Gedung Sate. Wikipedia

Gedung Sate. Wikipedia

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalSejarah Gedung Sate: Dari Kantor Kolonial hingga Ikon Jawa Barat

Sejarah Gedung Sate: Dari Kantor Kolonial hingga Ikon Jawa Barat

Bandung | Selasa, 3 Februari 2026

PIFA, Bandung - Gedung Sate merupakan salah satu bangunan paling ikonik di Bandung sekaligus simbol pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Bangunan yang dikenal dengan ornamen enam tusuk menyerupai sate di puncak menaranya ini bukan sekadar landmark kota, tetapi juga saksi sejarah panjang perjalanan administrasi, politik, dan arsitektur di Indonesia.

Awal Pembangunan di Masa Kolonial

Gedung Sate mulai dibangun pada tahun 1920 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pembangunan gedung ini tidak terlepas dari rencana besar pemerintah kolonial yang saat itu berencana memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Kota Bandung dipilih karena letaknya yang strategis, iklimnya lebih sejuk, serta dianggap lebih aman dari ancaman serangan laut.

Bangunan ini awalnya dirancang sebagai Gouvernements Bedrijven atau Kantor Departemen Perusahaan Pemerintah Hindia Belanda. Arsiteknya adalah J. Gerber, seorang arsitek Belanda yang memadukan gaya arsitektur Eropa dengan unsur lokal Nusantara. Proses pembangunannya melibatkan sekitar 2.000 pekerja, termasuk tenaga ahli dari Tiongkok dan masyarakat lokal.

Arsitektur Unik: Perpaduan Barat dan Timur

Salah satu keunikan Gedung Sate terletak pada gaya arsitekturnya. Gedung ini mengusung konsep Indo-Eropa, yaitu perpaduan arsitektur Renaissance Italia dengan elemen tradisional Indonesia, terutama pada bentuk atap yang menyerupai bangunan candi di Jawa.

Ornamen enam tusuk di puncak menara Gedung Sate sering disalahartikan sebagai hiasan semata. Padahal, ornamen tersebut melambangkan biaya pembangunan gedung sebesar enam juta gulden pada masanya. Dari sinilah kemudian muncul sebutan populer “Gedung Sate” di kalangan masyarakat Bandung.

Peran Strategis Pasca Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Gedung Sate mengalami perubahan fungsi. Bangunan ini kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan daerah. Sejak tahun 1980-an, Gedung Sate resmi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat, sekaligus pusat administrasi pemerintahan provinsi.

Gedung ini juga memiliki nilai historis yang tinggi karena pernah menjadi lokasi peristiwa penting, termasuk insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata pada 3 Desember 1945 yang menyebabkan tujuh pemuda pejuang gugur dalam upaya mempertahankan gedung dari pasukan Sekutu.

Dari Kantor Pemerintahan ke Ikon Budaya

Seiring waktu, Gedung Sate tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tetapi juga berkembang menjadi ikon budaya dan pariwisata Jawa Barat. Kawasan sekitarnya sering menjadi lokasi kegiatan publik, acara kenegaraan, hingga perayaan hari besar.

Pada tahun 2017, Museum Gedung Sate resmi dibuka untuk umum. Museum ini menyajikan sejarah pembangunan, arsitektur, dan peran Gedung Sate dalam perjalanan Jawa Barat, lengkap dengan teknologi digital dan diorama interaktif.

Simbol Jawa Barat hingga Kini

Hingga hari ini, Gedung Sate tetap berdiri megah sebagai simbol pemerintahan, sejarah, dan identitas Jawa Barat. Keberadaannya merepresentasikan perjalanan panjang dari masa kolonial, era perjuangan kemerdekaan, hingga Indonesia modern.

Lebih dari sekadar bangunan, Gedung Sate adalah pengingat bahwa Bandung dan Jawa Barat memiliki peran penting dalam sejarah bangsa—sebuah warisan arsitektur yang terus hidup dan relevan lintas generasi.

Rekomendasi

Foto: Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026: Skenario dan Hitungan Poin | Pifa Net

Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026: Skenario dan Hitungan Poin

Indonesia
| Rabu, 19 Maret 2025
Foto: Presiden Prabowo Tunjuk Zulkifli Hasan sebagai Ketua Satgas Koperasi Merah Putih | Pifa Net

Presiden Prabowo Tunjuk Zulkifli Hasan sebagai Ketua Satgas Koperasi Merah Putih

Politik
| Selasa, 24 Juni 2025
Foto: Garuda Muda Menggila! Indonesia Libas Brunei 8-0 di Laga Pembuka ASEAN U-23 2025 | Pifa Net

Garuda Muda Menggila! Indonesia Libas Brunei 8-0 di Laga Pembuka ASEAN U-23 2025

Sports
| Rabu, 16 Juli 2025
Foto: Libas Athletic Bilbao 4-1, MU Tantang Tottenham di Final Liga Europa! | Pifa Net

Libas Athletic Bilbao 4-1, MU Tantang Tottenham di Final Liga Europa!

