Foto: Freepik/Delbars

Berita Travel, PIFA - Beberapa hari terakhir warganet dihebohkan dengan kenaikan tiket Candi Borobudur hingga Rp750 ribu bagi wisatawan domestik. Kabar ini pun mendapatkan respons yang begitu beragam dari warganet. Salah satunya adalah mencari berbagai destinasi wisata candi selain Candi Borobudur. 

Indonesia diketahui memiliki destinasi wisata candi yang bebgitu beragam. TIdak hanya di Yogyakarta dan sekitarnya, destinasi berupa candi berada di berbagai belahan Indonesia. 
Berikut beberapa candi yang populer dan patut dikunjungi sebagai pilihan wisata. 

1. Candi Dieng, Jawa Tengah

Candi Dieng merupakan kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. dan berada dataran vulkanik aktif. Candi peninggalan bercorak Hindu beraliran Syiwa ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Kalingga dan dinasti Wangsa Sanjaya dalam dua tahap. 

Tahap pertama dilaksanakan sekitar pertengahan abad ke-7 hingga awal abad ke-8. Kemudian, pembangunan tahap kedua berlanjut pada akhir abad ke-8, yaitu sekitar tahun 780 M. Candi Dieng ini diperkirakan awalnya berjumlah empat ratus buah, namun sekarang hanya terdapat delapan candi yang masih berdiri. 

2. Candi Sari, Yogyakarta

Berbeda dengan Candi Dieng, Candi Sari merupakan peninggalan sejarah bercorak Buddha. Dibangun sekitar abad ke-8 M, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, candi yang memilik kemiripan dengan Candi kalasan ini telah dijelaskan dalam Prasasti Kalasan pada 778 Masehi.

Prasasti tersebut menyatakan bahwa para penasihat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan Maharaja Tejapurnama Panangkarana mendirikan bangunan suci. Nantinya, bangunan digunakan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara dan biara. Candi Kalasan didirikan dengan tujuan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara. Sedangkan Candi Sari dibangun untuk asrama para pendeta.

3. Candi Brahu, Jawa Timur

Masih bercorak Buddha, candi Brahu yang berada di Jawa TImur ini diperkirakan sebagai peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno. Didirikan oleh Empu Sendok, seorang raja dari Kerajaan Mataram kuno, nama candi ini berasal dari kata warahu atau wanaru yang berarti bangunan suci yang digunakan dalam acara keagamaan. Kata wanaru tersebut dikaitkan dengan kata brahu.

Sedangkan pembuatan Candi Brahu adalah atas perintah Raja Mpu Sendok dari Kahuripan. Candi ini diperikaran berusia lebih tua dari Kerajaan Majapahit.

4. Candi Muara Takus, Riau

Berada di Pulau Sumatra, candi Muara Takus merupakan salah satu peninggalan sejarah dari Kerajaan Sriwijaya. Dengan bangunan candi yang sangat unik karena dibangun dari batu pasir, batu sungai, dan batu bata, candi yang berlokasi di Riau ini adalah candi Buddha tertua di Pulau Sumatra.

Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan candi dan stupa, di antaranya yaitu Candi Tua, Candi Bungsu, Stupa Mahligai, serta Palangka. Selain itu, ditemukan pula gundukan yang konon merupakan tempat pembakaran tulang manusia. Hingga kini, asal-usul candi ini masih belum diketahui dengan jelas karena kurangnya bukti-bukti yang ditemukan terkait candi ini.

5. Candi Muaro Jambi, Jambi

Masih dari Sumatra, candi satu ini berlokasi di Provinsi Jambi. Candi terluas di Indonesia ini diperkirakan merupakan peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya dan Melayu. Dilihat dari sejarahnya, kompleks Candi Muaro Jambi pertama kali ditemukan oleh letnan asal Inggris, S.C. Crooke, pada 1824.

Pemerintah Indonesia kemudian mulai serius melakukan pemugaran Candi Muaro Jambi pada 1824 di bawah pimpinan R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno yang ditemukan pada beberapa lempeng, disimpulkan bahwa peninggalan ini didirikan sekitar abad ke-9 hingga abad ke-12 M.

6. Candi Bahal, Sumatra Utara

Candi Bahal merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya bercorak Buddha beraliran Vazrayana. Candi Bahal diperkirakan sudah berdiri selama ribuan tahun dan didirikan sejak abad ke-11.

Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh Raja Hindu Shiva dari Tamil yang memerintah dari India Selatan. Namun, pakar lain mengatakan bahwa keberadaan candi ini berkaitan dengan Kerajaan Pannai yang merupakan eksistensi kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

7. Candi Sewu, Yogyakarta

Selain Candi Prambanan, DI Yogyakarta juga memiliki destinasi wisata candi lainnya yang tak kalah menarik yaitu Candi Sewu. Dibangun pada abad ke-8, candi bercorak Buddha ini merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.

Meski kata sewu pada candi ini berarti seribu, kompleks candi yang berusia lebih tua dari Candi Prambanan ini tidak benar-benar terdiri dari seribu candi melainkan hanya sekitar 249. Penamaan sewu sendiri berdasarkan kisah dari legenda Roro Jonggrang. Di prasasti tahun 792, dicatat bahwa nama asli bangunan ini adalah Manjusri Grha atau Rumah Manjusri.

