Respons Penyidikan Polri, Ini Poin-poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah. Detikcom

Respons Penyidikan Polri, Ini Poin-poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah. Detikcom

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalRespons Penyidikan Polri, Ini Poin-poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah

Respons Penyidikan Polri, Ini Poin-poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah

Nasional | Jumat, 10 Juli 2026

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, akhirnya buka suara terkait proses penegakan hukum yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya dalam sejumlah perkara dugaan korupsi yang belakangan menjadi perhatian publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Febrie dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Ini menjadi kali pertama ia memberikan keterangan kepada publik sejak penyidikan yang dilakukan kepolisian ramai diperbincangkan.

Dalam pernyataannya, Febrie menegaskan bahwa seluruh aktivitas penanganan perkara di lingkungan Jampidsus tetap berjalan normal meski muncul berbagai pemberitaan yang mengaitkan institusi maupun pejabat Kejaksaan dengan penyidikan yang dilakukan Polri.

"Kami memastikan bahwa seluruh kegiatan dan tugas yang telah diperintahkan kepada kami dan rekan-rekan semua di Gedung Bundar yang sedang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun tugas-tugas di lapangan dalam mengeksekusi barang-barang bukti, ini tetap berjalan. Bahkan saya monitor tetap sesuai dengan SOP, berjalan dengan cepat," ujar Febrie.

Ia mengatakan Jampidsus tetap fokus menangani berbagai perkara strategis yang berkaitan dengan kepentingan negara dan masyarakat, mulai dari tata kelola pertambangan, transfer pricing, hingga pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Febrie, seluruh proses penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan bertujuan mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana korupsi.

"Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi," katanya.

Febrie juga menegaskan Kejaksaan menghormati seluruh proses penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum lain, termasuk kepolisian, sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan hukum acara.

"Kami menegaskan bahwa Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), akan tetap menghormati setiap proses penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum yang telah sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar dan tetap menunggu fakta-fakta yang terungkap melalui proses hukum.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi setiap informasi secara bijaksana berdasarkan fakta yang utuh agar mendapatkan pemahaman yang benar," ucapnya.

Selain menangani perkara pidana korupsi, Febrie menyebut Kejaksaan juga terus menjalankan tugas lain melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), termasuk mengoptimalkan penerimaan negara melalui penagihan denda administratif dan penindakan pidana terhadap perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya.

Ia menambahkan Kejaksaan akan terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta program strategis nasional lainnya agar berjalan secara efektif dan akuntabel.

Menutup pernyataannya, Febrie menegaskan Kejaksaan akan tetap menjalankan tugas secara profesional, independen, dan bertanggung jawab, serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga iklim penegakan hukum yang sehat dengan memberikan ruang bagi setiap proses hukum berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Rekomendasi

Foto: Viral Tiktokers Asal Pontianak Hina dan Sebut Semua Guru Koruptor | Pifa Net

Viral Tiktokers Asal Pontianak Hina dan Sebut Semua Guru Koruptor

Indonesia
| Selasa, 25 Februari 2025
Foto: 2 Kuliner Indonesia Jadi Makanan Terburuk di Dunia Versi Taste Atlas | Pifa Net

2 Kuliner Indonesia Jadi Makanan Terburuk di Dunia Versi Taste Atlas

Indonesia
| Selasa, 14 Januari 2025
Foto: Trigol Maxwell Antar Persija Taklukkan PSBS 3-1 di Stadion Manahan | Pifa Net

Trigol Maxwell Antar Persija Taklukkan PSBS 3-1 di Stadion Manahan

Sports
| Sabtu, 1 November 2025
Foto: Nikita Mirzani Kembali Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Kali Ini oleh Shella Saukia | Pifa Net

Nikita Mirzani Kembali Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Kali Ini oleh Shella Saukia