Inggris
| Jumat, 9 Mei 2025
Foto: Liverpool Abadikan Nomor Punggung 20 untuk Diogo Jota yang Meninggal Dunia | Pifa Net

Liverpool Abadikan Nomor Punggung 20 untuk Diogo Jota yang Meninggal Dunia

Sports
| Jumat, 4 Juli 2025
Foto: Nikita Mirzani dan Asisten Diperiksa Polda Metro Jaya atas Dugaan Pemerasan | Pifa Net

Nikita Mirzani dan Asisten Diperiksa Polda Metro Jaya atas Dugaan Pemerasan

Indonesia
| Selasa, 4 Maret 2025
Foto: Prabowo Maklumi Pejabat Keseleo Bicara | Pifa Net

Prabowo Maklumi Pejabat Keseleo Bicara

Indonesia
| Selasa, 6 Mei 2025
Foto: Norwegia Hancurkan Moldova 11-1, Haaland Cetak Lima Gol | Pifa Net

Norwegia Hancurkan Moldova 11-1, Haaland Cetak Lima Gol

Sports
| Rabu, 10 September 2025
Foto: Buka Peluang Pembatasan Game Online Seperti PUBG Usai Insiden Ledakan di SMAN 72 | Pifa Net

Buka Peluang Pembatasan Game Online Seperti PUBG Usai Insiden Ledakan di SMAN 72

Nasional
| Senin, 10 November 2025
Foto: Ahli Herbal: Rempah dan Jamu Bantu Redam Efek Makanan Berlemak Saat Iduladha | Pifa Net

Ahli Herbal: Rempah dan Jamu Bantu Redam Efek Makanan Berlemak Saat Iduladha

Indonesia
| Jumat, 23 Mei 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Dukung BIMP-EAGA, Prabasa: Dorong Peningkatan Ekonomi | Pifa Net

Dukung BIMP-EAGA, Prabasa: Dorong Peningkatan Ekonomi

Berita Lokal, PIFA - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur menyambut baik pertemuan empat menteri dari forum bergengsi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area atau BIMP-EAGA ke-25 di Pontianak. Prabasa berharap, BIMP-EAGA ke-25 berdampak pada peningkatan ekonomi. Ia yakin kegiatan ini akan menghasilkan kesepakatan konsep pemulihan ekonomi. "Kita mendukung penuh kegiatan. Tentu Kalbar diuntungkan dan berdampak pada peningkatan ekonomi, misalnya saja hotel penuh," katanya, kemarin. Legislator Partai Golkar itu menyebut, kegiatan ini merupakan gawai pemerintah pusat. Khususnya Kementerian Perekonomian. "Kalbar hanya numpang tempat. Tapi, ditunjuknya Pontianak sebagai lokasi kegiatan menjadi sangat baik," ujarnya. Selaku pimpin DPRD, dia menegaskan mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. Sementara itu, Pemerintah Kota Pontianak, siap menyambut peserta pertemuan empat menteri dari forum bergengsi BIMP-EAGA ke-25, pada 23-26 November 2022. "Pemkot Pontianak mendapat tugas melaksanakan penyambutan delegasi lewat welcome dinner di Gedung Pontianak Convention Center (PCC). Segenap hal teknis, mulai dari menghias tempat, hiburan hingga konsumsi, siap dihelat bagi tamu yang datang, termasuk untuk pengamanan dan kebersihan juga sedang dilakukan," kata Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan. Dia menyampaikan, tidak ada kendala pada persiapan welcome dinner. Adapun yang ditekankan kepada pihak pelaksana adalah konsentrasi saat merencanakan hingga eksekusi di hari-H nanti. Bahasan mengajak masyarakat untuk mendukung agenda tingkat Asia itu agar terbentuk kebanggaan kepada daerah Kota Pontianak. Bahasan berharap, melalui agenda ini, Kota Pontianak selaku Ibu Kota Provinsi kian terbiasa dengan acara mancanegara. Selain itu pula, lanjutnya, muncul semangat kebangkitan dan pemulihan ekonomi dari setiap warga Kota Pontianak. “Harapan kami, semoga jadi motivasi kepada kita semua, Pemkot Pontianak hingga masyarakat untuk bergandengan tangan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kalau perlu kita kenalkan Kota Pontianak ke kancah dunia,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menjelaskan, welcome dinner akan dilaksanakan pada 24 November mendatang, dan beberapa produk Dekranasda rencananya turut ditampilkan kepada tamu VIP pada kegiatan tersebut. “Nanti kami akan menampilkan produk kriya, makanan dan minuman khas Kota Pontianak saat welcome dinner,” ujar Yanieta. Yanieta mengatakan, suatu kebanggaan bagi pihaknya ditunjuk sebagai pelaksana teknis bagian konsumsi. Tentunya telah disiapkan pilihan menu kuliner terbaik, yang juga ciri khas Kota Pontianak bagi delegasi negara-negara di ASEAN. (ap) 

