Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS
Jakarta | Senin, 24 Agustus 2026
CNN Indonesia
Jakarta | Senin, 24 Agustus 2026










Lokal

Berita Sambas, PIFA - Badan Intelijen Daerah (BINDA) Kalbar menargetkan 75 ribu dosis vaksin di bulan Februari 2022 ini. Vaksinasi dilaksanakan menyeluruh di 14 kabupaten dan kota di Kalbar. Di Kabupaten Sambas, vaksinasi dilaksanakan secara terjadwal sejak beberapa waktu lalu. Kepala BINDA Kalbar, Brigjen Pol Rudy Tranggono, S.St, MK mengatakan vaksinasi BINDA Kalbar di Sambas terselenggara berkat kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sambas dan seluruh stakeholder masyarakat. Sehingga, pelaksanaan vaksin berjalan tertib, aman dan lancar. “Vaksinasi di Sambas telah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Beberapa lokasi vaksin seperti di Paloh, perbatasan Sambas-Malaysia, Desa Sagu, sekolah-sekolah dan lainnya,” terang Kabinda, Senin (21/2/2022) siang. Kabinda menyebut, capaian program vaksinasi di Kabupaten Sambas sangat baik. Antusias dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi sangat menentukan suksesnya pelaksanaan program vaksinasi dilapangan. “Masyarakat di Kabupaten Sambas sudah mendapatkan edukasi yang baik tentang pentingnya vaksinasi. Sehingga, masyarakat dan pelajar sangat antusias mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan BINDA Kalbar,” ujarnya. Kedepan, Kabinda berharap semangat dan motivasi masyarakat untuk mendukung program vaksinasi harus terus dijaga dan ditingkatkan. Supaya, semakin banyak masyarakat yang datang ke lokasi-lokasi vaksin. “Mudah-mudahan kedepan capaian program vaksinasi di Sambas semakin tinggi. Supaya terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Supaya masyarakat lebih aman dari bahaya penularan Covid-19,” tuturnya. Terakhir, Kabinda mengingatkan masyarakat agar senantiasa menerapkan prokes Covid-19 dengan ketat dan disiplin. Mengingat, pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, saat ini sedang maraknya penularan varian baru bernama omicron. “Kita himbau masyarakat Sambas agar patuh dan taat terhadap prokes. Apalagi saat ini, Sambas termasuk salah satu daerah di Kalbar yang diwajibkan menerapkan PPKM level III,” tandas Kabinda. Dilan tempat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani mengucapkan terima kasih kepada BINDA Kalbar yang ikut berpartisipasi melaksanakan program vaksinasi di masyarakat. Dia menyebut kegiatan yang dilaksanakan BINDA Kalbar sangat membantu pemerintah daerah setempat. “Kegiatan vaksinasi BINDA Kalbar ini diharapkan dapat mendorong percepatan capaian program vaksinasi di Kabupaten Sambas. Agar, capaian vaksinasi di Sambas semakin meningkat,” harapnya. Karena itu, dia memastikan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sambas mendukung penuh dan siap membantu segala kebutuhan yang diperlukan dalam kelancaran kegiatan vaksinasi BINDA Kalbar di masyarakat. “Kami siap membantu menyiapkan vaksin sesuai kebutuhan dilapangan. Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan ini memberikan manfaat positif dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sambas,” pungkasnya.
Nasional

PIFA, Nasional – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menegaskan agar dilakukan penataan kembali kawasan Depo Pertamina Plumpang yang terbakar hebat pada Jumat malam (3/3/2023) kemarin. Wapres juga meminta warga sekitar daerah rawan itu direlokasi ke daerah pelabuhan Tanjuk Priok. “Saya berharap supaya depo ini lebih aman, itu bisa direlokasi di daerah pelabuhan, di daerah Pelindo,” tegas Wapres saat memberikan keterangan pers di lokasi Sabtu (4/3) kemarin, disadur PIFA dari laman Setewapres. Insiden yang terjadi sekira pukul 20.11 WIB ini menghanguskan sejumlah bangunan milik Pertamina dan rumah warga di sekira Depo Pertamina Plumpang. Data terakhir yang tercatat di Koramil 01 Koja, korban tewas dalam insiden tersebut bertambah menjadi 19 orang. Kemudian, 49 warga luka-luka dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian. “Data terbaru dari Posko Tanggap Darurat Koramil di Rawasari Selatan, Koja, Jakarta Utara, 19 orang dilaporkan meninggal dunia, 14 orang dewasa dan lima anak-anak,” ujar Danramil 01 Koja, Mayor Infantri Ikhwan. Minggu (5/3) kemarin, kepada Antara. Tak hanya di Depo Pertamina Plumpang, lanjut Wapres, depo-depo lain yang keberadaannya berisiko membahayakan masyarakat sekitar juga akan ditata ulang. “Dan daerah ini nanti kita tahu lah supaya lebih teratur, lebih baik, aman, dan memenuhi persyaratan, sebagai satu daerah yang berada di wilayah ibu kota,” ujarnya. (ap)
Internasional

