Rizki Ridho Tak Menyangka Gol Spektakulernya Masuk Nominasi Puskas Award 2025. Antara/Aprillio Akbar

Rizki Ridho Tak Menyangka Gol Spektakulernya Masuk Nominasi Puskas Award 2025. Antara/Aprillio Akbar

Berandascoped-by-BerandaSportsscoped-by-SportsRizki Ridho Tak Menyangka Gol Spektakulernya Masuk Nominasi Puskas Award 2025

Rizki Ridho Tak Menyangka Gol Spektakulernya Masuk Nominasi Puskas Award 2025

Sports | Selasa, 25 November 2025

PIFA, Sports - Kapten Persija Jakarta, Rizki Ridho, mengaku tak menyangka gol jarak jauhnya ke gawang Arema FC masuk dalam nominasi Puskas Award 2025, penghargaan FIFA untuk gol terbaik dunia.

Gol tersebut tercipta pada laga Liga 1, 9 Maret 2025, ketika Ridho melepaskan tembakan keras dari tengah lapangan yang langsung melesat masuk tanpa mampu dihentikan kiper Arema. FIFA resmi memasukkan gol itu dalam daftar nominasi Puskas Award, menempatkan nama Ridho sejajar dengan pesepak bola top dunia.

“Saya sangat bersyukur bisa berada di antara pemain-pemain top dunia. Sulit untuk diungkapkan. Saya sangat senang,” ujar Ridho melalui laman resmi FIFA, Selasa.

Pemain berusia 24 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya banyak belajar dari tayangan pemain-pemain Eropa, terutama yang berposisi sebagai bek tengah.
“Saya sering melihat aksi pemain-pemain top Eropa untuk menambah ilmu agar ke depannya saya bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Ridho juga menceritakan momen ketika pertama kali menerima kabar bahwa golnya dinominasikan untuk Puskas Award. Ia bahkan sempat mengira hal itu hanya kabar palsu.

“Awalnya saya bangun subuh untuk ibadah. Orang tua mengirimkan pesan soal berita itu. Saya kira awalnya hoaks atau apapun itu,” ujarnya.
“Ternyata itu benar. Beritanya sudah ramai di mana-mana. Saya kaget dan bersyukur. Saya tidak menyangka kalau gol saya bakal sejauh ini (mendunia).”

FIFA masih membuka kesempatan bagi para penggemar untuk memilih gol terbaik hingga 3 Desember 2025 mendatang.

Rekomendasi

Foto: Peta Politik Bergerak: Pemerintahan Prabowo Dapat Dukungan, Isu Kabinet dan Reformasi Jadi Sorotan | Pifa Net

Peta Politik Bergerak: Pemerintahan Prabowo Dapat Dukungan, Isu Kabinet dan Reformasi Jadi Sorotan

Indonesia
| Kamis, 22 Mei 2025
Foto: Imigrasi Singkawang Deportasi Warga Malaysia Usai Jalani Hukuman Kasus Narkotika | Pifa Net

Imigrasi Singkawang Deportasi Warga Malaysia Usai Jalani Hukuman Kasus Narkotika

Singkawang
| Selasa, 21 Oktober 2025
Foto: Pelanggan Setia, Bakir Ghozali Tak Menyangka Dapat Hadiah Motor saat Gebyar Sobek Label Yamalube di Fortuna Jaya Motor Sintang  | Pifa Net

Pelanggan Setia, Bakir Ghozali Tak Menyangka Dapat Hadiah Motor saat Gebyar Sobek Label Yamalube di Fortuna Jaya Motor Sintang

Sintang
| Rabu, 26 Februari 2025
Foto: Baku Tembak India-Pakistan di Perbatasan Kashmir Berlanjut Hingga Hari Keempat | Pifa Net

Baku Tembak India-Pakistan di Perbatasan Kashmir Berlanjut Hingga Hari Keempat

India
| Senin, 28 April 2025
Foto: Donald Trump Bakal Hadapi Putusan Hukum di New York 10 Hari Jelang Pelantikan | Pifa Net

Donald Trump Bakal Hadapi Putusan Hukum di New York 10 Hari Jelang Pelantikan

Amerika Serikat
| Sabtu, 4 Januari 2025
Foto: Bangga! Dua Wasit Indonesia Ditunjuk AFC untuk Pimpin Laga Piala Asia U-20 2025 | Pifa Net

Bangga! Dua Wasit Indonesia Ditunjuk AFC untuk Pimpin Laga Piala Asia U-20 2025

China
| Selasa, 18 Februari 2025
Foto: Tiket Ludes, AC/DC Tambah Jadwal Konser di Australia pada Tur 2025 | Pifa Net