Kalbar
| Senin, 21 November 2022

Lokal

Foto: Kafilah Mempawah Ikuti FASI Tingkat Nasional | Pifa Net

Kafilah Mempawah Ikuti FASI Tingkat Nasional

Berita Mempawah, PIFA -  Bupati Mempawah Muhammad Pagi menerima audiensi Kafilah Kabupaten Mempawah mengikuti Festival Anak Sholeh Indonesia XI tingkat Nasional di ruang kerja  Wakil Bupati Mempawah, Rabu (23/3/2022).   Dalam memberikan dukungan Kafilah Kabupaten Mempawah, Wakil Bupati Mempawah menerima tiga kafilah yang akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam Festival Anak Sholeh Indonesia tingkat Nasional XI di Palembang 24 hingga 27 Maret mendatang.   Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi berharap kepada tiga Kafilah tersebut dapat memberikan penampilan terbaik sehingga dapat memberikan prestasi bagi Kabupaten Mempawah dan Provinsi Kalimantan Barat di event Nasional seperti FASI ini.    "Semoga dengan usaha yang dilakukan, para kafilah dapat memberikan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Mempawah dan Provinsi Kalimantan Barat," ujarnya.   Muhammad Pagi juga meminta kepada para kafilah untuk dapat menjaga kesehatan, mengingat waktu pelaksanaan yang sudah dekat sehingga nantinya tetap dapat tampil secara maksimal.    "Jaga kesehatan mengingat jarak yang jauh, cukupkan waktu istirahat sehingga nantinya dapat tampil maksimal," tutupnya.   Adapun ketiga kafilah tersebut diantaranya, Candri Nabila Putri mengikuti Tahfiz Juz Amma TQA Putri, Muhammad Farhan Vahlevi mengiy Tahfidz Juz Amma TQA Putra dan Khairul Ramadhani mengikuti Tartil TPA Putra.    Mendampingi Wakil Bupati Mempawah dalam kesempatan tersebut Asisten Tata Praja Juli Suryadi dan pihak terkait lainnya. (ja) 

Mempawah
| Kamis, 24 Maret 2022

Lokal

Foto: Kejari Pontianak Musnahkan Barang Bukti 95 Perkara, Termasuk Sabu, Sajam, dan 19 Ton Beras Oplosan | Pifa Net

Kejari Pontianak Musnahkan Barang Bukti 95 Perkara, Termasuk Sabu, Sajam, dan 19 Ton Beras Oplosan

PIFA, Lokal — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak memusnahkan barang bukti dari 95 perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Barang bukti tersebut meliputi narkotika jenis sabu, senjata tajam, hingga 19 ton beras oplosan yang dinyatakan tidak layak konsumsi. Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Kejari Pontianak pada Kamis (16/10/2025). Proses pemusnahan dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari dibakar, dihancurkan, hingga dilarutkan menggunakan bahan kimia agar tidak bisa digunakan kembali. Kepala Seksi Barang Bukti Kejari Pontianak, Samuel, menjelaskan bahwa barang bukti tersebut berasal dari tiga kelompok perkara besar, yaitu Tindak Pidana Orang dan Harta Benda (Oharda) sebanyak 20 perkara, Tindak Pidana Umum Lainnya & Kamtibmas (TPUL) sebanyak 11 perkara, serta Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya sebanyak 64 perkara. “Seluruh barang bukti ini merupakan hasil perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Amar putusannya menyatakan agar barang bukti tersebut dirampas untuk dimusnahkan,” ungkap Samuel usai kegiatan. Dalam perkara narkotika, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu seberat 34,2316 gram, ekstasi 7,2425 gram, dan ganja 3,19 gram. Semua barang tersebut merupakan hasil penyisihan yang diterima pada tahap II proses peradilan. Selain narkotika, Kejari juga memusnahkan berbagai barang bukti lainnya seperti senjata tajam, peralatan kejahatan, serta barang hasil tindak pidana pencurian dan penganiayaan. Samuel menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kejari Pontianak dalam menjalankan fungsi penegakan hukum dan menjaga kepercayaan publik. “Kami memastikan seluruh barang bukti tindak pidana yang sudah inkracht benar-benar dimusnahkan sesuai ketentuan. Tidak ada celah untuk penyalahgunaan. Ini bentuk transparansi dan tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tegasnya. Dengan total 95 perkara yang telah dituntaskan hingga tahap pemusnahan, Kejari Pontianak menegaskan komitmennya tidak hanya dalam proses penuntutan, tetapi juga memastikan setiap barang bukti benar-benar hilang dari peredaran sebagai wujud nyata penegakan hukum yang tuntas.

Pontianak
| Jumat, 17 Oktober 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5