Raymond-Joaquin Janji Tampil Percaya Diri Hadapi Unggulan China di Perempat Final All England 2026
Sports | Jumat, 6 Maret 2026
Raymond-Joaquin Janji Tampil Percaya Diri Hadapi Unggulan China di Perempat Final All England 2026. PBSI
Sports | Jumat, 6 Maret 2026










Lokal

Berita Pontianak, Kalbar – PIFA, Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik dan mendukung kegiatan baksos yang dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak dan HUT ke-250 Kota Pontianak, Sabtu (16/10/2021). Ada beberapa kegiatan baksos yang digelar, di antaranya vaksinasi dengan target seribu orang, khitanan massal, pemasangan alat kontrasepsi KB jenis IUD, donor darah dan sebagainya. Edi Kamtono menyebut, baksos meringankan beban masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Ia pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini bertepatan momen HUT RSUD SSMA dan Hari Jadi Kota Pontianak. “Baksos yang digelar seperti vaksinasi, khitanan massal dan pemasangan alat kontrasepsi gratis ini sangat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya, mengutip rilis Prokopim Pemkot Pontianak, (16/10). Vaksinasi, lanjut Edi dilaksanakan untuk memperluas cakupan vaksinasi di Kota Pontianak yang ditargetkan rampung 70 persen akhir Oktober 2021 ini. “Target kita akhir Oktober bisa mencapai 70 persen dan saat ini sudah diatas 60 persen,” pungkas Edi. Direktur RSUD SSMA Kota Pontianak, dr Rifka menjelaskan, ulang tahun rumah sakit yang dipimpinnya ini jatuh pada tanggal 24 Oktober 2021 mendatang. Namun, serangkaian kegiatan digelar duluan. “Selain baksos ini, puncak acaranya nanti juga ada berbagai lomba di rumah sakit seperti cerdas cermat dan sebagainya,” jelasnya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu yang juga hadir mendampingi Wako Edi berpesan agar pelaksanaan baksos mengedepankan protokol kesehatan. “Antisipasi kerumunan, nanti dari prosedur tetap akan memperhatikan protokol kesehatan mulai dari pembagian kartu dan lain sebagainya,” pesan dia. (Pontianak Informasi)
Sports

PIFA, Sports - Bareskrim Polri mengungkap dugaan aksi kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan mantan Kepala Tim Nasional Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Hendra Basir. Kasus ini diduga melibatkan delapan atlet putri sebagai korban.Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah, mengatakan Hendra diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai pelatih untuk mendekati para atlet.“Sebagai Head Coach pelatnas dengan memanfaatkan kerentanan atlet putri, kemudian melakukan perbuatan cabul seperti memeluk, mencium, meraba hingga melakukan masturbasi dan persetubuhan,” ujar Nurul dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3).Berdasarkan keterangan para korban, peristiwa itu diduga terjadi sejak 2021 hingga 2025. Aksi tersebut disebut berlangsung di Asrama Atlet Bekasi di kawasan Harapan Indah, Medan Satria, serta di beberapa negara saat para atlet mengikuti pertandingan internasional.Sejauh ini penyidik telah memeriksa enam korban berinisial PJ, RS, PL, KA, NA, dan AV yang didampingi kuasa hukum mereka. Salah satu korban, PJ, juga telah menjalani visum et repertum di RS Polri Kramat Jati.Sementara korban lainnya juga akan menjalani visum dan pemeriksaan psikiatrikum. Para korban disebut telah mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum dari FPTI.Dalam penyelidikan ini, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk laporan awal dugaan pelecehan seksual dari pihak FPTI.Atas perbuatannya, Hendra disangkakan melanggar Pasal 6 huruf B dan C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ia terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda hingga Rp300 juta. Hukuman dapat diperberat apabila tindak pidana dilakukan di lingkungan pendidikan atau dilakukan berulang kali.
Pifabiz

PIFAbiz - Pemilu 2024 diwarnai dengan kehadiran sejumlah tokoh terkenal di berbagai daerah, termasuk komedian Dede Sunandar yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD Kabupaten/Kota Dapil Jawa Barat Bekasi lima dari Partai Perindo. Namun, perjalanan politik Dede Sunandar tidak berjalan sesuai harapan. Dede Sunandar diketahui memperolehsuara yang rendah, hanya 10 suara dari total 512 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah masuk per Rabu, 21 Februari 2024. Dari hasil tersebut, Dede Sunandar harus menghadapi kenyataan bahwa kesempatannya untuk menjadi anggota DPRD Jawa Barat cukup kecil. "Mobil satu dapet, keluar dua. (Jual mobil) dua. Tinggal satu lagi, nih (mobil di rumah)," ungkap Dede Sunandar seperti Seperti dikutip dari Suara.com, Selasa. Meski perolehan suaranya tidak memuaskan, Dede Sunandar tidak merasa menyesal telah mencalonkan diri sebagai calon legislator. "Tapi enggak pernah ada penyesalan. Enggak apa-apa (kalau tidak terpilih). Kan ada pembelajaran dari situ," tambahnya sambil menggelengkan kepala. Dede Sunandar mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat. Meskipun harus menggunakan biaya pribadi untuk membantu rakyat, Dede Sunandar merasa puas karena dapat mengetahui langsung keluhan-keluhan yang dihadapi oleh masyarakat. (b)