Jakarta
| Kamis, 20 Maret 2025
Foto: Carlo Ancelotti Resmi Pamit dari Real Madrid, Akhiri Era Gemilang dan Siap Menuju Timnas Brasil | Pifa Net

Carlo Ancelotti Resmi Pamit dari Real Madrid, Akhiri Era Gemilang dan Siap Menuju Timnas Brasil

Spanyol
| Sabtu, 24 Mei 2025
Foto: Anak Usia Dini Sering Terpapar Gawai Bisa Alami Autisme Virtual, Ini Penjelasan Dokter | Pifa Net

Anak Usia Dini Sering Terpapar Gawai Bisa Alami Autisme Virtual, Ini Penjelasan Dokter

Pontianak
| Rabu, 16 April 2025
Foto: Pemuda Hilang Dua Tahun Lalu Diduga Ditemukan Jadi Kerangka di Dalam Pohon Aren | Pifa Net

Pemuda Hilang Dua Tahun Lalu Diduga Ditemukan Jadi Kerangka di Dalam Pohon Aren

Nasional
| Sabtu, 13 September 2025
Foto: Pelaku Sodomi Anak Kelas 3 SD di Rumah Kosong Mengaku Pernah Menjadi Korban | Pifa Net

Pelaku Sodomi Anak Kelas 3 SD di Rumah Kosong Mengaku Pernah Menjadi Korban

Pontianak
| Rabu, 23 April 2025
Foto: Viral Warga di Landak Santai Jualan Gorengan Saat Banjir Setinggi Dada Orang Dewasa | Pifa Net

Viral Warga di Landak Santai Jualan Gorengan Saat Banjir Setinggi Dada Orang Dewasa

Landak
| Senin, 27 Januari 2025
Foto: TikTok Kembali Beroperasi di AS Setelah Pernyataan Trump | Pifa Net

TikTok Kembali Beroperasi di AS Setelah Pernyataan Trump

Amerika Serikat
| Senin, 20 Januari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Ayah Kandung Ternyata Ada di Lokasi Saat Warga Evakuasi Bayi Dibuang di Kebun Kelapa Kubu Raya | Pifa Net

Ayah Kandung Ternyata Ada di Lokasi Saat Warga Evakuasi Bayi Dibuang di Kebun Kelapa Kubu Raya

PIFA, Lokal – Sebuah kisah memilukan terungkap di balik penemuan bayi malang di kebun kelapa Desa Padang Tikar Dua, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (1/10/2025). Bayi tersebut ternyata merupakan buah hati dari hubungan gelap antara AM (32) dan RN (19). Kini, keduanya tengah menjalani proses penyidikan di Polres Kubu Raya. Yang membuat hati teriris, sang ayah kandung, AM, ternyata berada di lokasi saat warga mengevakuasi bayi tersebut—tanpa ada yang menyadari identitasnya. Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Nunut Rivaldo Simanjuntak, melalui Kasubsi Penmas Sihumas Aiptu Ade, menjelaskan bahwa AM kala itu hanya berdiri diam di tengah kerumunan warga, berpura-pura tidak tahu apa-apa. “Berdasarkan keterangan, AM memang berada di lokasi penemuan bayi. Namun saat itu ia tidak berani mengaku karena takut hubungan gelapnya dengan RN terbongkar,” ungkap Aiptu Ade dalam keterangan tertulis, Selasa (14/10/2025). Sempat Menjenguk di Rumah Sakit, Lalu Berniat Kabur ke Malaysia Setelah bayi dievakuasi ke RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Kubu Raya, AM sempat datang menjenguk anak kandungnya. Namun bukannya menyesali perbuatannya, ia justru berencana melarikan diri ke Malaysia. “Dari hasil penyelidikan, diketahui sebelum kabur, AM sempat datang ke rumah sakit untuk melihat bayinya. Tak lama kemudian, kami dapat informasi bahwa ia hendak melarikan diri ke Malaysia. Beruntung, pelaku berhasil kami amankan sebelum berhasil kabur,” jelas Aiptu Ade. Chat Dingin yang Mengungkap Segalanya Dari hasil pemeriksaan, terungkap percakapan singkat yang menjadi titik terang kasus ini. AM mengaku menerima pesan dari RN saat bayi dibuang. “Saya dapat chat dari RN, katanya bayi itu sudah dibuang di kebun kelapa,” ucap AM di hadapan penyidik dengan nada datar. Ia bahkan mengaku sempat kembali ke lokasi, namun bayi tersebut sudah tidak ada. “Saya bilang ke RN, mungkin sudah ditemukan orang. Setelah itu saya lanjut kerja lagi,” kata AM tenang tanpa penyesalan. Ketika Nurani Tumpul dan Rasa Bersalah Mati Kasus ini menggambarkan sisi gelap kemanusiaan—seorang ibu muda yang tega membuang darah dagingnya sendiri, dan seorang ayah yang memilih bungkam saat anaknya diselamatkan warga. “Ini perbuatan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menyalahi nurani. Bayi itu adalah makhluk hidup yang seharusnya dilindungi dan disayangi, bukan dibuang seolah tak bernilai,” tegas Aiptu Ade. Pelajaran untuk Tidak Menutupi Dosa dengan Kejahatan Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama jika melihat hal mencurigakan yang bisa mencegah tragedi serupa. “Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa menutupi dosa dengan kejahatan hanya menambah luka dan penderitaan. Tidak ada alasan yang membenarkan pembuangan bayi,” tutup Aiptu Ade.

