Gedung Sate Bandung. Shutterstock

Gedung Sate Bandung. Shutterstock

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalSejarah Julukan Kota Kembang dan Paris van Java yang Melekat pada Bandung

Sejarah Julukan Kota Kembang dan Paris van Java yang Melekat pada Bandung

Lokal | Senin, 2 Februari 2026

PIFA, Bandung - Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak julukan. Dua di antaranya yang paling populer dan terus melekat hingga kini adalah “Kota Kembang” dan “Paris van Java”. Julukan-julukan tersebut bukan sekadar sebutan romantis, melainkan lahir dari latar sejarah, kondisi geografis, hingga perkembangan sosial budaya kota Bandung pada masa lalu.

Asal-usul Julukan Kota Kembang

Julukan Kota Kembang diyakini muncul pada masa kolonial Belanda. Pada awal abad ke-20, Bandung dikenal sebagai kota yang dipenuhi taman-taman indah, pepohonan rindang, dan bunga-bunga yang tumbuh subur. Letak geografis Bandung yang berada di dataran tinggi dengan iklim sejuk membuat berbagai jenis tanaman hias mudah berkembang.

Pemerintah kolonial kala itu memang menata Bandung sebagai kota peristirahatan dan hunian elite Eropa. Banyak rumah besar dengan halaman luas, ditata dengan taman dan bunga warna-warni. Pemandangan inilah yang kemudian melahirkan citra Bandung sebagai kota yang cantik dan asri, layaknya bunga yang bermekaran.

Selain itu, istilah Kota Kembang juga kerap dimaknai sebagai simbol keindahan warganya, khususnya perempuan Bandung yang dikenal anggun dan menawan. Makna simbolik ini semakin memperkuat popularitas julukan tersebut di kalangan masyarakat.

Lahirnya Julukan Paris van Java

Sementara itu, julukan Paris van Java mulai populer sekitar dekade 1920–1930-an. Bandung saat itu berkembang pesat sebagai pusat gaya hidup kaum elite Eropa di Hindia Belanda. Jalan Braga menjadi ikon utama, dipenuhi butik mode, kafe, restoran, bioskop, dan pertokoan mewah yang mengadopsi gaya Eropa modern.

Arsitektur bangunan di Bandung banyak mengusung gaya art deco dan modernisme, mirip dengan kota-kota besar di Eropa. Suasana ini mengingatkan para pendatang Eropa pada Paris, ibu kota Prancis yang dikenal sebagai pusat mode, seni, dan budaya. Dari situlah muncul sebutan Paris van Java, yang secara harfiah berarti “Paris di Pulau Jawa”.

Julukan ini juga mencerminkan gaya hidup kosmopolitan Bandung pada masa itu. Kota ini menjadi pusat pergaulan, hiburan, dan kreativitas, sekaligus tempat lahirnya tren busana dan gaya hidup modern di Hindia Belanda.

Bandung dalam Perubahan Zaman

Seiring berjalannya waktu, wajah Bandung tentu mengalami banyak perubahan. Pembangunan kota, pertumbuhan penduduk, dan dinamika sosial membawa tantangan tersendiri bagi identitas Bandung. Namun, julukan Kota Kembang dan Paris van Java tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.

Kedua julukan tersebut kini lebih dimaknai sebagai warisan sejarah dan identitas budaya. Taman kota, ruang terbuka hijau, kawasan heritage, serta geliat industri kreatif menjadi upaya untuk mempertahankan ruh Bandung sebagai kota yang indah, kreatif, dan berkarakter.

Makna Julukan bagi Identitas Bandung

Julukan Kota Kembang dan Paris van Java bukan hanya romantisme masa lalu, melainkan cerminan perjalanan panjang Bandung sebagai kota yang terus berkembang. Keduanya menggambarkan keindahan alam, tata kota, serta dinamika budaya yang pernah dan masih melekat hingga hari ini.

Di tengah modernisasi, julukan-julukan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keindahan, kreativitas, dan karakter Bandung agar tetap menjadi kota yang nyaman ditinggali sekaligus memikat untuk dikunjungi.

