Sejumlah Daerah di Indonesia Dihantui Fenomena Tanah Bergerak, Ribuan Warga Mengungsi
Jakarta | Kamis, 12 Februari 2026
Tanah bergerak. Antara
Jakarta | Kamis, 12 Februari 2026










Lokal

PIFA, Lokal - DPRD Kalimantan Barat, mendorong pemerintah provinsi merekrut dokter spesialis untuk penambahan di RSUD dr Soedarso. Di sisi lain, Pemprov mesti memberi insentif bagi dokter yang ingin bergabung ke rumah sakit itu. Hal ini, menjadi perhatian DPRD yang masuk dalam rekomendasi terhadap LKPJ Gubernur Kalbar Tahun 2022. Ihwal kebutuhan dokter spesialis ini, guna meningkatkan pelayanan di rumah sakit tersebut. "Tentu kami meminta kepada Pemprov untuk menyiapkan tenaga dokter spesialis tambahan. Aspek ini penting untuk diperhatikan," kata Juru Bicara DPRD Kalbar, Irsan, kemarin. Sebelumnya, Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Heri Mustamin menyebut, bangunan gedung RSUD Soedarso dibangun sangat baik dan dipenuhi dengan sejumlah fasilitas pendukung. Sementara dari segi pelayanan kesehatan, di RSUD Soedarso juga mulai membaik. Bahkan, diberlakukan sistem tanpa kelas bagi warga yang menggunakan BPJS Kesehatan. “Dalam pelayanan kesehatan tak ada keluhan warga. Semuanya mengaku dilayani dengan baik. Saya sudah diskusi dengan pasien dan perawat," ujarnya. Heri pun mengapresiasi kerja Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang telah membangun RSUD Soedarso menjadi pusat layanan kesehatan terbaik di Kalbar. Menurut Heri, RSUD terbesar di Kalbar itu dibenahi dengan serius. Terbukti dengan adanya penambahan fasilitas sehingga bisa mencakup banyak penanganan kesehatan. Meski mengapresiasi, Heri juga tak menampik masih adanya kekurangan di rumah sakit kebanggaan warga Kalbar itu. Misalnya kurangnya ratusan orang tenaga kesehatan, termasuk pula dokter spesialis. "200 sampai 300 orang. Maka iti Pemprov Kalbar diharapkan memberikan perhatian pemenuhan nakes," harapnya. Hal lainnya, juga terlihat masih terdapat kekurangan di bangsal anak. Kondisi bangsal anak yang ada sangat memperihatinkan. “Pasien ramai. Selain itu kita berharap pula penambahan dokter spesialis," pungkasnya. (ap)
Lokal

Berita Kubu Raya, Kalbar - PIFA, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kubu Raya melaksanakan diskusi dan pengembangan Kapsitas P4GN pada lembaga Adat dan Komunitas berbasis kearifan Lokal di Plaza Paradis-Q Waterpark Qubu Resort Jalan Arteri Supadio sungai Raya, Kamis (07/10/2021). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah Tokoh Adat dan Budaya Lintas Etnis yang tergabung dalam Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kabupaten Kubu Raya dalam menciptakan Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan itu, Kepala BNNK Kubu Raya, A.H Daulay, mengajak tokoh adat dan budaya yang ada di Kabupaten Kubu Raya bersama BNNK Kubu Raya melakukan upaya menciptakan Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba. “Kegiatan ini memang baru pertama kali kami lakukan, tetapi upaya sosialisasi pencegahan selalu kami lakukan kepada pelajar, Mahasiswa serta masyarakat di Kabupaten Kubu Raya,” ungkapnya. Daulay menjelaskan, selama ini pihaknya dengan kemampuan personil yang ada terus melakukan upaya melawan dan memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. “Untuk terus memaksimalkan upaya kami itu maka kami hari ini mengajak Bapak-Ibu ketua Organisasi Adat Budaya di Kubu Raya bersama-sama semua elemen lakukan Kepong Bakol dan Ciptakan Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba,” jelasnya. Sementara itu Ketua PMP Kabupaten Kubu Raya, Edi Suhairul mengapresiasi langkah BNNK Kubu Raya yang telah menggandeng Organisasi Adat dan Budaya di Kabupaten Kubu Raya. Hal itu, khususnya dalam upaya untuk Kepong Bakol atau bersama-sama berrsinergis melawan dan memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Kubu Raya. “Kami sangat prihatin dengan maraknya peredaran Narkoba saat ini bahkan sudah masuk ke Desa-desa dan ini harus diantisipasi, peran serta Tokoh Adat, Tokoh Agama dari lintas Etnis sangat diperlukan, kami mengapresiasi inisiatif BNNK Kubu Raya yang mengajak kami untuk Kepong Bakol upaya itu,” jelas Edi. Edi berharap, upaya ini terus dilakukan hingga ke akar rumput sesuai Lagu Mars BNN yang akan memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.
Politik

PIFA.CO.ID, POLITIK - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo menggelar aksi cap jempol darah pada Jumat (10/1) untuk mendukung Megawati Soekarnoputri melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum. Acara ini berlangsung di halaman DPC PDIP Kota Solo, Jalan Hasanudin No. 26, Purwosari, Laweyan, Solo, setelah peringatan HUT ke-52 PDIP yang diikuti kader secara virtual.Ketua Panitia HUT ke-52 DPC PDIP Solo, Ety Isworo, menyatakan aksi ini sebagai bentuk loyalitas kepada Megawati. "Kita siap membela Bu Mega. Pejah gesang ndherek Bu Mega (hidup mati ikut Bu Mega)," ujarnya.Ety mengungkapkan aksi tersebut juga sebagai respons terhadap potensi gangguan menjelang Kongres PDIP pada April 2025. Ia menyoroti munculnya spanduk bernada negatif tentang Megawati di Jakarta yang diduga dilakukan secara terstruktur.Sekitar 2.000 hingga 3.000 kader PDIP Solo diperkirakan mengikuti aksi ini. Panitia telah menyiapkan kain putih sepanjang 52 meter untuk menyesuaikan dengan usia PDIP, tempat para kader membubuhkan cap jempol darah sebagai bentuk dukungan.