan kenakalan remaja sering terjadi.Setelah diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan, keenam anak tersebut rencananya akan dipulangkan kepada orang tua mereka dengan syarat tidak mengulangi perbuatannya.Polsek Pontianak Selatan berkomitmen untuk terus menggelar patroli guna mencegah aksi serupa dan menjaga keamanan di wilayahnya.