Selandia Baru Bakal Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
Internasional | Senin, 24 Agustus 2026
Reuters
Internasional | Senin, 24 Agustus 2026










Nasional

Kepolisian memfungsikan Pos Terpadu Gadog sebagai pusat penanganan korban kecelakaan lalu lintas di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, Afif Widhi Ananto, mengatakan pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengamanan lalu lintas, tetapi juga sebagai titik layanan darurat bagi masyarakat. “Pos Terpadu Gadog bukan sekadar pusat pengamanan, tetapi juga tempat perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan medis darurat,” ujarnya di Pos Terpadu Gadog, Senin. Menurutnya, setiap korban kecelakaan di jalur Puncak akan segera dievakuasi ke pos tersebut untuk mendapatkan penanganan awal dari tim medis yang telah disiagakan. Ia menegaskan seluruh personel telah diinstruksikan untuk bertindak cepat dan responsif dalam menangani berbagai situasi darurat, termasuk kecelakaan lalu lintas. Penanganan dilakukan secara terpadu antara personel kepolisian dan tenaga medis guna memastikan korban mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit apabila diperlukan. Fasilitas yang tersedia di Pos Terpadu Gadog meliputi tenaga medis siaga, ruang perawatan sementara, peralatan pertolongan pertama, serta ambulans untuk evakuasi lanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama arus mudik dan wisata Lebaran. Satlantas Polres Bogor juga mengimbau para pengendara untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta memanfaatkan pos terpadu untuk beristirahat apabila mengalami kelelahan. Selain itu, pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima guna meminimalkan risiko kecelakaan di jalur Puncak yang dikenal padat, terutama saat musim libur Lebaran.
Politik

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045, berdasarkan sejumlah prediksi para ekonom dan lembaga internasional. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato rapat paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5), saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2027. Menurut Prabowo, berbagai kajian global menilai Indonesia berpotensi melampaui sejumlah negara maju seperti Prancis, Inggris, dan Italia dalam beberapa dekade mendatang. “Saya sendiri tidak pernah bermimpi… kita akan menjadi negara keempat, kelima, bayangkan kita akan menyalip Inggris, Prancis, Italia,” ujar Prabowo. Ia juga menyebut bahwa posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan di tingkat global membuat sejumlah negara kini lebih menghormati Indonesia dalam hubungan internasional. Bahkan, menurutnya, beberapa negara mulai meminta bantuan dari Indonesia di sektor tertentu. Prabowo mencontohkan negara seperti Australia, India, hingga Brasil yang disebut membutuhkan dukungan dalam bidang pupuk dan kebutuhan pangan, di tengah kondisi Indonesia yang dinilai mengalami surplus produksi. Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat bangsa Indonesia menjadi sombong, melainkan harus meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan menghadapi tantangan. “Ini jangan membuat kita sombong, tapi membuat kita harus lebih percaya diri,” ujarnya. Dalam pidato yang sama, Prabowo juga memaparkan target ekonomi nasional, termasuk pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen pada 2027, inflasi 1,5–3,5 persen, serta target nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS. Ia menegaskan bahwa strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang Indonesia.
Lokal

Berita Pontianak, PIFA - Memasuki H+2 Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah saat ini semua pelayanan kesehatan, terutama Puskesmas di Kota Pontianak sudah buka dan melayani masyarakat. “Saya inginkan kepada masyarakat jika ada keluhan jangan ragu untuk datang ke Puskesmas terdekat,”harap Kepala Bidang (Kabid) pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dadang Fitrajaya kepada RRI di Pontianak, Jum’at (5/5/2022) kemarin. Apalagi biasanya di hari Raya Idul Fitri masyarakat yang tidak terkontrol pola makannya yang cenderung mengkonsumsi makanan berlemak, manis-manis dan makanan berkarbohirat tinggi. Tidak heran di awal pelayanan lebaran ini sudah cukup banyak masyarakat yang berobat, ke puskesmas-puskesmas di wilayah kota Pontianak, ada yang pusing, diare dan sebagainya. “Apalagi di hari raya ini, mungkin kue-kue masih banyak, kosumsid aridaging-daging itu masih sering mungkin dipanaskan terus setiap hari, atau mungkin ada open house ada bakso dan semacamnya itu daging berlebih atau karbohidrat yang berlebih, ini juga bisa menjadi pemicu penyakit-penyakit yang menyebabkan seperti kolesterol, gula darah, ini memicu semua,”jelas Dadang Fitrajaya. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengendalikan kesehatan dann bijak dalam mengkonsumsi makanan serta jangan lupa menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Pontianak ini juga mengajak kepada masyarakat agar dalam mengkonsumsi makananan di hari lebaran diimbangi dengan pola makan yang gizinya seimbang. “Jangan lupa menu yang ada serat, dengan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan,” katanya. Dadang Fitrajaya memberikan Tip sehat makan disaat lebaran, yaitu menkonsumsi karbohidrat dengan setengah porsi dari menu, jika perlu seperempatnya saja dengan memperbanyak proteinnya. Selain itu kurangi minum minuman kaleng yang mengandung soda, gula, bahan kimia makanan serta pewarna dapat meningkatkan kadar gula di dalam darah, karena dapat memicu berat badan, dan jika dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan masalah yang lebih serius, seperti penyakit diabetes. (rs)