Kubu Raya
| Rabu, 15 Oktober 2025

Lokal

Foto: Pekan Gawai Dayak ke-37 Resmi Dibuka, Sutarmidji: Jaring Wisatawan Sebanyaknya | Pifa Net

Pekan Gawai Dayak ke-37 Resmi Dibuka, Sutarmidji: Jaring Wisatawan Sebanyaknya

PIFA, Lokal - Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-37 Tahun 2023 resmi dibuka, Sabtu (20/5/2023) siang. Event budaya khas masyarakat suku Dayak Kalimantan Barat itu digelar di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Kota Pontianak. Pekan Gawai Dayak sendiri memiliki makna berupa ungkapan rasa syukur  kepada Jubata (Tuhan) Sang Penguasa Alam atas berkat dan penyertaannya selama 12 bulan masa perladangan dan panen padi. Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengajak seluruh etnis dan suku yang ada di provinsi ini, untuk terus dapat bergandengan tangan dalam merawat keberagaman. Keberagaman etnis, suku dan budaya yang ada di Kalbar bisa menjadi magnet untuk mencapai kemajuan bersama. “Mengajak kita semua untuk menghilangkan sekat perbedaan gunakan keberagaman itu untuk kemajuan,” katanya.  Sutarmidji mengapresiasi panitia PGD yang telah mempersiapkan pagelaran seni dan budaya ini dengan sangat matang. Menurutnya, setiap tahun pelaksanaan PGD semakin baik dengan beragam pertunjukan budaya yang dikemas apik. "Sudah cukup matang, hanya saja perlu dikemas lebih baik. Seperti video-video promosinya mesti dibikin bagus dan digencarkan," ujarnya. Sutarmidji mengatakan, PGD ke-37 ini sejalan dengan target pemerintah provinsi Kalbar untuk menggenjot ekonomi dari sektor pariwisata budaya ke depannya. Pasalnya Kalbar memiliki keunikan dalam budaya-budaya asli daerah yang tak dimiliki daerah lainnya. "Jualan kita ke depannya ya budaya. Untuk menjaring wisatawan-wisatawan dari luar. Tadi kita lihat banyak sekali yang datang dari mancanegara," ujarnya. PGD kata Midji, bisa menjadi contoh bagi etnis lain untuk melaksanakan event budaya daerah. Sehingga, setiap etnis yang ada memiliki ruang yang sama dan setara untuk mengembangkan tradisi dan budayanya. Dengan demikian juga dapat membantu pendapatan daerah. "Etnis-etnis lain untuk melaksanakan hal seperti gawai ini," ujarnya. Di sisi lain, Gawai Dayak ini juga menjadi medium untuk pertukaran budaya bagi masyarakat etnis Dayak serumpun maupun lainnya, yang berada di negara tetangga. Misalnya dari Malaysia Timur, Thailand dan negara-negara sahabat. "Kita jaring lah sebanyak mungkin wisatawan asing. Dengan menampilkan ragam budaya," katanya. Kemeriahan Pekan Gawai Dayak ke-37 ini diisi dengan pertunjukan seni dan tradisi masyarakat Dayak yang ada di Kalbar. Para kontingen yang berasal dari 14 kabupaten/kota di Kalbar ikut menyemarakkan dengan gelar pawai budaya di jalan protokol Kota Pontianak. PGD juga dihadiri oleh utusan dari komunitas sub suku Dayak dari Sarawak Malaysia yang berjumlah 300-an orangm Selain itu juga tamu undangan dari Thailand serta Australia. Mereka tampak antusias mengikuti prosesi sakral pembukaan PGD ini. Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak 15 Mei 2023 dan akan ditutup pada 23 Mei 2023 mendatang. PGD melibatkan berbagai etnis di Kalbar.  Diisi dengan stan-stan kuliner dan budaya kemudian lomba-lomba yaitu bujang dara gawai, lagu Dayak, pencak silat, pangka’ gasing, melukis perisai, menumbuk padi dan menampik, penyumpit, busana kategori anak dan terakhir lomba tato. (ap)

