Ratusan Warga AS Diduga Terpapar Rabies Usai Berinteraksi dengan Anak Kambing
Internasional | Sabtu, 5 September 2026
iStock
Internasional | Sabtu, 5 September 2026










Lokal

Berita Lokal, PIFA – Malam puncak penobatan Puteri Indonesia Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Bengkayang 2023 sukses digelar di Firdaus Ballroom, Mahkota Hotel, Singkawang, pada Jumat (25/11/2022) pukul 19.00 WIB. Tim PPID Kalbar memilih Kota Singkawang sebagai tempat pelaksanaan Perhelatan pertama dalam seleksi pemilihan. Acara yang dipandu oleh Ari Muhammad itu mengumumkan penobatan 3 finalis dari Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Bengkayang. Finalis terpilih itu diantaranya adalah Aswizha perwakilan dari Kota Singkawang, Karyn Khow dari Kabupaten Mempawah dan Tezhia dari Kabupaten Bengkayang. Ketiga finalis tersebut secara langsung masuk kedalam daftar 20 besar finalis Puteri Indonesia Kalimantan Barat 2023. Perhelatan spesial tersebut dihadiri oleh Kepala dinas Pariwisata Kota Singkawang Heri Apriadi, Seketaris Dinas Kepemudaan Olahraga & Pariwisata Kab.Bengkayang Frans Wijaya, Akademisi Dosen Untan Dr. Maswadi, Ketua umum DPC P3 Kota Pontianak Haji Widodo, Irwan Utama selaku Food & beverage manager Mahkota hotel Singkawang, serta juga dihadiri oleh Miss International Indonesia 2015 Chintya Fabyola. Heri Apriadi, selaku perwakilan dari Wali Kota Singkawang menyatakan Pemerintah Kota Singkawang sebagai kota pariwisata sangat mendukung pemilihan Puteri Indonesia ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan berbagai kegiatan di daerah sehingga kunjungan wisatawan ke kota Singkawang akan terus meningkat. Dia berharap Aswizha sebagai perwakilan Puteri Indonesia Daerah kota Singkawang untuk menyiapkan diri secara lebih baik lagi untuk ikut diajang tingkat provinsi ini dan tentu juga berharap beliau (Aswizha) juga bisa menang di tingkat nasional. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, CEO HS Production, Hamdi Syarif, selaku pemegang License holder Puteri Indonesia Kalimantan Barat 2023 saat ditemui November kemarin mengatakan, akan ada 20 finalis yang akan berlaga pada malam final Puteri Indonesia Kalimantan Barat. Nantinya, 14 finalis dipilih melalui audisi yang diselenggarakan di setiap kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat, dan 6 finalis yang dipilih melalui sistem handpick. Hamdi mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada beberapa kabupaten/kota mempunyai 2 perwakilan Puteri yang akan kembali dikompetisikan di tingkat provinsi. Soal kriteria pemilihan Puteri Indonesia Kalimantan Barat, Hamdi menyebut tetap pada prinsip 3B: beauty, brain, dan behavior. Poin-poin ini nantinya akan dikembangkan sesuai kebutuhan. “Semua finalis memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk meraih gelar Puteri Indonesia Kalbar 2023 yang akan dikirim ke ajang Puteri Indonesia 2023 di Jakarta,” ujarnya.
Lokal

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menilai 80 persen masyarakat sudah mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Pontianak. “Terutama pelaku usaha yang sifatnya non esensial dan kritikal,” ujarnya usai monitoring pelaksanaan PPKM Darurat menggunakan sepeda motor, Selasa (13/7/2021). Kendati demikian, memang masih ditemui sejumlah tempat usaha non esensial yang membuka tokonya. Terhadap para pelaku usaha tersebut, pihaknya meminta agar toko atau tempat usahanya ditutup sementara selama berlakunya PPKM Darurat hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang. “Mungkin mereka masih belum mengetahui kebijakan PPKM Darurat ini bahwa tempat usaha yang sifatnya non esensial harus ditutup sementara,” ungkapnya. Sementara terkait arus lalu lintas yang dilakukan penyekatan, Edi menyebut memang sebagian besar masyarakat sudah mengerti dengan penyekatan itu sebagai upaya mengurangi mobilitas warga. Ia pun tidak menampik, masih ada masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak berkaitan dengan sektor esensial dan kritikal. “Untuk penyekatan, memang diutamakan di batas kota serta pusat perkantoran dan perdagangan. Seperti di Jalan Ahmad Yani dan Gajah Mada,” imbuhnya. Ia kemudian mengimbau, seluruh masyarakat untuk mematuhi kebijakan PPKM Darurat ini demi kepentingan bersama dalam menekan angka penyebaran Covid-19. “Kunci kesuksesan PPKM Darurat ini adalah kepatuhan masyarakat sehingga perlu adanya kerjasama dari semua pihak agar bisa menahan diri dan mengurangi mobilitas,” kata Edi.
Lokal

PIFA, Malang - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami empat kali erupsi pada Kamis (12/3). Tinggi kolom letusan tertinggi mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.27 WIB, namun visual letusan tidak teramati. Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 00.31 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi dengan kondisi visual letusan yang juga tidak terlihat.Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan erupsi kembali terjadi pada pukul 05.28 WIB dengan kolom letusan setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl).“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara,” ujarnya.Tidak lama berselang, tepatnya pukul 05.46 WIB, Semeru kembali mengalami erupsi untuk keempat kalinya. Pada letusan ini, kolom abu teramati setinggi sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 3.976 mdpl dengan warna abu putih hingga kelabu dan intensitas sedang ke arah utara.Liswanto menjelaskan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat.Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak yang merupakan pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.