Rekomendasi

Foto: Agensi Bantah Kim Soo-hyun Sosok Pria di Foto Lawas Kim Sae-ron | Pifa Net

Agensi Bantah Kim Soo-hyun Sosok Pria di Foto Lawas Kim Sae-ron

Korea Selatan
| Selasa, 18 Maret 2025
Foto: Keturunan Arab, Fanny Ghassani Ungkap Tanggapan Keluarga Soal Penampilannya yang Seksi | Pifa Net

Keturunan Arab, Fanny Ghassani Ungkap Tanggapan Keluarga Soal Penampilannya yang Seksi

Indonesia
| Jumat, 10 Januari 2025
Foto: Santoso: Timnas U-23 Harus Waspadai Penguasaan Bola Thailand | Pifa Net

Santoso: Timnas U-23 Harus Waspadai Penguasaan Bola Thailand

Timnas Indonesia
| Kamis, 24 Juli 2025
Foto: Perpanjang Kontrak hingga 2031, Lamine Yamal Targetkan Bawa Barcelona Raih Lebih Banyak Kemenangan | Pifa Net

Perpanjang Kontrak hingga 2031, Lamine Yamal Targetkan Bawa Barcelona Raih Lebih Banyak Kemenangan

Sports
| Jumat, 18 Juli 2025
Foto: Libur Panjang Usai, Waspadai Gejala Post-Holiday Blues | Pifa Net

Libur Panjang Usai, Waspadai Gejala Post-Holiday Blues

Indonesia
| Rabu, 9 April 2025
Foto: Timnas Indonesia Dibantai Jepang 0-6 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 | Pifa Net

Timnas Indonesia Dibantai Jepang 0-6 di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia
| Rabu, 11 Juni 2025
Foto: Cedera Parah, Ole Romeny Diragukan Tampil Lawan Kuwait dan Lebanon | Pifa Net

Cedera Parah, Ole Romeny Diragukan Tampil Lawan Kuwait dan Lebanon

Timnas Indonesia
| Rabu, 16 Juli 2025
Foto: Mengenal Shenina Cinnamon, Aktris yang Resmi Dipersunting Angga Yunanda | Pifa Net

Mengenal Shenina Cinnamon, Aktris yang Resmi Dipersunting Angga Yunanda

Indonesia
| Selasa, 11 Februari 2025
Foto: Kabar Gembira! Gaji ke-13 PNS Cair Mulai Juni 2025, Siap-siap Terima Tambahan Penghasilan | Pifa Net

Kabar Gembira! Gaji ke-13 PNS Cair Mulai Juni 2025, Siap-siap Terima Tambahan Penghasilan

Indonesia
| Selasa, 6 Mei 2025
Foto: Rekomendasi Tablet Gaming Terbaik 2025: Performa Kencang untuk Gamer Mobile | Pifa Net

Rekomendasi Tablet Gaming Terbaik 2025: Performa Kencang untuk Gamer Mobile

Tekno
| Kamis, 20 November 2025

Berita Terkait

Pifabiz

Foto: Denise Chariesta Laporkan Doktif ke Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik | Pifa Net

Denise Chariesta Laporkan Doktif ke Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