Selain tujuh candi tersebut, masih banyak candu lain yang memiliki sejarah menarik dan lanskap yang begitu indah tersebar di berbagai penjuru Indonesia. (b)

Berita Travel, PIFA - Beberapa hari terakhir warganet dihebohkan dengan kenaikan tiket Candi Borobudur hingga Rp750 ribu bagi wisatawan domestik. Kabar ini pun mendapatkan respons yang begitu beragam dari warganet. Salah satunya adalah mencari berbagai destinasi wisata candi selain Candi Borobudur. 

Indonesia diketahui memiliki destinasi wisata candi yang bebgitu beragam. TIdak hanya di Yogyakarta dan sekitarnya, destinasi berupa candi berada di berbagai belahan Indonesia. 
Berikut beberapa candi yang populer dan patut dikunjungi sebagai pilihan wisata. 

1. Candi Dieng, Jawa Tengah

Candi Dieng merupakan kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. dan berada dataran vulkanik aktif. Candi peninggalan bercorak Hindu beraliran Syiwa ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Kalingga dan dinasti Wangsa Sanjaya dalam dua tahap. 

Tahap pertama dilaksanakan sekitar pertengahan abad ke-7 hingga awal abad ke-8. Kemudian, pembangunan tahap kedua berlanjut pada akhir abad ke-8, yaitu sekitar tahun 780 M. Candi Dieng ini diperkirakan awalnya berjumlah empat ratus buah, namun sekarang hanya terdapat delapan candi yang masih berdiri. 

2. Candi Sari, Yogyakarta

Berbeda dengan Candi Dieng, Candi Sari merupakan peninggalan sejarah bercorak Buddha. Dibangun sekitar abad ke-8 M, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, candi yang memilik kemiripan dengan Candi kalasan ini telah dijelaskan dalam Prasasti Kalasan pada 778 Masehi.

Prasasti tersebut menyatakan bahwa para penasihat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan Maharaja Tejapurnama Panangkarana mendirikan bangunan suci. Nantinya, bangunan digunakan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara dan biara. Candi Kalasan didirikan dengan tujuan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara. Sedangkan Candi Sari dibangun untuk asrama para pendeta.

3. Candi Brahu, Jawa Timur

Masih bercorak Buddha, candi Brahu yang berada di Jawa TImur ini diperkirakan sebagai peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno. Didirikan oleh Empu Sendok, seorang raja dari Kerajaan Mataram kuno, nama candi ini berasal dari kata warahu atau wanaru yang berarti bangunan suci yang digunakan dalam acara keagamaan. Kata wanaru tersebut dikaitkan dengan kata brahu.

Sedangkan pembuatan Candi Brahu adalah atas perintah Raja Mpu Sendok dari Kahuripan. Candi ini diperikaran berusia lebih tua dari Kerajaan Majapahit.

4. Candi Muara Takus, Riau

Berada di Pulau Sumatra, candi Muara Takus merupakan salah satu peninggalan sejarah dari Kerajaan Sriwijaya. Dengan bangunan candi yang sangat unik karena dibangun dari batu pasir, batu sungai, dan batu bata, candi yang berlokasi di Riau ini adalah candi Buddha tertua di Pulau Sumatra.

Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan candi dan stupa, di antaranya yaitu Candi Tua, Candi Bungsu, Stupa Mahligai, serta Palangka. Selain itu, ditemukan pula gundukan yang konon merupakan tempat pembakaran tulang manusia. Hingga kini, asal-usul candi ini masih belum diketahui dengan jelas karena kurangnya bukti-bukti yang ditemukan terkait candi ini.

5. Candi Muaro Jambi, Jambi

Masih dari Sumatra, candi satu ini berlokasi di Provinsi Jambi. Candi terluas di Indonesia ini diperkirakan merupakan peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya dan Melayu. Dilihat dari sejarahnya, kompleks Candi Muaro Jambi pertama kali ditemukan oleh letnan asal Inggris, S.C. Crooke, pada 1824.

Pemerintah Indonesia kemudian mulai serius melakukan pemugaran Candi Muaro Jambi pada 1824 di bawah pimpinan R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno yang ditemukan pada beberapa lempeng, disimpulkan bahwa peninggalan ini didirikan sekitar abad ke-9 hingga abad ke-12 M.

6. Candi Bahal, Sumatra Utara

Candi Bahal merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya bercorak Buddha beraliran Vazrayana. Candi Bahal diperkirakan sudah berdiri selama ribuan tahun dan didirikan sejak abad ke-11.

Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh Raja Hindu Shiva dari Tamil yang memerintah dari India Selatan. Namun, pakar lain mengatakan bahwa keberadaan candi ini berkaitan dengan Kerajaan Pannai yang merupakan eksistensi kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

7. Candi Sewu, Yogyakarta

Selain Candi Prambanan, DI Yogyakarta juga memiliki destinasi wisata candi lainnya yang tak kalah menarik yaitu Candi Sewu. Dibangun pada abad ke-8, candi bercorak Buddha ini merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.

Meski kata sewu pada candi ini berarti seribu, kompleks candi yang berusia lebih tua dari Candi Prambanan ini tidak benar-benar terdiri dari seribu candi melainkan hanya sekitar 249. Penamaan sewu sendiri berdasarkan kisah dari legenda Roro Jonggrang. Di prasasti tahun 792, dicatat bahwa nama asli bangunan ini adalah Manjusri Grha atau Rumah Manjusri.

Selain tujuh candi tersebut, masih banyak candu lain yang memiliki sejarah menarik dan lanskap yang begitu indah tersebar di berbagai penjuru Indonesia. (b)

0

0

You can share on :

0 Komentar