Risiko Meningitis Mengintai Jemaah Haji dan Umrah, Vaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan. (Ist)

Risiko Meningitis Mengintai Jemaah Haji dan Umrah, Vaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan. (Ist)

Berandascoped-by-BerandaLifestylescoped-by-LifestyleRisiko Meningitis Mengintai Jemaah Haji dan Umrah, Vaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan

Risiko Meningitis Mengintai Jemaah Haji dan Umrah, Vaksinasi Jadi Kunci Perlindungan Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 6 Desember 2025

PIFA, Lifestyle - Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Di balik kekhusyukan ibadah tersebut, tantangan kesehatan masih menjadi perhatian serius, khususnya bagi jemaah asal Indonesia, salah satunya risiko penyakit meningitis atau invasive meningococcal disease (IMD).

Data Kementerian Agama tahun 2025 mencatat lebih dari 22 persen jemaah haji Indonesia termasuk dalam kategori lanjut usia, dengan sebagian besar memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah jemaah haji reguler mencapai sekitar 221 ribu orang per tahun, sementara jemaah umrah menembus angka 3 juta orang setiap tahunnya. Kondisi ini membuat potensi penularan penyakit menular semakin tinggi.

Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO–K, menegaskan bahwa risiko penularan meningokokus invasif dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan fisik. Suhu tinggi, kelembapan, kontak erat antarmanusia, polusi udara, hingga kelelahan fisik menjadi pemicu utama.

“Risiko semakin tinggi karena jutaan jemaah dari ratusan negara berkumpul di satu tempat, termasuk dari wilayah sub-Sahara Afrika yang dikenal sebagai meningitis belt,” ujarnya.

Besarnya jumlah jemaah, yang bisa melampaui dua juta orang saat puncak musim haji, menjadikan lingkungan ibadah sangat rentan terhadap penyebaran penyakit. Situasi ini diperparah dengan tingginya angka kematian jemaah Indonesia yang tercatat sebagai yang tertinggi secara global, yakni 447 orang pada tahun ini, dengan kelompok usia 60–70 tahun sebagai yang paling rentan.

Dr. Syarief menekankan pentingnya kesiapan kesehatan jemaah sebelum berangkat. Menurutnya, penyakit metabolik dan gangguan sirkulasi yang sudah dimiliki banyak jemaah dapat memburuk akibat aktivitas fisik berat selama menjalankan rangkaian ibadah.

Di tengah risiko tersebut, vaksinasi meningitis menjadi langkah pencegahan yang krusial. Vaksin meningitis konjugat diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan harus diberikan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan. Upaya ini terbukti efektif menekan angka kejadian penyakit meningokokus invasif, seperti yang pernah terlihat pada musim haji dan umrah tahun 2001.

Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI, MSc, mengingatkan bahwa IMD merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam. Bahkan bagi yang selamat, risiko komplikasi berat seperti gangguan pendengaran, kejang, hingga amputasi tetap mengintai. Ia juga menekankan bahwa bakteri penyebab meningitis dapat menetap lama di saluran pernapasan tanpa gejala, sehingga jemaah bisa menjadi carrier tanpa disadari dan menularkan penyakit sepulang ke Tanah Air.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya PT Kalventis Sinergi Farma menghadirkan vaksin meningitis konjugat generasi terbaru di Indonesia. Vaksin ini dirancang untuk memberikan perlindungan jangka panjang sekaligus menurunkan risiko carrier. Teknologi konjugat juga menghasilkan respons imun yang lebih kuat dibandingkan vaksin polisakarida, dengan tingkat efektivitas tinggi terhadap empat serogroup meningokokus utama.

Pada akhirnya, ibadah haji dan umrah bukan hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan. Dengan tingginya risiko meningitis, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki komorbid, vaksinasi meningitis konjugat menjadi langkah perlindungan yang tidak bisa diabaikan. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk menjaga keluarga dan masyarakat dari penyakit yang mematikan.

Rekomendasi

Foto: Polres Kubu Raya Bongkar Makam Korban Perkelahian untuk Diautopsi | Pifa Net

Polres Kubu Raya Bongkar Makam Korban Perkelahian untuk Diautopsi

Kubu Raya
| Sabtu, 12 April 2025
Foto: Jalan Trans Kalimantan Masih Tergenang Banjir, Pengendara Diimbau Berhati-hati | Pifa Net

Jalan Trans Kalimantan Masih Tergenang Banjir, Pengendara Diimbau Berhati-hati

Kubu Raya
| Sabtu, 8 Maret 2025
Foto: Mahfud MD Nilai Soeharto Secara Yuridis Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional | Pifa Net

Mahfud MD Nilai Soeharto Secara Yuridis Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional

Politik
| Senin, 27 Oktober 2025
Foto: Blackpink Umumkan Tanggal dan Lokasi Tur Dunia Baru, Ada Indonesia? | Pifa Net

Blackpink Umumkan Tanggal dan Lokasi Tur Dunia Baru, Ada Indonesia?

