laine Gibson, pria Australia yang melacak puing pertama dari maskapai Malaysia Airline MH370 yang hilang pada 2014. (Foto: Twitter @airnewsalerts)

Berita Internasional, PIFA - Sepotong puing diduga dari pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370 yang jatuh pada 8 Maret 2014 dan dinyatakan hilang, dilaporkan ditemukan baru-baru ini di Madagaskar. Dilansir dari 9 News, pesawat Boeing 777 itu hilang sejak 8 Maret 2014, saat terbang dari Kuala Lumpur Malaysia, ke Beijing dengan total penumpang penumpang 239 orang, termasuk pilot dan kru.

Penemuan puing tersebut menguatkan dugaan teori bahwa salah satu pilot sengaja menurunkan roda pendaratan pesawat. Ditemukannya bagian 'Trunnion Door’ pesawat itu juga mendukung teori bahwa MH370 sengaja dijatuhkan oleh pilot.

Potongan puing besar berukuran 32"×28” yang terdampar di Pantai Selatan Semenanjung Antsiraka setelah badai tropis Fernando pada Maret 2017 itu ditemukan oleh seorang nelayan setempat. Namun, mereka tak menyadari betapa pentingnya penemuan potongan rongsokan pesawat itu.

Puing tersebut disimpannya di kebunnya selama lima tahun. Dilansir dari Kompas.com, puing tersebut digunakan oleh istri nelayan untuk papan cucinya, sejak 2017.

Nelayan itu baru melaporkannya pada November 2022. Penemuan puing tersebut baru dilaporkan oleh insinyur Inggris, Richard Godfrey dan pemburu rongsokan MH370, Blaine Gibson, minggu ini.

Tim tersebut mengungkapkan bahwa puing-puing roda pendaratan yang dikenal sebagai pintu trunnion kemungkinan ditembus dari dalam oleh mesin pesawat yang pecah akibat benturan. Hal ini menunjukkan bahwa roda pendaratan mungkin sedang turun saat pesawat menabrak Samudera Hindia.

Diketahui bahwa selama pendaratan darurat di atas air, pilot dilatih untuk menarik kembali roda pendaratan pesawat dan menurunkan tutupnya untuk memastikan pendaratan yang terkendali dan berkecepatan rendah. Namun sayap pada MH370 diyakini tak ditarik pilot untuk memperlambat kecepatan pesawat dan memperpanjang peralatan pendaratan.

Kecepatan tinggi yang tak terbendung itu dapat menyebabkan badan pesawat hancur ketika pesawat menghantam laut. Kemudian, menaruh roda pendaratan juga akan meningkatkan kemungkinan sebuah pesawat tenggelam dengan cepat, mengurangi waktu evakuasi bagi para penyintas.

Dalam laporan terbarunya, Godfrey dan Gibson menyatakan bahwa pesawat itu sengaja jatuh.

"Fakta bahwa kerusakan terjadi dari sisi interior ke sisi eksterior ... mengarah pada kesimpulan bahwa roda pendaratan sangat diperpanjang saat terjadi benturan, yang pada gilirannya mendukung kesimpulan bahwa ada pilot yang aktif hingga akhir penerbangan," demikan bunyi laporan tersebut, dikutip dari Kompas.com.

Kemudian dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa tingkat kerusakan dengan retakan di semua sisi dan kekuatan penetrasi yang ekstrem dan menembus puing-puing mengarah pada kesimpulan bahwa akhir bahwa penerbangan berubah menjadi penyelaman berkecepatan tinggi yang kemungkinan dirancang untuk memastikan pesawat hancur berkeping-keping.

"Salah satu teori yang berlaku tentang bagaimana penerbangan MH370 jatuh adalah bahwa Kapten Zaharie Ahmad Shah, pilot veteran Malaysia Airlines, sengaja menjatuhkan pesawat ke laut. Pintu roda pendaratan yang rusak membuat jumlah potongan puing MH370 yang ditemukan di Madagaskar dan diserahkan kepada pihak berwenang menjadi 19," seperti dikutip dari Kompas.com.