PIFAbiz – Selebgram Denise Chariesta resmi melaporkan seorang dokter yang dikenal dengan nama Doktif ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (16/2/2025). Laporan ini terkait dengan tuduhan bahwa Denise menerima Rp100 juta sebagai bayaran untuk menjadi buzzer, yang ia bantah keras.Denise meluapkan kemarahannya atas tuduhan tersebut dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa dirinya telah mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi."Heh, Doktif, gue sudah menyambangi (Polres) tuh, kata lo mau ngajakin ketemu di bakso bakwan. Tuh, gue udah ke sini. Tapi hari ini gue enggak mau makan bakso bakwan karena gue lagi diet," ujar Denise di depan ponselnya.Denise menegaskan bahwa tuduhan yang dilontarkan Doktif merupakan fitnah dan menantang Doktif untuk menunjukkan bukti atas pernyataan tersebut."Gua bikin laporan karena omongan lo tuh fitnah. Jadi biar lo belajar, kalau ngomong itu harus sesuai dengan bukti. Mana buktinya, gue terima Rp100 juta, bisa enggak buktiin?" lanjutnya.Tak hanya itu, Denise semakin berang karena anaknya, Jaden Bowen Yap, yang baru berusia satu tahun, turut menjadi sasaran sindiran. Menurutnya, Doktif menuding anaknya minum susu dari uang yang tidak halal. Denise menepis tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa putranya masih mengonsumsi ASI."Ini dokter harus belajar untuk mempertanggungjawabkan apa yang dia ucap. Enggak boleh sembarangan ngomong fitnah-fitnah, apalagi lo bawa-bawa anak gue. Itu parah banget sih, bawa-bawa anak gue, enggak boleh kayak gitu," kata Denise dengan nada kesal.Dia juga menegaskan bahwa tuduhan yang menyebut anaknya mengonsumsi susu dari uang haram sangat tidak berdasar."Bawa-bawa anak gue dibecandain, 'beli cucunya (susunya) dari uang yang enggak halal', memang anak gue, gue kasih susu babi? Enggak ya. Anak gue tuh gue kasih ASI. Dan lo tuh harus pintar sedikit sebagai dokter," ucapnya.Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan Denise dan sedang memproses kasus ini. Doktif dijerat dengan Pasal 27 juncto 45 UU ITE terkait dugaan pencemaran nama baik, yang dapat berujung pada hukuman hingga dua tahun penjara.

Pifabiz
| Senin, 17 Februari 2025

Sports

Foto: PSG vs Real Madrid di Semifinal Piala Dunia Antarklub 2025: Adu Gengsi Dua Raksasa Eropa di New Jersey | Pifa Net

PSG vs Real Madrid di Semifinal Piala Dunia Antarklub 2025: Adu Gengsi Dua Raksasa Eropa di New Jersey

PIFA, Sports - MetLife Stadium, New Jersey, akan menjadi saksi duel panas dua kekuatan besar Eropa, Paris Saint-Germain (PSG) melawan Real Madrid pada semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, Kamis (10/7) dini hari WIB. Laga ini menjadi pertemuan ke-12 kedua tim, dengan masing-masing membawa misi besar demi menutup musim dengan manis. PSG Bidik Trofi Kelima Musim Ini PSG datang dengan kepercayaan diri tinggi. Klub asal Prancis itu telah menggondol empat trofi musim ini—Liga Prancis, Piala Prancis, Piala Super Prancis, dan Liga Champions. Kini, Les Parisiens berambisi menambah gelar kelima lewat turnamen antarklub paling bergengsi di dunia. “Ini adalah momentum sempurna untuk menunjukkan bahwa PSG layak menjadi penguasa sepak bola Eropa dan dunia,” tulis media resmi klub. Skuad asuhan Luis Enrique juga diperkuat para pemain bintang seperti Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia. Sayangnya, dua bek utama—Willian Pacho dan Lucas Hernandez—harus absen akibat akumulasi kartu. Lucas Beraldo dipercaya untuk menambal lini pertahanan. Real Madrid Ingin Akhiri Musim dengan Gelar Sebaliknya, Real Madrid mengincar gelar sebagai pelipur lara setelah gagal total di kompetisi domestik dan Eropa musim ini. Los Blancos takluk dari Barcelona di ajang La Liga, Piala Raja, dan Piala Super Spanyol, serta disingkirkan Arsenal di perempat final Liga Champions. Meski begitu, tim besutan Xabi Alonso sempat meraih dua trofi awal musim, yakni Piala Super UEFA dan Piala Intercontinental FIFA. Kini, mereka datang ke semifinal dengan kekuatan hampir penuh, hanya kehilangan bek anyar Dean Huijsen yang terkena kartu merah. Madrid diprediksi akan kembali mengandalkan Vinicius Junior, Jude Bellingham, serta bintang muda Gonzalo Garcia, sementara Thibaut Courtois kembali menjaga gawang. Real Madrid Unggul Secara Rekor, Tapi PSG Percaya Diri Dalam 11 pertemuan sebelumnya, Real Madrid menang enam kali, sementara PSG hanya mampu mencetak tiga kemenangan. Dua laga lainnya berakhir imbang. Pertemuan terakhir pada Liga Champions 2021/22 memperlihatkan keunggulan Real Madrid yang menang 3-1 di leg kedua. Meski begitu, perubahan komposisi pemain dan momentum yang dimiliki PSG membuat laga ini diprediksi berjalan ketat. Prediksi Line-up PSG vs Real Madrid PSG (4-3-3): Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Beraldo, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Dembele, Doue, Kvaratskhelia. Pelatih: Luis Enrique (Spanyol) Real Madrid (4-3-3): Courtois; Alexander-Arnold, Rudiger, Raul Asencio, Fran Garcia; Valverde, Tchouameni, Arda Guler; Bellingham, Gonzalo Garcia, Vinicius Junior. Pelatih: Xabi Alonso (Spanyol) Duel Penentu Dominasi Bagi PSG, pertandingan ini lebih dari sekadar perebutan tiket final. Ini adalah kesempatan untuk menegaskan dominasi mereka setelah menjadi juara Liga Champions. Sementara Real Madrid, raja Eropa sepanjang sejarah, tentu ingin menunjukkan bahwa mereka belum habis. Laga semifinal ini bukan hanya soal siapa yang menang, tapi siapa yang akan menjadi simbol kekuatan Eropa dalam pentas global.