Korea Selatan
| Jumat, 21 Februari 2025
Foto: Kejagung Buka Peluang Periksa Ahok dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina | Pifa Net

Kejagung Buka Peluang Periksa Ahok dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina

Indonesia
| Kamis, 27 Februari 2025
Foto: Ahmad Dhani Tawarkan Vokalis Sukatani Jadi Staf di DPR Usai Dipecat sebagai Guru | Pifa Net

Ahmad Dhani Tawarkan Vokalis Sukatani Jadi Staf di DPR Usai Dipecat sebagai Guru

Indonesia
| Kamis, 27 Februari 2025
Foto: Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI: Sanksi Pemain dan Klub di Berbagai Kompetisi | Pifa Net

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI: Sanksi Pemain dan Klub di Berbagai Kompetisi

Indonesia
| Selasa, 25 Februari 2025
Foto: Trump Pertimbangkan Pengurangan Tarif untuk China Jika Setujui Kesepakatan TikTok | Pifa Net

Trump Pertimbangkan Pengurangan Tarif untuk China Jika Setujui Kesepakatan TikTok

Amerika Serikat
| Kamis, 27 Maret 2025
Foto: Coppa Italia Jadi Penentu Nasib AC Milan Tetap Mentas di Eropa Musim Depan? | Pifa Net

Coppa Italia Jadi Penentu Nasib AC Milan Tetap Mentas di Eropa Musim Depan?

Italia
| Senin, 21 April 2025
Foto: Bayern Munich Mulai Dekati MU untuk Datangkan Antony | Pifa Net

Bayern Munich Mulai Dekati MU untuk Datangkan Antony

Spanyol
| Minggu, 16 Februari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Umumkan Kenaikan Anggaran Covid-19, Jadi Rp 193 triliun | Pifa Net

Menteri Keuangan Sri Mulyani Umumkan Kenaikan Anggaran Covid-19, Jadi Rp 193 triliun

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani umumkan kenaikan anggaran untuk penanggulangan Covid-19 dari yang sebelumnya Rp 182 triliun menjadi Rp 193 triliun. Anggaran tersebut diumumkan oleh Sri Mulyani dalam konferensi pers usai Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (5/7/2021).  Sri Mulyani mengungkapkan, kenaikan anggaran karena adanya lonjakan kasus Covid-19 dan kebijakan PPKM darurat, sehingga membuat beban APBN juga semakin meningkat. “Dari pelaksanaan APBN semester 1 ini dengan berbagai pergerakan dan perubahan yang sekarang ini terjadi, terutama menyangkut peningkatan Covid-19 yang kemudian dilakukannya Kebijakan PPKM Mikro dan Darurat maka APBN perlu meningkatkan lagi dukungannya bagi terutama program-program di bidang kesehatan dan perlindungan sosial,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers usai Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (5/7/2021).  Sebelumnya anggaran pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 juga sudah naik dari Rp 172 triliun menjadi Rp 182 triliun. Hari ini (6/7), anggaran tersebut kembali naik dari yang sebelumnya Rp 182 triliun menjadi Rp 193 triliun. “Jadi Rp 193 triliun. Kenaikan anggaran digunakan untuk membiayai penanganan diagnostik seperti pengujian (testing), pelacakan (tracing), dan merawat pasien Covid-19 yang saat ini sekitar 236.340 pasien,” ujarnya. Kemudian Sri Mulyani menambahkan, anggaran itu juga digunakan untuk insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, hingga pembelian alat kesehatan, Alat Pelindung Diri (APD), dan obat-obatan.

Admin
| Selasa, 6 juli 2021

Lifestyle

Foto: Waspada! 4 Perilaku Ini Bikin Perut Makin Buncit! | Pifa Net

Waspada! 4 Perilaku Ini Bikin Perut Makin Buncit!

