Sejumlah Negara Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran di Tengah Aksi Protes
Internasional | Kamis, 15 Januari 2026
PIFA, Internasional - Sejumlah negara Eropa, di antaranya Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol, pada Rabu (14/1) mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Iran. Imbauan tersebut dikeluarkan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan di negara itu di tengah berlanjutnya aksi protes anti-pemerintah.
Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan sekitar 600 warga negaranya saat ini berada di Iran, dengan sebagian besar menetap di Teheran. Pemerintah Italia pun secara tegas meminta warganya untuk segera meninggalkan negara tersebut.
“Italia dengan tegas mengimbau kembali warga Italia di Iran untuk meninggalkan negara itu,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Italia.
Imbauan serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Polandia melalui platform X. Pemerintah Polandia juga menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran hingga situasi dinilai aman.
Jerman turut mengeluarkan peringatan perjalanan. Pemerintah Jerman meminta warganya agar tidak bepergian ke Iran dan mendesak mereka yang saat ini berada di sana untuk segera angkat kaki.
“Ada risiko penangkapan sewenang-wenang,” kata Kedutaan Besar Jerman di Teheran dalam pernyataannya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Spanyol menyebut situasi di Iran dan kawasan sekitarnya berada dalam kondisi yang sangat tidak stabil. Warga negara Spanyol yang berada di Iran diminta untuk segera meninggalkan negara tersebut dengan sarana yang tersedia.
Iran sendiri telah diguncang gelombang protes sejak 28 Desember lalu. Aksi unjuk rasa dipicu anjloknya nilai tukar mata uang rial serta memburuknya kondisi ekonomi. Dalam perkembangannya, demonstrasi tersebut meluas ke sejumlah kota di berbagai wilayah Iran.




