Berita Internasional, PIFA - Sepotong puing diduga dari pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370 yang jatuh pada 8 Maret 2014 dan dinyatakan hilang, dilaporkan ditemukan baru-baru ini di Madagaskar. Dilansir dari 9 News, pesawat Boeing 777 itu hilang sejak 8 Maret 2014, saat terbang dari Kuala Lumpur Malaysia, ke Beijing dengan total penumpang penumpang 239 orang, termasuk pilot dan kru.

Penemuan puing tersebut menguatkan dugaan teori bahwa salah satu pilot sengaja menurunkan roda pendaratan pesawat. Ditemukannya bagian 'Trunnion Door’ pesawat itu juga mendukung teori bahwa MH370 sengaja dijatuhkan oleh pilot.

Potongan puing besar berukuran 32"×28” yang terdampar di Pantai Selatan Semenanjung Antsiraka setelah badai tropis Fernando pada Maret 2017 itu ditemukan oleh seorang nelayan setempat. Namun, mereka tak menyadari betapa pentingnya penemuan potongan rongsokan pesawat itu.

Puing tersebut disimpannya di kebunnya selama lima tahun. Dilansir dari Kompas.com, puing tersebut digunakan oleh istri nelayan untuk papan cucinya, sejak 2017.

Nelayan itu baru melaporkannya pada November 2022. Penemuan puing tersebut baru dilaporkan oleh insinyur Inggris, Richard Godfrey dan pemburu rongsokan MH370, Blaine Gibson, minggu ini.

Tim tersebut mengungkapkan bahwa puing-puing roda pendaratan yang dikenal sebagai pintu trunnion kemungkinan ditembus dari dalam oleh mesin pesawat yang pecah akibat benturan. Hal ini menunjukkan bahwa roda pendaratan mungkin sedang turun saat pesawat menabrak Samudera Hindia.

Diketahui bahwa selama pendaratan darurat di atas air, pilot dilatih untuk menarik kembali roda pendaratan pesawat dan menurunkan tutupnya untuk memastikan pendaratan yang terkendali dan berkecepatan rendah. Namun sayap pada MH370 diyakini tak ditarik pilot untuk memperlambat kecepatan pesawat dan memperpanjang peralatan pendaratan.

Kecepatan tinggi yang tak terbendung itu dapat menyebabkan badan pesawat hancur ketika pesawat menghantam laut. Kemudian, menaruh roda pendaratan juga akan meningkatkan kemungkinan sebuah pesawat tenggelam dengan cepat, mengurangi waktu evakuasi bagi para penyintas.

Dalam laporan terbarunya, Godfrey dan Gibson menyatakan bahwa pesawat itu sengaja jatuh.

"Fakta bahwa kerusakan terjadi dari sisi interior ke sisi eksterior ... mengarah pada kesimpulan bahwa roda pendaratan sangat diperpanjang saat terjadi benturan, yang pada gilirannya mendukung kesimpulan bahwa ada pilot yang aktif hingga akhir penerbangan," demikan bunyi laporan tersebut, dikutip dari Kompas.com.

Kemudian dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa tingkat kerusakan dengan retakan di semua sisi dan kekuatan penetrasi yang ekstrem dan menembus puing-puing mengarah pada kesimpulan bahwa akhir bahwa penerbangan berubah menjadi penyelaman berkecepatan tinggi yang kemungkinan dirancang untuk memastikan pesawat hancur berkeping-keping.

"Salah satu teori yang berlaku tentang bagaimana penerbangan MH370 jatuh adalah bahwa Kapten Zaharie Ahmad Shah, pilot veteran Malaysia Airlines, sengaja menjatuhkan pesawat ke laut. Pintu roda pendaratan yang rusak membuat jumlah potongan puing MH370 yang ditemukan di Madagaskar dan diserahkan kepada pihak berwenang menjadi 19," seperti dikutip dari Kompas.com.

0

0

You can share on :

0 Komentar

Berita Lainnya