Saksi Ungkap Detik-detik Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan, Sempat Selamatkan Pengemudi Lexus
Nasional | Senin, 20 Juli 2026
MEDAN – Ledakan hebat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, masih menyisakan cerita dari para saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian pada Senin (20/7) sore.
Salah seorang saksi, Danu (43), mengaku sempat menyelamatkan pengemudi mobil Lexus yang melintas tepat saat ledakan terjadi.
Menurut Danu, beberapa detik sebelum ledakan terdengar, ia melihat kilatan cahaya putih dari arah rumah nomor 3B yang kemudian disusul dentuman keras.
"Begitu hitungan detik saya ke sudut, muncul cahaya putih, lalu langsung terjadi ledakan," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ledakan tersebut membuat material bangunan beterbangan ke berbagai arah. Saat itu, sebuah mobil Lexus sedang melintas di depan rumah yang kemudian roboh akibat ledakan.
Danu mengatakan pengemudi mobil berhasil diselamatkan meski kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan parah setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
"Ada pengemudi Lexus yang saya selamatkan. Saat itu mobilnya sedang melintas. Di dalam mobil hanya ada sopir, saya lihat sendiri," katanya.
Ia menjelaskan bagian kanan mobil tertimpa material bangunan hingga pengemudi sempat terjepit.
"Mobilnya yang tertimpa itu hancur. Sopir sempat kejepit, tapi kondisinya tidak apa-apa. Bagian yang tertimpa batu ada di sisi kanan kendaraan, sementara bagian lainnya masih selamat," tuturnya.
Usai menolong pengemudi, Danu mengaku sempat mendengar suara seorang perempuan meminta pertolongan dari dalam rumah yang telah runtuh.
"Saya dengar ada suara minta tolong dari dalam rumah, sepertinya dari atas bangunan yang roboh. Suaranya perempuan. Cuma sebentar, teriak 'tolong' begitu saja, lalu tidak terdengar lagi," ungkapnya.
Di tengah kepanikan, Danu juga mengaku melihat seorang bayi yang diduga mengalami luka-luka di atas reruntuhan bangunan.
"Saya fokus menolong sopir. Tapi saya sempat lihat ada bayi berlumuran darah di atas sana," katanya.
Selain itu, ia mengaku mencium bau gas yang cukup menyengat sesaat setelah ledakan terjadi, disusul munculnya asap dari bagian atas bangunan.
"Waktu menyelamatkan korban itu tercium bau gas yang menyengat di sekitar lokasi. Setelah itu terlihat asap dari atas bangunan," ujarnya.
Ledakan besar tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di rumah nomor 3B Kompleks Grand Polonia. Kekuatan ledakan menyebabkan bangunan tiga lantai itu mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar strukturnya runtuh.
Reruntuhan bangunan juga menimpa tiga mobil yang terparkir di depan rumah serta merusak sedikitnya tujuh rumah di sekitar lokasi.
Tim SAR gabungan masih melakukan proses pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.
Sementara itu, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dan instansi terkait. Dugaan awal sempat mengarah pada kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah.
Namun, Area Head PGN Medan Agus Kurniawan menyatakan hasil pemeriksaan timnya tidak menemukan adanya kandungan gas metana di lokasi kejadian.
"Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN yang disaksikan pihak eksternal berwenang pada Senin (20/7/2026) malam, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian," jelas Agus.
Ia menegaskan penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang. Menurutnya, PGN terus berkoordinasi dengan tim gabungan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik serta menyampaikan keprihatinan kepada seluruh korban terdampak.



