Sport
| Rabu, 9 Juli 2025

Lokal

Foto: Gubernur Sutarmidji Dorong HIPMI Kalbar untuk Lebih Inovatif | Pifa Net

Gubernur Sutarmidji Dorong HIPMI Kalbar untuk Lebih Inovatif

Berita Kalbar, PIFA - Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Barat dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., di Hotel Golden Tulip Pontianak, Rabu (15/12/2021). Turut hadir dalam acara tersebut, yakni Ketua BPD HIPMI Kalbar yang diwakili Ketua Bidang 8 BPP HIPMI, M.Ali Affandi, Seluruh Ketua BPC HIPMI di Kalbar, serta unsur Forkopimda Prov Kalbar. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa HIPMI. Siapa pun yang akan terpilih nantinya diharapkan mampu mengayomi dan menciptakan program-program yang inovatif dalam menaungi dunia usaha. Dan jangan sibuk mengurus diri sendiri karena bisa membuat organisasi tidak akan maju. Pemimpin sebuah organisasi harus bisa mengayomi dan membuat seluruh anggotanya berkembang," harap H. Sutarmidji. Selain itu, banyak peluang yang harus diraih oleh pengusaha muda. HIPMI diharapkan mampu berkolaborasi bersama pemerintah agar seluruh tujuan yang ingin dicapai bisa terwujud seiring dengan arus perkembangan zaman. Gubernur Kalbar juga menegaskan agar anggota HIPMI bisa saling berdiskusi dan bekerja sama dalam menentukan arah organisasi. "Pemprov Kalbar akan terus berupaya agar perizinan dan hal lainnya bisa transparan, akurat, dan cepat," tutup H. Sutarmidji. Sementara itu, Ketua Bidang 8 BPP HIPMI Kalbar mengungkapkan forum ini diharapkan menjadi awal mula bagi HIPMI untuk berperan dalam bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Kalimantan Barat. "Komunikasi yang baik antara Pemprov Kalbar dan HIPMI Kalbar akan menjadi pintu utama dalam menggapai cita-cita organisasi. Untuk itu, kehadiran Gubernur Kalbar merupakan harapan bagi HIPMI dalam memberikan peluang untuk berkontribusi lebih jauh. Kita bisa melihat komitmen Gubernur Kalbar memberi akses kepada HIPMI untuk bisa berkontribusi dalam visi misi Gubernur yang fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan," kata M. Ali Affandi. Peran HIPMI sangat dibutuhkan untuk berperan serta dalam membangun 400 desa mandiri agar masyarakat desa berdaya, maju, dan sejahtera. Menurutnya, HIPMI harus berkolaborasi dengan Pemprov Kalbar dan harus memperhatikan beberapa hal, seperti ketersediaan sekolah, layanan masyarakat, dan juga infrastruktur yang baik. "Disinilah kita harus bergotong royong membantu pemerintah kedepannya," harap Ketua Bidang 8 BPP HIPMI Kalbar.

Kalbar
| Kamis, 16 Desember 2021
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5