Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Pernyataan Jatuhkan Prabowo
Politik | Kamis, 9 April 2026
Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Pernyataan Jatuhkan Prabowo
Politik | Kamis, 9 April 2026










Sports
PIFA, Otomotif - Riding menggunakan motor MAXi Yamaha selalu memberikan kesenangan dan kenyamanan yang dirasakan oleh para penggunanya. Keunggulan MAXi Yamaha telah mendukung aktivitas harian maupun hobi berkendara. Hal itu juga terwujud dalam sunmori MAXi Ride & Pride yang digelar di Bandar Lampung, Minggu 12 Oktober 2025. Yamaha pun memberikan support terhadap acara yang merupakan bagian dari kampanye keselamatan berkendara atau safety riding yang diinisiasi oleh komunitas Gerakan Aksi Roda. Hadir ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan komunitas pengguna motor Yamaha dari berbagai wilayah di Lampung. Istimewanya juga diikuti oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang ikut bergabung dalam kegiatan Sunmori MAXi Ride & Pride.Rute sunmori ini dimulai dari Masjid Raya Al-Bakrie dan berakhir di Kampung Vietnam. Sekitar 500 pengemudi ikut serta dalam kegiatan yang menggabungkan semangat kebersamaan, edukasi, dan kesadaran berlalu lintas. Tak hanya menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai penting tentang keselamatan saat berkendara di jalan. ”Kami selalu memberikan support untuk aktivitas terkait safety riding yang mengedukasi para pengguna motor. Pada acara Sunmori MAXi Ride & Pride yang adalah bagian dari kampanye safety riding yang diprakarsai oleh komunitas Gerakan Aksi Roda, kami turut hadir sebagai bentuk dukungan agar pengendara selalu menerapkan keselamatan berkendara saat di jalanan. Menggunakan MAXi Yamaha ketika riding juga meningkatkan kualitas kehidupan berkendara yang dibutuhkan dalam bermobilitas dengan sepeda motor,” ungkap Yagi Adisuseno, Business Head Main Dealer Yamaha PT. Lautan Teduh Interniaga.Turut hadir dalam acara ini juga mendapatkan dukungan positif dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang menyampaikan bahwa kegiatan sunmori ini adalah momen edukatif untuk mengingatkan pentingnya etika berkendara. Selain sebagai sarana edukasi, acara ini juga memperlihatkan kolaborasi positif antara pemerintah daerah, dan komunitas ojol dan pengguna motor Yamaha dalam menciptakan perubahan sosial yang berdampak luas. Kesadaran akan keselamatan berkendara dianggap sebagai langkah awal menuju Lampung yang lebih tertib dan berbudaya.Rahmat Mirzani Djausal juga menegaskan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan. Dia mengajak seluruh pengemudi untuk terus menjaga sikap disiplin dan saling menghormati saat berkendara.Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang turut hadir, memberikan apresiasi terhadap meningkatnya peran perempuan di dunia ojek online. Dia menilai kehadiran banyak pengemudi perempuan menjadi bukti bahwa perempuan kini semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi digital. Menurutnya, profesi pengemudi ojol telah menjadi ruang baru bagi perempuan untuk mandiri sekaligus berkontribusi dalam sektor transportasi. Dia juga menekankan pentingnya solidaritas antar-pengemudi tanpa memandang jenis kelamin.Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengemudi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kegiatan sunmori kali ini menjadi momentum penting bagi pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat sinergi bersama komunitas ojol dalam membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan penuh tanggung jawab. Semangat kebersamaan yang tercipta di acara tersebut mencerminkan upaya nyata menuju Lampung yang lebih maju dan berkeselamatan.
