Rafael Struick Cetak Gol Spektakuler, Dewa United Tumbangkan Persik
Sports | Sabtu, 5 September 2026
iLeague
Sports | Sabtu, 5 September 2026










Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Growth mindset atau pola pikir berkembang telah menjadi fokus penting dalam pendidikan dan perkembangan anak. Dalam pandangan psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Klinis, growth mindset adalah kunci utama bagi anak-anak untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup. Dengan memandang keberhasilan sebagai hasil dari usaha, dedikasi, dan ketekunan yang berkelanjutan, anak-anak akan dapat mengatasi tantangan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memaksimalkan potensi mereka. 1. Menggunakan Kata-kata yang Membangun Ratih Ibrahim menekankan pentingnya penggunaan kata-kata yang membangun ketika berbicara dengan anak-anak. Mengganti pertanyaan "bisa enggak" dengan "belum bisa" atau "nanti sebentar lagi bisa" akan memberi kesempatan bagi anak untuk terus berusaha dan belajar. Dengan cara ini, anak akan merasa didukung dan termotivasi untuk menghadapi tantangan dengan penuh semangat. 2. Memberi Ruang untuk Anak Menyelesaikan Masalah Sebagai orangtua, bukanlah tugas kita untuk menjadikan anak takut terhadap masalah, tetapi membantu mereka untuk berbesar hati dan mau mencari solusi kreatif. Memberi ruang pada anak untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri akan mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri dalam diri mereka. 3. Menjadi Teladan dengan Growth Mindset Sebagai role model utama anak, orangtua perlu menunjukkan perilaku yang mencerminkan growth mindset dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menunjukkan sikap empati, ketekunan, dan ketahanan mental, orangtua dapat memberikan contoh positif bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan dan mengatasi kegagalan. 4. Menguasai Delapan Winning Skills Growth mindset menjadi landasan bagi anak-anak untuk menguasai delapan winning skills, yaitu perhatian, fokus, daya ingat, kemampuan berbahasa, kemampuan psikomotor, logika, penalaran, dan kemampuan membuat keputusan. Dengan pola pikir berkembang, anak-anak akan dapat mengembangkan potensi dalam berbagai bidang kehidupan. 5. Menghadapi Tantrum atau Ekspresi Frustrasi Anak Tantrum pada anak merupakan ekspresi frustrasi yang umum terjadi pada usia pra-sekolah. Ratih Ibrahim memberikan tips untuk menghadapinya dengan mengajak anak membuat adonan roti. Aktivitas ini membantu anak mengeluarkan emosinya dengan cara yang aman dan produktif serta memberikan kesempatan bagi orangtua untuk mendengarkan dan memahami perasaan anak.
Nasional

PIFA, Jateng - Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kembali mencuri perhatian setelah nyala apinya padam sejak awal Januari 2026. Fenomena yang selama puluhan tahun menjadi ikon wisata alam dan simbol semangat kebangsaan itu kini hanya meninggalkan bekas tanah hangat tanpa kobaran api, membuat banyak wisatawan kecewa saat berkunjung ke lokasi. Kondisi ini terjadi setelah aliran gas alam yang menyuplai titik api mengalami hambatan serius di bawah permukaan tanah.Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah telah turun langsung meninjau lokasi dan mengungkap penyebab utamanya. Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, menjelaskan bahwa “prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” ujarnya di lokasi Api Abadi Mrapen pada Selasa (3/2/2026), dilansir dari detikJateng. Lumpur yang menumpuk di dalam sumur gas menghalangi aliran gas sehingga tekanannya tidak cukup kuat untuk sampai ke permukaan dan menyala.Meski api tampak padam, pihak ESDM menegaskan bahwa sumber gas penyuplai Api Abadi Mrapen masih cukup melimpah. “Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula,” kata Dwi. Pihaknya memastikan fenomena ini bukan karena habisnya cadangan gas, melainkan hanya persoalan teknis aliran yang tersumbat.Untuk mengatasi masalah tersebut, rencananya sumur gas akan dibersihkan melalui proses flushing. “Nanti sumur (gas) itu akan di-flushing, flushing itu dibersihkan kembali supaya lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali, bisa sampai ke yang di bagian belakang ini (titik api abadi),” ungkap Dwi. Dwi berharap setelah proses pembersihan, tekanan gas bisa kembali normal dan Api Abadi Mrapen menyala seperti sediakala dalam waktu sekitar satu minggu.Sebelum benar‑benar padam, pengelola sudah mengamati tanda‑tanda perubahan. Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, menyebut bahwa sejak akhir Desember 2025, nyala api sudah terlihat mengecil. “Sebelumnya kita sudah laporan tanggal 28 Desember 2025 itu apinya sudah mengecil,” kata Annas. Puncaknya, pada awal Januari 2026, api benar‑benar tidak lagi tampak menyala di permukaan.Selain persoalan teknis, padamnya Api Abadi Mrapen juga berdampak pada aktivitas wisata. Banyak pengunjung yang datang dari luar kota kecewa karena tidak bisa melihat langsung fenomena api abadi yang menjadi daya tarik utama lokasi tersebut. Namun, pengelola dan pemerintah daerah berupaya menjaga kepercayaan publik dengan terus memberi informasi transparan soal langkah‑langkah perbaikan yang sedang dilakukan.Kasus padamnya Api Abadi Mrapen ini bukan kejadian pertama; peristiwa serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu, sehingga pihak terkait kini lebih siap dalam menangani gangguan aliran gas. Dengan langkah pembersihan sumur dan pemantauan berkala, diharapkan Api Abadi Mrapen bisa kembali menyala stabil dan tetap menjadi ikon wisata serta simbol semangat kebangsaan yang terus dikenang generasi mendatang.
Pifabiz

PIFAbiz - Artis FTV Larasati Nugroho mengalami kecelakaan di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan, Kamis (30/1). Kecelakaan terjadi pukul 02.45 dini hari.Akibat kecelakaan itu, mobil yang dikendarai Larasati terbalik. Namun, kondisi Larasati baik-baik saja dan hanya mengalami luka kecil di dahi.Saat ini pihak kepolisian tengah mendalami kasus kecelakaan yang dialami Larasati Nugroho. Terhadap Larasati sudah dilakukan tes urine.PLH Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, mengatakan hasil tes urine membuktikan bahwa tak ada indikasi alkohol dan penggunaan obat terlarang dalam tubuh Larasati."Dari Satlantas melakukan pengecekan urine, dan urine itu negatif tidak memakai atau mengonsumsi narkoba dan lain-lain," kata Nurma mengutip dari suara.com, Sabtu (1/2/25).Kecelakaan tersebut terjadin pada dini hari. Dalam keterangannya, Larasati tak menampik dirinya kelelahan dan mengantuk pada saat kecelakaan terjadi.Polisi sudah memeriksa Larasati dan saksi. STNK, SIM, dan Mobil yang dikemudikan Larasati menjadi sejumlah barang bukti yang diamankan pihak kepolisian.