Pontianak
| Sabtu, 20 Mei 2023

Pifabiz

Foto: Rizky Bilar Diduga Sindir Kaesang Lewat Cuitan ‘Hukum Tabur Tuai’ di X | Pifa Net

Rizky Bilar Diduga Sindir Kaesang Lewat Cuitan ‘Hukum Tabur Tuai’ di X

PIFAbiz - Rizky Bilar tengah menjadi sorotan usai membuat cuitan tentang ‘hukum tabur tuai’ di X, pada Jumat (23/8/24). Cuitan tersebut diduga menyindir Kaesang yang sempat membuat meme soal Lesti pada tahun 2022. Dalam unggahannya itu, Rizky Billar mengungkapkan bagaimana dulu wajah istrinya, Lesti Kejora dijadikan Meme oleh Kaesang Pangarep menyusul kasus KDRT yang menyeret nama Rizky Billar pada akhir 2022 lalu. Rizky Billar mengungkap hal tersebut berbalik menyerangnya.  Diketahui, akhir-akhir ini, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono jadi sorotan di media sosial. Hal tersebut mencuat usai Erina melakukan tindakan flexing ditengah situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini terkait dengan putusan MK. "Hukum tabur tuai itu benar adanya ya. Dulu muka istri gue dijadiin meme ama dia sampe jadi bahan olok-olok followersnya," tulis Rizky Billar. Pria yang diduga pernah melakukan KDRT terhadap Lesti ini pun kemudian menyinggung soal kondisi Erina yang kini tengah menjadi sorotan sejak beberapa waktu lalu. "Sekarang satu Indonesia ngolok-ngolok istrinya perkara...itu. naudzubillah," lanjutnya. Unggahan Rizky Billar tersebut langsung menuai banyak reaksi dari warganet. Tidak sedikit dari warganet yang juga menyinggung kasus KDRT yang dilakukan Rizky Billar hingga dukungan yang diberikan pasangan ini untuk paslon 02 dalam pemilu 2024. “Punya dendam sama Kaesang tapi kenapa dulu mau satu kubu sama kakaknya? #seriusnanya #nanyabaikbaik," komentar netizen. “Benerr hukum tabur tuai itu nyataa adanya, hati-hati makanya," kata lainnya.

Indonesia
| Senin, 26 Agustus 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5