Pria di Korut kena eksekusi mati karena menonton K-Pop. (KCNA)

Pria di Korut kena eksekusi mati karena menonton K-Pop. (KCNA)

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalPria di Korut Dieksekusi Mati karena Nonton K-Pop

Pria di Korut Dieksekusi Mati karena Nonton K-Pop

Korea Utara | Rabu, 3 Juli 2024

PIFA, Internasional - Korea Utara kembali menjadi sorotan dunia setelah dilaporkan mengeksekusi seorang warganya di depan publik karena ketahuan mendengar musik K-Pop dan menyebarkan konten musik serta film asal Korea Selatan.

Menurut laporan Hak Asasi Manusia di Korea Utara yang dibuat oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan, eksekusi ini terjadi sekitar tahun 2022 dan semakin menggambarkan kebrutalan rezim Kim Jong Un dalam meredam pengaruh Barat dan Korea Selatan di negara yang terisolasi tersebut.

Korban eksekusi merupakan seorang pria berusia 22 tahun yang berasal dari Provinsi Hwanghae Selatan. Pria ini dihukum mati setelah ketahuan mendengarkan 70 lagu K-Pop, menonton tiga film Korea, dan menyebarkan konten tersebut kepada rekan-rekannya. Laporan ini memuat cerita dari 639 warga Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan, yang secara jelas menunjukkan tindakan represif pemerintah Korea Utara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong Un telah menerapkan sejumlah aturan baru yang semakin memperketat konsumsi hiburan warganya. Pada tahun 2020, Korea Utara mengesahkan Undang-Undang "Larangan Ideologi dan Budaya Reaksioner" yang melarang keras warganya terpapar budaya Barat, termasuk budaya Korea Selatan yang dianggap sebagai "pengaruh jahat".

Menurut laporan Hak Asasi Manusia Kementerian Unifikasi Korea Selatan, warga Korea Utara bahkan secara rutin menjalani inspeksi ponsel untuk mengetahui apakah ada yang menggunakan ejaan, ekspresi, dan istilah slang dari Korea Selatan, seperti "oppa" untuk memanggil kakak laki-laki atau kekasih pria.

Salah satu pembelot Korea Utara, seorang wanita berusia awal 20-an, mengungkapkan bahwa penyebaran konten budaya Korea Selatan mempengaruhi Korea Utara dengan sangat cepat.

"Generasi muda mengikuti dan meniru budaya Korea Selatan, dan mereka sangat menyukai apa pun yang berasal dari Korea Selatan," ungkapnya. "Setelah menonton drama Korea, banyak anak muda bertanya-tanya, 'mengapa kita harus hidup seperti ini?'... SVIRaya pikir saya lebih baik mati daripada tinggal di Korea Utara," tambah wanita yang kini sudah tinggal di Korea Selatan tersebut.

Rekomendasi

Foto: Pj Gubernur Kalbar Tegaskan Sanksi Disiplin untuk SMAN 1 Mempawah Terkait Lalai Pengisisan PDSS | Pifa Net

Pj Gubernur Kalbar Tegaskan Sanksi Disiplin untuk SMAN 1 Mempawah Terkait Lalai Pengisisan PDSS

Mempawah
| Jumat, 7 Februari 2025
Foto: Kadisdik Kalbar Pastikan Dana PIP Tepat Sasaran, akan Sanksi Tegas Sekolah yang Lakukan Pemotongan | Pifa Net

Kadisdik Kalbar Pastikan Dana PIP Tepat Sasaran, akan Sanksi Tegas Sekolah yang Lakukan Pemotongan

Pontianak
| Jumat, 2 Mei 2025
Foto: Kajol Notice Mayor Teddy hingga Sugiono Nyanyi Kuch Kuch Hota Hai | Pifa Net

Kajol Notice Mayor Teddy hingga Sugiono Nyanyi Kuch Kuch Hota Hai

Indonesia
| Selasa, 28 Januari 2025
Foto: Bobon Santoso Tanggapi soal Daging Sapi Hilang Willie Salim di Palembang | Pifa Net

Bobon Santoso Tanggapi soal Daging Sapi Hilang Willie Salim di Palembang

Palembang
| Sabtu, 22 Maret 2025
Foto: AI China DeepSeek Picu Kekhawatiran Bisnis Teknologi AS, Nvidia Rugi US$593 Miliar dalam Sehari | Pifa Net