Tiket Ludes, AC/DC Tambah Jadwal Konser di Australia pada Tur 2025

Pifabiz
| Kamis, 26 Juni 2025
Foto: Chelsea Terancam Keluar dari Empat Besar Liga Inggris Usai Ditekuk Brighton | Pifa Net

Chelsea Terancam Keluar dari Empat Besar Liga Inggris Usai Ditekuk Brighton

Inggris
| Sabtu, 15 Februari 2025
Foto: 4 Event Menarik Sepanjang Februari 2025 di Pontianak, Salah Satunya Kalbar Food Festival | Pifa Net

4 Event Menarik Sepanjang Februari 2025 di Pontianak, Salah Satunya Kalbar Food Festival

Pontianak
| Selasa, 4 Februari 2025
Foto: Ternyata Kesehatan Usus Berpengaruh Besar pada Kondisi Kulit, Begini Penjelasan Ahli | Pifa Net

Ternyata Kesehatan Usus Berpengaruh Besar pada Kondisi Kulit, Begini Penjelasan Ahli

Indonesia
| Rabu, 5 Februari 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Subvarian Baru Omicron Masuk Indonesia, Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Waspada | Pifa Net

Subvarian Baru Omicron Masuk Indonesia, Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Berita Nasional, PIFA - Meski pandemi masih terkendali, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi subvarian baru Omicron yang sudah teridentifikasi di tanah air. Kini pemeritah tengah memantau perkembangan kasus COVID-19 pasca terdeteksinya subvarian baru tersebut. Imbauan disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, seusai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo, di Kantor Presiden, Jakarta. “Bapak Presiden juga memberikan arahan ke kami bahwa lebih baik kita waspada, lebih baik kita berhati-hati. Karena kewaspadaan kita, konservatifnya kita, kehati-hatian kita, sudah memberikan hasil bahwa kondisi penanganan pandemi di Indonesia termasuk yang relatif baik dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia,” ujar Menkes, Senin (13/6/2022) Budi menerangkan, varian baru itu telah memicu kenaikan kasus di sejumlah negara. Namun, varian tersebut memiliki tingkat kenaikan kasus, hospitalisasi, maupun kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan awal munculnya varian Omicron “Jasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron, kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron, sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian di Delta dan Omicron,” terangnya. Menkes pun mengonfirmasi adanya delapan kasus subvarian baru Omicron di tanah air. Dimana satu pasien yang belum memperoleh vaksin booster memiliki gejala sedang dan tujuh pasien lainnya bergejala ringan atau tidak bergejala. Budi menambahkan, berdasarkan indikator transmisi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO kondisi penanganan pandemi di tanah air masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain. Standar WHO untuk kasus konfirmasi level 1 adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk, sementara Indonesia masih 1 kasus per minggu per 100 ribu penduduk. “Positivity rate-nya juga WHO mengasih standar 5 persen, kita masih di angka 1,36 persen. Reproduction rate (Rt) atau reproduksi efektif itu juga dikasih standarnya di atas 1 yang relatif perlu dimonitor, kita masih di angka 1. Sehingga dari tiga indikator transmisi, kondisi Indonesia masih baik,” tambahnya. Meski situasi pandemi terkendali, pemerintah terus mengantisipasi lonjakan kasus. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan mengakselerasi vaksinasi booster dan meminta masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. “Bapak Presiden juga memberikan arahan agar booster ini bisa lebih mudah diterima oleh teman-teman, ya setiap acara-acara besar kalau bisa diwajibkan untuk menggunakan booster. Sehingga bisa memastikan teman-teman yang mengikuti acara dari kerumunan besar itu relatif aman,” tegasnya. Kemudian, Kemenkes juga akan kembali melakukan sero survei sebagai salah satu dasar pengambilan kebijakan dalam menghadapi pandemi. “Diharapkan minggu ketiga Juli atau minggu keempat Juli sudah keluar hasilnya sehingga sebelum 17 Agustus, Hari Kemerdekaan, kita bisa mengambil kebijakan yang lebih tepat berbasis data mengenai bagaimana penanganan pandemi ke depannya,” tutupnya. (yd)

Jakarta
| Selasa, 14 Juni 2022

Politik

Foto: Wapres Gibran Sekolah Lebih Peka terhadap Kesehatan Mental Siswa Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta | Pifa Net

Wapres Gibran Sekolah Lebih Peka terhadap Kesehatan Mental Siswa Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta

