Rizky Ridho Blunder Lagi, Timnas Indonesia Kembali Tersingkir di Fase Grup Piala AFF
Timnas Indonesia | Sabtu, 8 Agustus 2026
Antara
Timnas Indonesia | Sabtu, 8 Agustus 2026










Lokal

Berita Bengkayang, PIFA - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke III, dengan tema " Bersama Perawat Bengkayang Sehat, Maju dan Mantap" bertempat di aula I Lantai V Kantor Bupati Bengkayang, Sabtu (19/03/2022). Musda PPNI ke-III ini dibuka oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis didampingi Ketua TP PKK, Ny.Anita Darwis, Ketua DPD PPNI Kabupaten Bengkayang Lius, Sekretaris DPW PPNI Kalbar Juliansyah, Ketua Panitia Musda PPNI Ke III Noverita Ismayati. Musda diikuti oleh 20 Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) PPNI se- kabupaten Bengkayang. Ketua Panitia Musda PPNI Ke-III, Noverita Irmayati, dalam sambutannya menyampaikan, tujuan kegiatan Musda yaitu melaksanakan hak organisasi Kabupaten Bengkayang dalam memilih pengurus DPD PPNI Kabupaten Bengkayang periode 2022-2027 menelaah pertanggungjawaban DPD PPNI Kabupaten Bengkayang periode 2014-2019 program kerja DPD PPNI Kabupaten Bengkayang periode 2022-2027 sebagai penjabaran garis-garis besar program kerja hasil Munas. "Pelaksanaan Musda ke-III ini melibatkan 20 dewan pengurus komisariat PPNI di Kabupaten Bengkayang dimana masing-masing DPK mengirimkan 3 orang perwakilan untuk mengikuti Musda," ujarnya. Atas terlaksananya acara Musda ini, kami dari panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur komisariat dan pemerintah daerah atas dukungannya dalam pelaksanaan Musda semoga acara dapat berjalan lancar hingga akhir kegiatan," ucap Noverita. Ketua DPD PPNI Kabupaten Bengkayang, Lius, menyampaikan Musda PPNI ini dihadiri oleh DPW PPNI Provinsi Kalbar, perwakilan DPD Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas dan kota Singkawang dan ini merupakan gawenya sing bebas selalu menghadiri karena tidak lepas dari singbebas atau Singkawang, Bengkayang dan Sambas. "Kita juga pada kesempatan ini menyampaikan Dirgahayu PPNI yang ke-48 dengan mengusung tema "Perawat Bersama Rakyat Menuju Bangsa sehat bebas Covid-19 makanya 2022 ini kita harus bebas dari Covid-19," ucapnya. Ketua DPW PPNI Kalbar, Juliansyah, menyampaikan, Musda PPNI ke-3 Kabupaten Bengkayang merupakan amanat dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PPNI dimana kegiatan ini dilaksanakan untuk memilih Ketua dan pengurus DPD Kabupaten Bengkayang untuk yang terpilih nanti adalah akan melaksanakan program dan kegiatan DPD PPNI Kabupaten Bengkayang untuk periode 2022-2027. Kami DPW PPNI Kalimantan Barat berharap para peserta musyawarah daerah ke-III DPD PPNI Kabupaten Bengkayang dapat melaksanakan musyawarah daerah dengan sebaik-baiknya," tutup Juliansyah. Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis yang sekaligus membuka secara resmi Musda Ke III DPD PPNI menyampaikan, atas nama pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda ke-III PPNI Kabupaten Bengkayang yang pada dasarnya pelaksanaan Musda tersebut merupakan tindak lanjut dari perwujudan AD/ART PPNI Kabupaten Bengkayang. "Ini bertujuan untuk konsolidasi seluruh perawat se-Kabupaten Bengkayang guna membangun dan mengoptimalkan fungsi PPNI sebagai wadah bagi seluruh perawat di Kabupaten Bengkayang," ujarnya. Darwis mengatakan, pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu prioritas di Kabupaten Bengkayang sebab kesehatan termasuk bagian dari indikator dalam menentukan indeks pembangunan manusia atau IPM. "Karena itu saya selaku bupati meminta kepada para perawat dan jajaran kesehatan pada umumnya agar benar-benar melaksanakan tugas secara lebih profesional serta tetap mematuhi sumpah janji dan etika profesi," pintanya. "Selaku Pemerintah saya juga terus mendorong perawat dapat terus-menerus meningkatkan mutu pelayanan sehingga perawat diharapkan dapat melakukan kewajibannya sesuai standar profesi, standar pelayanan keperawatan dan standar operasional prosedur (SOP) itulah poin yang ingin saya tekankan kepada saudara-saudari sehingga berarti pula saudara-saudari sekalian telah melakukan tanggung jawab hukum dalam melakukan praktik keperawatan," pesannya. Sebab, Kata Darwis dari data yang ada perawat memiliki jumlah populasi terbanyak di antara profesi kesehatan yang lain dibanding dengan bidan, dokter, kesehatan lingkungan, gizi, analis, farmasi serta profesi kesehatan yang lainnya. (ja)
Lokal