AI China DeepSeek Picu Kekhawatiran Bisnis Teknologi AS, Nvidia Rugi US$593 Miliar dalam Sehari

China
| Selasa, 28 Januari 2025
Foto: Dirut Bank Kalbar Rokidi Dikabarkan Mundur, Ria Norsan: Suratnya Belum Sampai ke Saya | Pifa Net

Dirut Bank Kalbar Rokidi Dikabarkan Mundur, Ria Norsan: Suratnya Belum Sampai ke Saya

Pontianak
| Selasa, 8 April 2025
Foto: Panduan Lengkap Puasa Ramadhan: Niat, Waktu hingga Tata Caranya | Pifa Net

Panduan Lengkap Puasa Ramadhan: Niat, Waktu hingga Tata Caranya

Indonesia
| Senin, 17 Februari 2025
Foto: Babymonster YG Entertainment Rilis Single "Hot Sauce" Juli Ini | Pifa Net

Babymonster YG Entertainment Rilis Single "Hot Sauce" Juli Ini

Pifabiz
| Selasa, 24 Juni 2025
Foto: Kadisdikbud Kalbar akan Sanksi Tegas Kepsek Jika Terlibat Pemotongan PIP | Pifa Net

Kadisdikbud Kalbar akan Sanksi Tegas Kepsek Jika Terlibat Pemotongan PIP

Kalbar
| Jumat, 21 Februari 2025
Foto:  Warga Bubarkan Kegiatan Ibadah Kristen di Sukabumi, Polisi: Itu Rumah Singgah Bukan Gereja | Pifa Net

Warga Bubarkan Kegiatan Ibadah Kristen di Sukabumi, Polisi: Itu Rumah Singgah Bukan Gereja

Nasional
| Senin, 30 Juni 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Jay Idzes, Bek Tangguh Berdarah Belanda Siap Perkuat Timnas Indonesia | Pifa Net

Jay Idzes, Bek Tangguh Berdarah Belanda Siap Perkuat Timnas Indonesia

PIFA, Sports - Hasrat masyarakat untuk melihat timnas Indonesia tampil lebih kompetitif mendapatkan jawaban positif. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, baru-baru ini mengumumkan kabar gembira bahwa bek tangguh asal Belanda yang bermain untuk klub Liga Italia Serie B Venezia, Jay Idzes, telah resmi bergabung dengan timnas Indonesia untuk mengikuti proses administrasi. Keputusan ini akan membuat Jay Idzes menjadi bagian penting dalam upaya penguatan timnas Indonesia di sejumlah kompetisi tingkat senior. Hal itu diumumkan oleh ketua umum PSSI Erick Thohir. "Hari ini saya mengumumkan bahwa pemain asal klub Venezia, Jay Idzes, akan kita proses untuk memperkuat Merah Putih di ajang internasional, menjadikan Garuda Mendunia semakin kuat," kata Erick.  Diketahui, Jay Idzes adalah seorang pemain yang memiliki reputasi solid di dunia sepakbola. Musim lalu, ia menjadi salah satu pilar penting bagi tim Go Ahead Eagles yang berhasil finis di posisi ke-11 Liga Utama Belanda Eredivisie. Meskipun masih berusia 23 tahun, Idzes telah menarik perhatian timnas Belanda, namun ia memilih untuk mengambil peluang bermain reguler dengan timnas Indonesia. Erick Thohir menegaskan,bahwa usia Jay saat ini baru berusia 23 Tahun dan karirnya menuju puncak dengan alasan itu penambahannya dalam timnas Indonesia akan sangat berharga. "Jay masih berusia 23 tahun dan karirnya sedang menuju puncak. Dia adalah pemain yang sangat potensial dan, Insya Allah, akan menjadi tambahan berharga untuk kekuatan timnas kita,”tambah Erick. Perjalanan karier Jay Idzes dalam sepakbola dimulai sejak usia 7 tahun ketika ia bergabung dengan klub amatir, SC Brabant, di Mierlo. Dari situ, ia mengikuti perkembangan sepakbolanya hingga akhirnya bermain untuk klub-klub terkemuka seperti PSV Eindhoven, VVV-Venlo, dan FC Eindhoven. Kini, dengan kepindahannya ke Venezia di Liga Italia, Jay Idzes siap memberikan kontribusi maksimal untuk timnas Indonesia dan mengangkat prestasinya ke level internasional. (hs)