PIFA, Politik — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap kesehatan mental anak didik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11), sebagai respons atas peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara yang menimpa puluhan siswa. “Saya titip, untuk kita semua saling menjaga, saling peka, dan juga saling mengingatkan agar kejadian-kejadian yang terjadi kemarin di salah satu SMA di Jakarta tidak terulang kembali,” ujar Gibran. Ia menegaskan, perhatian terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya sebatas gizi dan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis dan sosial. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Gibran juga mengajak guru, orang tua, serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan mental anak-anak. Ia menilai, membangun generasi yang sehat dan berkarakter tidak bisa dilepaskan dari lingkungan belajar yang positif dan bebas kekerasan. Diketahui, ledakan terjadi di kompleks SMAN 72 Jakarta yang berlokasi di area Kodamar TNI AL, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, ledakan pertama terdengar saat khotbah Jumat berlangsung, disusul ledakan kedua dari arah berbeda. Insiden itu menyebabkan puluhan siswa mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan. Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga merupakan salah satu siswa yang sebelumnya sempat mengalami perundungan di sekolah.

Politik
| Rabu, 12 November 2025

Lokal

Foto: Meresahkan, Geng Bonpeace Beranggotakan Bocah di Pontianak Konvoi Bawa Sajam | Pifa Net

Meresahkan, Geng Bonpeace Beranggotakan Bocah di Pontianak Konvoi Bawa Sajam

PIFA, Lokal - Satreskrim Polresta Pontianak, mengamankan enam anak bawah umur yang melakukan aksi meresahkan dengan konvoi membawa senjata tajam.  Aksi mereka viral di media sosial. Belasan bocah ini mengitari jalanan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat bahkan melakukan tindakan pengeroyokan terhadap seorang warga yang menegur. Kasatreskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati mengatakan, bocah-bocah yang rata-rata berusia 16 tahun itu teridentifikasi sebagai kelompok genk yang menamakan dirinya Bonpeace. Trias menyebutkan, aksi mereka memang kerap meresahkan dan telah berulang kali melakukan sejumlah tindakan kekerasan dan keributan. "Pada hari Minggu (18/2/2024) dini hari, mereka melakukan pengeroyokan terhadap warga. Warga tersebut melapor," kata Trias, Senin (19/2/2024). Trias mengatakan, aksi pengeroyokan oleh bocil-bocil ini lantaran tak terima ditegur oleh korban atau pelapor tersebut. Bahkan mereka merusak rumah warga. "Mereka mengeroyok menggunakan sajam bahkan memukuli kepala pelapor beberapa kali. Setelah itu mereka kabur," kata Trias. Mendapat laporan dari korban, polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran. Akhirnya, enam orang dari kelompok itu diamankan. "Kami patroli, dan mengamankan beberapa orang diduga pelaku. Setelah diperiksa, anak-anak ini terbukti kelompok itu tapi bukan pelaku utama pengeroyokan," jelasnya. Setelah diamankan, lanjut Trias, enam orang pelaku ini dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku utama dalam aksi pengeroyokan tersebut. "Kami kenakan mereka wajib lapor dan dikembalikan ke orang tua. Karena mereka rata-rata anak di bawah umur," katanya. Menurut Trias, berdasarkan penyelidikan, kelompok genk ini memiliki akun di media sosial yang kerap menyebarkan aksi-aksi meresahkan mereka tersebut. "Mereka menamakan dirinya Bonpeace, tujuan mereka melakukan aksi ini motifnya untuk terkenal dan mempertunjukkan mereka eksis," ujarnya. Trias mengutarakan, bocah-bocah ini kerap melakukan aksi meresahkan itu di Jalan Tani dan Padat Karya, Pontianak Selatan. Namun juga kerap berpindah setelah polisi melakukan patroli penindakan. Trias menambahkan, beberapa kasus yang melibatkan genk ini juga telah ditangani oleh pihaknya. Beberapa diantaranya adalah tindakan pidana. "Yang sudah kita ungkap yaitu penganiayaan di Jalan Ir Juanda dan kita ungkap pada Mei 2023. Kemudian penganiayaan di Jalan Merdeka. Lalu curanmor di tiga TKP. Rata-rata mereka anak di bawah umur," ujarnya. Atas kejadian ini, Trias menegaskan akan menindak para pelaku yang membuat resah warga Kota Pontianak ini. Polisi terus melakukan pendalam terhadap kejadian tersebut. "Meski di bawah umur kami tetap akan melakukan penindakan hukum sesuai undang-undang yang berlaku, kami akan tindak tegas pelakunya," tandas Trias. (ap)

Pontianak
| Selasa, 20 Februari 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5