PIFA, Lokal - Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Drs. Mohd Zaini, MM, menghadiri rapat pembahasan draf Peraturan Bupati tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan pada Jumat (16/2/2024). Dalam pertemuan tersebut, Sekda Kapuas Hulu menyoroti peran penting Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu bentuk penanaman modal yang berkesinambungan. Dalam sambutannya, Sekda Kapuas Hulu menegaskan bahwa salah satu kewajiban penanam modal adalah melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat lokal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembentukan Peraturan Bupati oleh Pemerintah Daerah merupakan amanat konstitusi yang harus dilaksanakan oleh pemerintahan daerah dalam rangka melaksanakan otonomi daerah dan tugas pembantuan. "Pelaksanaan pembahasan draf Peraturan Bupati tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan ini merupakan kesempatan yang baik untuk seluruh peserta guna meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan mengenai peraturan bupati tentang tanggung jawab sosial perusahaan," ujar Sekda Kapuas Hulu. Lebih lanjut, Drs. Mohd Zaini, MM, mengapresiasi positif kegiatan tersebut dan mengharapkan partisipasi semua pihak dalam memberikan masukan demi kesempurnaan draf Peraturan Bupati. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan masukkan demi kesempurnaan draf Perbup dan kegiatan pelaksanaan penyusunan Perbup dapat terlaksana dengan baik dan benar menuju tercapainya sasaran yang telah ditetapkan. Penting untuk diingat bahwa CSR bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan instrumen strategis dalam membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan lingkungan serta masyarakat sekitarnya. Dengan adanya regulasi yang mengatur CSR, diharapkan dapat mendorong terciptanya keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Kapuas Hulu. Rapat pembahasan draf Peraturan Bupati tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan tersebut menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersinergi demi menciptakan lingkungan bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat Kapuas Hulu. (yd)
Lokal

Berita Pontianak, Kalbar - Pifa, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (28/09/2021) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, rencananya sebanyak 400 ribu dosis vaksin akan tiba di Kalimantan Barat dalam 2 hari mendatang. “Dalam 2 hari akan datang 400 ribu dosis vaksin ke Kalimantan Barat. Ini atas permintaan bapak gubernur karena katanya masyarakat Kalimantan Barat semangat untuk divaksinasi” ujarnya. Menkes Budi mengatakan akan menambah jumlah vaksin untuk dikirim ke Kalimantan Barat agar masyarakat lebih semangat divaksinasi COVID-19. “Tadi saya bilang ke pak gubernur malah akan saya tambah lagi (jumlah vaksin) biar lebih semangat vaksinasi,” tuturnya. Masih ada 170 ribu dosis vaksin yang tersedia di Kalimantan Barat. Saat ini cakupan vaksinas COVID-19 sudah mencapai 20 ribu hingga 25 ribu orang per hari. Bahkan, lanjut Menkes, sempat mencapai 50 ribu hingga 66 ribu orang per hari di Kalimantan Barat. Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Pontianak Sunarsieh mengatakan vaksinasi di Poltekkes ini mulai berjalan sejak 1 Juli 2021, tetapi untuk peran Poltekkes dalam vaksinasi ini sudah mulai sejak bulan Maret 2021 bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Vaksinasi ini diberlakukan untuk masyarakat umum dan mendaftar secara online melalui link yang disediakan oleh Poltekkes maupun offline. Pelaksanaan vaksinasi di Poltekkes dibantu oleh 48 vaksinator, 2 petugas Pcare, 10 dokter, dan sekitar 30 orang petugas pencatatan dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan tenaga vaksinator dilakukan tes PCR dua kali setiap bulan. Sunarsieh mengatakan vaksinasi di Poltekkes merupakan kegiatan rutin setiap hari Selasa dan Kamis yang dilaksanakan dari 1 Juli 2021 sampai Desember 2021. “Targetnya 250 sampai 400 orang disuntik per kegiatan vaksinasi. Berdasarkan pencatatan di Pcare Poltekkes telah tercatat 6 ribuan masyarakat sudah di vaksinasi. Ditambah vaksinasi dengan KKP sehingga total masyarakat yang sudah divaksinasi sekitar 10 ribuan dari bulan Maret 2021,” katanya. Tak hanya itu, Poltekkes juga melaksanakan vaksinasi massal dengan target 700 sampai 1.000 orang divaksinasi. Sunarsieh melanjutkan, vaksinasi massal tersebut dilakukan dengan bekerja sama bersama pemerintah setempat seperti kelurahan. “Sejauh ini tidak ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) karena kita skrining. Petugas diarahkan untuk melakukan skrining ketat terhadap masyarakat yang divaksinasi kalau memang terjadi dugaan KIPI. Yang sering terjadi hanya KIPI ringan seperti pusing,” ucapnya.