Indonesia
| Rabu, 6 September 2023

Nasional

Foto: 10 Hari Pilot Susi Air Disandera KKB Papua, Panglima TNI: Masih Negosiasi Pembebasannya | Pifa Net

10 Hari Pilot Susi Air Disandera KKB Papua, Panglima TNI: Masih Negosiasi Pembebasannya

PIFA, Nasional - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan Penjabat (Pj) Bupati Nduga Namia Gwijangge sudah meminta waktu untuk bernegosiasi dengan KKB agar Pilot Susi Air dibebaskan. Seperti diketahui pilot berkebangsaan Selandia Baru itu sudah hilang dan disandera sejak 10 Februari lalu, namun hingga kini belum berhasil dibebaskan.  "Karena dari bupati minta waktu dia akan nego dulu," kata Panglima TNI kemarin, dikutip PIFA dari CNN Indonesia, Jumat (17/2). Yudo menyebut posisi prajurit TNI yang diturunkan untuk operasi sekarang masih dalam status menunggu terlebih dulu. TNI juga menyanggupi upaya dilakukan Namia untuk bernegosiasi. "Ya sudah kita penuhi permintaan Bupati Nduga," tandas dia. Soal negosiasi, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa mengatakan upaya dialog juga dilakukan oleh tokoh agama hingga tokoh masyarakat. "Masih dilakukan pendekatan dialog atau soft approach yang dilakukan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah Nduga," kata Saleh di Papua, kemarin.  Namun, dia menegaskan bahwa upaya soft approach itu memiliki batas waktu. "Mengingat waktu sudah berjalan beberapa hari, kami dari aparat TNI-Polri juga punya standar operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum, agar persoalan ini tidak berlarut, yaitu ada batas waktunya," tambah dia. (yd) 

Papua
| Jumat, 17 Februari 2023

Nasional

Foto: Mayor Teddy Naik Pangkat Menjadi Letkol, TB Hasanuddin: Sepertinya Tak Sesuai Aturan Biasa | Pifa Net

Mayor Teddy Naik Pangkat Menjadi Letkol, TB Hasanuddin: Sepertinya Tak Sesuai Aturan Biasa

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PDIP, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dari Mayor menjadi Letnan Kolonel. Keputusan ini menuai perhatian dan polemik di kalangan masyarakat, khususnya dari pengamat militer dan anggota militer sendiri.Kenaikan pangkat tersebut didasarkan pada Keputusan Panglima TNI nomor Kep/238/II/2025 tanggal 25 Februari 2025, yang menetapkan kenaikan pangkat reguler percepatan (KPRP) dari Mayor ke Letnan Kolonel untuk Mayor Inf Teddy Indra Wijaya.TB Hasanuddin menyatakan bahwa kenaikan pangkat militer biasanya dilakukan dua kali dalam setahun, kecuali untuk perwira tinggi TNI yang dapat dinaikan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Ia juga menganggap bahwa istilah KPRP yang baru didengarnya, memunculkan pertanyaan apakah kebijakan ini hanya berlaku untuk Teddy atau untuk seluruh prajurit TNI."Saya baru mendengar istilah KPRP, dan saya mempertanyakan apakah ini hanya berlaku bagi Mayor Teddy atau berlaku bagi semua prajurit," ujarnya kepada wartawan pada Jumat (7/3/2025).Menanggapi kontroversi ini, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengonfirmasi bahwa kenaikan pangkat Mayor Teddy telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI. Wahyu juga menegaskan bahwa administrasi terkait kenaikan pangkat tersebut telah dipenuhi secara lengkap."Kenaikan pangkat Mayor Teddy sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI dan secara administratif semua sudah terpenuhi," kata Wahyu kepada media pada Kamis (6/3/2025).Surat Perintah Nomor Sprin/674/II/2025 yang dikeluarkan pada 6 Maret 2025 juga menyatakan bahwa Teddy Indra Wijaya secara resmi menggunakan pangkat Letnan Kolonel terhitung mulai 25 Februari 2025.Kontroversi ini menyoroti pentingnya transparansi dalam proses pengangkatan dan kenaikan pangkat di lingkungan TNI, agar tidak menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat.

Indonesia
| Jumat, 7 Maret 2025
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5