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pandemi COVID-19 telah banyak mengajarkan berbagai hal, terutama untuk mengevaluasi sistem kesehatan nasional yang dinilai masih banyak kekurangan dan perlu perbaikan. Untuk itu, Presiden pun menekankan bahwa peningkatan sistem kesehatan nasional sangatlah penting. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Tower A dan B Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso di Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022) siang. “Kita banyak sekali belajar dari pandemi dua setengah tahun ini. Melihat bagaimana sistem kesehatan nasional kita, mana yang harus kita perbaiki, mana yang lamban yang harus dipercepat, sarana apa yang harus dibeli, semuanya menjadi kelihatan," ujar Kepala Negara dalam sambutannya, dikutip dari laman Setkab RI (10/8). "Pada saat kita menderita memang jadi kelihatan semuanya, pada saat kita krisis kesehatan karena pandemi kelihatan semuanya. Mana yang enggak benar kelihatan, mana yang lamban kelihatan, mana yang kurang kelihatan inilah yang kita perbaiki,” sambungnya. Presiden Jokowi meyakini bahwa RSUD dr. Soedarso dengan luas tanah 26,63 hektare ini memiliki fasilitas modern yang mampu melayani dan menangani kasus-kasus atau penyakit yang ada di masyarakat. Presiden pun berharap masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, tidak perlu pergi ke luar negeri untuk berobat. “Saya itu paling sedih kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit kemudian perginya ke luar negeri. Ke Malaysia, ke Singapura, ada yang ke Jepang, ada yang ke Amerika. Dan khusus untuk Kalimantan Barat saya mendengar banyak sekali yang ke Kuching. Berapa outflow kita? Uang yang keluar untuk membiayai yang sakit dan ke luar negeri, lebih dari Rp110 triliun setiap tahunnya,” pungkasnya. Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menceritakan bahwa pengembangan rumah sakit ini berawal dari kedatangan Gubernur Kalimantan Barat yang meminta bantuan untuk pengembangan rumah sakit berupa alat kesehatan. “(Pembangunan) habis Rp205 miliar, alkesnya juga kurang lebih Rp200-an miliar, ini yang namanya gotong royong untuk menyelesaikan tadi uang yang harus keluar karena tidak siapnya rumah sakit kita. Tadi saya cek, ada 277 tempat tidur, cek ruang operasi, cek ICU semuanya saya lihat, sudah super modern saya jadi ingatkan enggak usah (berobat) ke luar (negeri), di sini sudah cukup untuk menangani kasus-kasus yang ada,” kata Presiden. Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan bahwa rumah sakit tersebut tidak akan dikategorikan berdasarkan kelas, melainkan penanganan jenis penyakit setiap pasien. “Rumah sakit ini nanti dioperasikan tanpa kelas, Pak, karena kami berpendapat rumah sakit itu, kelas itu (seharusnya) tergantung dari jenis penyakitnya. Jadi tidak memandang dari sisi kemampuan membayar, tetapi dari sisi jenis penyakitnya,” terangnya. Turut hadir dalam peresmian ini antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, dan Direktur RSUD dr. Soedarso drg. Yuliastuti Saripawan.
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Filipina dalam laga lanjutan Piala AFF 2024 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/12/2024) pukul 20.00 WIB. Timnas Indonesia menunjukkan statusnya sebagai jago kandang saat menghadapi Filipina dalam delapan pertemuan terakhir di berbagai ajang. Dari delapan laga tersebut, Indonesia berhasil meraih tujuh kemenangan dan hanya sekali bermain imbang. Dominasi ini termasuk kemenangan besar 13-1 pada Piala AFF 2002, yang menjadi rekor kemenangan terbesar Timnas Indonesia sepanjang sejarah. Catatan ini memperkuat reputasi Garuda sebagai tim yang tangguh saat berlaga di hadapan pendukungnya sendiri. Pertemuan pada Sabtu besok (21/12) menjadi krusial bagi kedua tim karena menentukan siapa yang berpeluang lolos ke semifinal. Saat ini, Indonesia berada di posisi kedua Grup B dengan empat poin, sementara Filipina berada di posisi keempat dengan tiga poin.Pemenang laga ini akan memiliki peluang besar untuk melaju ke fase gugur. Dalam sejarah pertemuan kandang, Indonesia telah menunjukkan dominasi atas Filipina dengan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dari delapan laga yang digelar.Salah satu kemenangan paling fenomenal diraih Timnas Indonesia pada Piala AFF 2002 ketika menghancurkan Filipina dengan skor 13-1. Kemenangan tersebut menjadi rekor terbesar dalam sejarah tim nasional Indonesia.Namun, Filipina sempat menahan imbang Indonesia 0-0 saat bermain di Jakarta pada Piala AFF 2018. Meski demikian, catatan keseluruhan tetap memihak Indonesia sebagai tim yang kuat saat bermain di kandang sendiri.Rekam Jejak Pertemuan Kandang Indonesia vs FilipinaIndonesia 6-0 Filipina – Asian Games 1962 – JakartaIndonesia 1-0 Filipina – Kualifikasi Piala Asia 1984 – JakartaIndonesia 2-0 Filipina – SEA Games 1997 – JakartaIndonesia 13-1 Filipina – Piala AFF 2002 – JakartaIndonesia 1-0 Filipina – Piala AFF 2010 – JakartaIndonesia 2-0 Filipina – Laga Persahabatan – SoloIndonesia 0-0 Filipina – Piala AFF 2018 – JakartaIndonesia 2-0 Filipina – Kualifikasi Piala Dunia 2026 – JakartaPertarungan nanti malam tidak hanya menjadi ajang pembuktian ketangguhan Indonesia di kandang tetapi juga membawa harapan besar untuk kembali mengukir sejarah di Piala AFF 2024.