Berita Lifestyle, PIFA - Tumpukan lemak di perut bisa sangat mengganggu penampilan. Namun ternyata, tak hanya itu, perut buncit juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit berbahaya seperti jantung dan diabetes. Pola makan berlebih bisa menjadi penyebabnya. Namun ternyata ada sejumlah kebiasaan lain yang bisa membuat lemak menumpuk di perut.  Dilansir dari Kompas, berikut deretan penyebab perut buncit atau lemak yang menumpuk di perut. 1. Bergadang Bergadang bisa menjadi sumber utama perut buncit. Hal ini pun telah dibuktikan dalam sejjumlah penelitian. Kurang tidur bisa membuat lemak visceral meningkat dan ini membahayakan. Meski selama tidur tubuh dapat membakar kalori dan berat badan, tapi tidak dengan lemak visceral.  Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kualitas tidur yang buruk berisiko mengalami perut buncit. Sementara untuk mengatasinya, memperbaiki pola tidur saja tidak cukup. Perlu adanya latihan dan rutin olahraga yang fokus membakar lemak di bagian perut.  2. Stres  Stres bisa menjadi salah satu penyebab naiknya berat badan. Ketika seseorang sedang stres, maka tubuh memproduksi kortisol yakni hormon yang berperan mengontrol nafsu makan sehingga kita cenderung lebih banyak makan.  Masalahnya, hormon kortisol ini cenderung membuat kita untuk memilih makanan yang manis, tinggi kalori dan tinggi lemak. Ketika sedang stres seseorang akan beralih ke makanan untuk mengalihkan tekanan hidup menjadi lebih nyaman. 3. Minuman beralkohol  Beberapa minuman beralkohol juga bisa menjadi penyebab penumpukan lemak di perut. Sejumlah studi menyatakan bahwa bir dan minuman keras jenis spirit dapat membuat perut buncit.  Minuman beralkohol tersebut juga berdampak pada peningkatan kadar lemak visceral. Lemak ini termasuk jenis lemak yang tinggi risiko dan bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik serta komplikasi kesehatan lainnya.  4. Mager (malas gerak)  Mager merupakan salah satu istilah baru namun telah dilakukan oleh sejumlah orang. Sayangnya kebiasaan ini bisa memberikan dampak buruk pada tubuh, salah satunya adalah dapat meningkatkan risiko peningkatan lemak di bagian perut dan membuatnya menjadi buncit.  Untuk itu, cegah perut buncit dan atasi dengan aktivitas fisik yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan, seperti olahraga jalan cepat, aerobik hingga angkat beban. Pasalnya, olahraga dapat membantu mencegah lemak datang kembali. Berdasarkan panduan yang dirilis oleh Kemenkes RI, batas aman lingkar perut pria adalah 90 cm dan untuk perempuan adalah 80 cm. (b)

Dunia
| Senin, 23 Mei 2022

Sports

Foto: Kemenangan Telak 2-0 Atas Arab Saudi Jadi Momentum Skuad Garuda Bangkit! | Pifa Net

Kemenangan Telak 2-0 Atas Arab Saudi Jadi Momentum Skuad Garuda Bangkit!

PIFA, Sports - Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan perdana di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C dengan menaklukkan Arab Saudi 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/11). Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan Skuad Garuda asuhan Shin Tae-yong setelah kekalahan telak 4-0 dari Jepang pada Jumat (15/11) lalu. "Selamat kepada seluruh pemain, tim pelatih, dan ofisial atas kemenangan pertama ini. Ini kemenangan krusial bagi Indonesia menuju Piala Dunia. Saya bangga atas kerja keras pemain yang mati-matian meraih poin dan menjaga peluang Indonesia tetap ada untuk lolos," ucap Ketum PSSI Erick Thohir usai laga, mengutip laman resmi PSSI.Menurut Erick, kemenangan itu menjadi momentum kebangkitan setelah kalah dari Jepang. Kekalahan tersebut memicu Erick Thohir untuk memberikan pernyataan tegas di ruang ganti pemain. Erick menegaskan kesiapannya mundur sebagai Ketua Umum PSSI jika para pemain dan pelatih tidak mendukung proyek besar menuju Piala Dunia 2026."Setelah kalah dari Jepang, saya melihat para pemain ingin bangkit, dan hal itu ditunjukkan dalam laga tadi. Ini modal berharga untuk laga selanjutnya tahun depan. Semoga kita semakin siap," lanjut Erick.Jalan PertandinganKemenangan atas Arab Saudi diraih berkat dua gol dari Marselino Ferdinan. Gol pertama terjadi pada menit ke-32 melalui serangan cepat. Ragnar Oratmangoen menerobos dari sisi kiri dan mengirimkan umpan tarik yang berhasil dimanfaatkan Marselino dengan tembakan ke pojok kanan gawang.Gol kedua tercipta di menit ke-56 lewat skema serangan balik. Sepakan keras Marselino sempat membentur bek lawan, tetapi bola kembali ke arahnya dan berhasil diselesaikan dengan sempurna.Hasil ini membuka peluang Indonesia untuk bersaing di Grup C. Laga berikutnya akan menjadi ujian berat bagi Timnas, yaitu bertandang ke Australia pada 20 Maret 2025 dan menjamu Bahrain pada 25 Maret 2025.Semangat juang dan motivasi dari Erick Thohir menjadi kunci keberhasilan Indonesia mengamankan tiga poin penting. Dukungan penuh dari suporter juga menjadi energi tambahan untuk perjuangan Timnas di laga-laga mendatang. (yd)

Jakarta
| Rabu, 20 November 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5