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengakui terdapat perbedaan pendekatan antara Washington dan Israel dalam menangani konflik dengan Iran, meski kedua negara dinilai tetap memiliki tujuan yang sama. Dalam wawancara dengan Fox News, Vance menegaskan perbedaan tersebut lebih terkait metode yang digunakan untuk mencapai tujuan, bukan sasaran akhir yang ingin diraih. "Saya tidak tahu apakah ada perbedaan tujuan. Kadang-kadang yang berbeda hanyalah cara mencapai tujuan tersebut," kata Vance. Menurut Vance, Israel selama ini merupakan mitra penting bagi Amerika Serikat. Namun, Presiden AS Donald Trump memilih tetap membuka ruang negosiasi dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. "Presiden Amerika Serikat telah mengatakan berbeda dengan beberapa unsur dalam pemerintahan Israel, kami akan memberikan kesempatan bagi proses negosiasi ini," ujarnya. Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah Vance melontarkan kritik terhadap Israel terkait operasi militernya yang berkelanjutan di Lebanon. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, ia mengingatkan para pemimpin Israel agar memahami posisi mereka yang sangat bergantung pada dukungan Washington. "Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini. Dan kebetulan ia adalah pemimpin negara adidaya dunia," kata Vance. Ia juga menegaskan bahwa Israel seharusnya tidak mengambil langkah yang dapat merusak hubungan dengan sekutu terkuatnya tersebut. Vance berulang kali mengingatkan Israel agar tidak menjauh dari kepentingan dan tujuan Amerika Serikat, terutama mengingat ketergantungan Tel Aviv terhadap persenjataan dan dukungan militer dari Washington. Sementara itu, Trump dalam wawancara terpisah dengan Financial Times menyatakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada akhirnya harus menerima kesepakatan yang sedang dirundingkan AS dengan Iran. Sebelumnya, AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdamaian pada 17 Juni. Penandatanganan dilakukan secara jarak jauh oleh Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. MoU tersebut memuat 14 poin kesepakatan yang masih akan dibahas lebih lanjut dalam perundingan lanjutan selama 60 hari. Sejumlah pihak menilai isi kesepakatan itu lebih menguntungkan Iran dibandingkan pihak lainnya. Menurut laporan CNN yang mengutip seorang pejabat Israel, Netanyahu disebut berupaya memengaruhi isi kesepakatan akhir yang sedang dinegosiasikan. Delegasi AS dan Iran dijadwalkan kembali bertemu di Swiss untuk melanjutkan pembahasan teknis terkait implementasi kesepakatan tersebut. Trump juga dikabarkan mulai tidak nyaman dengan berbagai lobi yang dilakukan Israel agar AS mengambil langkah militer terhadap Iran. Ia meminta Israel bersikap lebih tenang dalam menyikapi perkembangan terbaru. "Terkadang kamu hanya perlu tenang dan menggunakan akal sehatmu," kata Trump. Keputusan Trump untuk menempuh jalur diplomasi dengan Iran disebut turut dipengaruhi kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Menurutnya, penutupan Selat Hormuz dapat memicu krisis pasokan minyak dunia. Trump bahkan memperingatkan bahwa cadangan minyak global dapat mengalami tekanan serius jika jalur pelayaran strategis tersebut tetap ditutup dalam waktu lama, sehingga mendorong Washington memilih penyelesaian melalui negosiasi dibandingkan konfrontasi militer.