Profil 3 Korban Tewas Penembakan Massal di Masjid San Diego
Internasional | Kamis, 21 Mei 2026
Peristiwa penembakan di San Diego Islamic Center yang menewaskan lima orang termasuk dua pelaku memicu kecaman luas di Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa “mengerikan”. Polisi menduga dua pelaku tewas akibat bunuh diri setelah ditemukan di dalam mobil beberapa blok dari lokasi kejadian.
Wali Kota San Diego Todd Gloria menegaskan kebencian tidak memiliki tempat di kota tersebut dan memastikan perlindungan terhadap komunitas Muslim akan diperkuat.
Direktur San Diego Islamic Center, Imam Taha Hassane, juga mengecam keras serangan tersebut dan menyebut penargetan tempat ibadah sebagai tindakan yang keterlaluan.
Berikut profil tiga korban yang tewas dalam penembakan tersebut:
1. Mansour Kaziha
Mansour Kaziha atau dikenal sebagai Abu Ezz berusia 78 tahun dan merupakan sosok senior di lingkungan masjid. Ia disebut sempat menghubungi polisi sebelum akhirnya tewas ditembak.
Pria asal Suriah itu telah menikah dan memiliki lima anak. Ketua dewan masjid Ahmed Shabaik menyebut Kaziha sebagai pilar penting masjid sejak dibangun pada 1980-an.
Selain mengelola toko suvenir masjid, ia juga aktif menyiapkan makanan buka puasa dan sahur selama Ramadan.
2. Nader Awad
Nader Awad berusia 57 tahun dan tinggal di seberang kompleks pusat Islam tersebut. Ia dikenal rutin melaksanakan salat di masjid setiap hari.
Saat mendengar suara tembakan, Awad berlari menuju gedung sekolah tempat istrinya mengajar untuk membantu para korban.
Imam Taha Hassane menyebut Awad sebagai anggota komunitas Muslim yang sangat taat dan peduli terhadap keselamatan orang lain.
3. Abdullah
Abdullah merupakan petugas keamanan di kompleks masjid dan disebut memiliki delapan anak.
Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan tindakan Abdullah sangat heroik dan diyakini berhasil menyelamatkan banyak nyawa dalam insiden tersebut.
Putrinya, Hawaa Abdullah, menggambarkan ayahnya sebagai sosok penyayang, suportif, dan sangat serius menjalankan tugas menjaga keamanan masjid.
Menurut Hawaa, sang ayah bahkan kerap menunda makan saat bekerja karena takut sesuatu yang buruk terjadi ketika dirinya sedang beristirahat.



















