Samsung Galaxy S26 Series Kantongi TKDN, Intip Bocoran Spesifikasinya
Teknologi | Rabu, 21 Januari 2026
PIFA, Tekno – Samsung Galaxy S26 Series semakin dekat meluncur di Indonesia. Salah satu indikator kuatnya adalah telah dikantonginya sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk tiga model ponsel flagship terbaru Samsung tersebut.
Berdasarkan pantauan di situs Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Samsung Indonesia telah mendaftarkan tiga perangkat dengan kode SM-S942B, SM-S947B, dan SM-S948B. Ketiga model ini diyakini masing-masing merupakan Samsung Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra. Seluruhnya tercatat memperoleh nilai TKDN sebesar 37,50 persen.
Meski sertifikasi sudah didapatkan, hingga kini Samsung belum mengumumkan secara resmi jadwal peluncuran Galaxy S26 Series, baik di pasar global maupun di Indonesia. Namun, perangkat ini dirumorkan akan meluncur pada Februari 2026, sedikit lebih lambat dibandingkan generasi sebelumnya.
Sejumlah bocoran spesifikasi pun mulai beredar. Dari sisi layar, Galaxy S26 Series dikabarkan akan menggunakan panel OLED M14 buatan Samsung Display. Panel ini disebut menawarkan peningkatan kecerahan serta efisiensi daya, dan juga telah digunakan oleh Apple dan Google pada ponsel flagship mereka.
Untuk ukuran layar, Galaxy S26 Plus dan Galaxy S26 Ultra diperkirakan tetap mempertahankan dimensi pendahulunya, masing-masing 6,7 inci dan 6,9 inci. Sementara model dasar Galaxy S26 kemungkinan akan sedikit membesar menjadi 6,3 inci, dibandingkan 6,2 inci pada Galaxy S25.
Khusus varian Ultra, Samsung dirumorkan menghadirkan fitur unik bernama “Magic Flex Pixel”. Fitur ini disebut sebagai teknologi bawaan layar yang membuat tampilan sulit dilihat dari sudut samping, mirip pelindung privasi, namun bekerja di tingkat piksel tanpa menurunkan kualitas gambar.
Di sektor pengisian daya, Samsung dikabarkan mulai mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya. Galaxy S26 Ultra disebut akan mendukung pengisian daya kabel hingga 60 watt. Selain itu, seluruh lini S26 kemungkinan mendukung pengisian daya nirkabel Qi2 dengan kecepatan hingga 25 watt, serta dilengkapi sistem magnetik pada aksesori resmi, tidak terbatas hanya untuk varian Ultra.
Dari sisi baterai, bocoran menyebut Galaxy S26 Ultra akan mendapatkan peningkatan kapasitas hingga sekitar 5.400 mAh. Samsung juga dirumorkan mulai mengadopsi material baterai silikon karbon, mengikuti tren yang lebih dulu digunakan sejumlah produsen ponsel asal China.
Pada sektor dapur pacu, Galaxy S26 Series dikabarkan akan ditenagai chipset Exynos 2600. Chip ini disebut-sebut sebagai chipset pertama yang diproduksi dengan teknologi gate-all-around (GAA) 2 nanometer di industri.
Sementara itu, untuk kamera, Galaxy S26 Ultra dirumorkan membawa tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan 5x optical zoom. Di bagian depan, ponsel ini diperkirakan dibekali kamera 12 MP dengan sudut pandang (FOV) lebih lebar.
Meski masih mengusung resolusi 200 MP, sensor kamera utama Galaxy S26 Ultra disebut akan lebih besar, yakni berukuran 1/1.1 inci, dibandingkan sensor 1/1.3 inci pada Galaxy S25 Ultra. Dengan sensor yang lebih besar, kualitas foto terutama dalam kondisi minim cahaya diharapkan semakin meningkat.
Dengan TKDN yang sudah di tangan dan bocoran spesifikasi yang kian ramai, Samsung Galaxy S26 Series tinggal selangkah lagi untuk resmi masuk dan meramaikan pasar smartphone flagship di Indonesia.




















