Sempat Tidur 7 Bulan, Gunung Dukono Kembali Erupsi dan Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter
Maluku Utara | Senin, 6 April 2026
Sempat Tidur 7 Bulan, Gunung Dukono Kembali Erupsi dan Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter. PGA Dukon
Maluku Utara | Senin, 6 April 2026










Sports

Berita Sports, PIFA - Dua calon pemain naturalisasi yang akan memperkuat Timnas U-20 Indonesia, yakni Ivar Jenner dan Justin Hubner sudah bergabung di Turki untuk mengikuti pemusatan latihan, pada Kamis (10/11/2022). Justin Hubner mengaku senang bisa bergabung dengan teman-temannya. "Saya saat ini sedang berada di Turki untuk bergabung dengan tim nasional Indonesia. Saya sangat senang bisa mendapat kesempatan bermain bersama teman-teman. Saya berharap bisa membanggakan Indonesia," ujarnya, mengutip laman PSSI. Sementara itu Ivar mengatakan, sangat bangga bisa bergabung dengan skuad asuhan Shin Tae-yong. "Saya berada di Turki saat ini untuk bergabung dalam pemusatan latihan dengan timnas Indonesia. Saya sangat bangga dan gembira bisa berada di sini. Sampai bertemu teman-teman di lapangan nanti. Ayo kita lakukan ini bersama-sama," tuturnya. Keduanya sudah pernah datang ke Indonesia dan langsung berkunjung ke PSSI serta disambut Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Pak Ketum pun berharap proses naturalisasi keduanya dapat berjalan dengan lancar. "Saya berharap keduanya bisa berlatih dengan baik dan bekerja keras bersama teman-teman mereka di Turki nanti. Kemudian bisa menyerap ilmu sepak bola dari Shin Tae-yong. Saya juga berharap nanti proses naturalisasi keduanya nanti dapat berjalan lancar," kata Iriawan. Selain ke kantor PSSI, keduanya juga sudah menjalani sejumlah tahapan-tahapan proses naturalisasi. Seperti pemeriksaan kesehatan, cek kelengkapan proses administrasi, dan lain-lain. Ivar yang merupakan pemain tengah saat ini bermain untuk FC Utrecht. Sementara itu, Justin yang bernama lengkap Justin Quincy Hubner bermain di klub Wolverhampton Wenderers FC U-21
Pifabiz

PIFAbiz - Jennie BLACKPINK secara tiba-tiba terpaksa meninggalkan panggung di tengah konser yang berlangsung karena kesehatannya memburuk pada Minggu (11/6). Hal itu terjadi saat konser BLACKPINK World Tour [Born Pink] digelar pada hari kedua di Melbourne. Usai Jennie turun panggung, konser tersebut pun akhinrya dilanjutkan dengan tiga member, Jisoo, Rosé, dan Lisa. Terkait hal itu, YG Entertainment menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh penggemar yang hadir pada konser tersebut. "Kami ingin menyampaikan permintaan maaf kami yang tulus kepada semua penggemar yang telah menunjukkan dukungan mereka untuk BLACKPINK dan mereka yang menghadiri acara tersebut. Kami dengan hormat meminta pengertian Anda dalam situasi ini." kata YG Entertainment seperti dikutip dari CNN, Senin (12/6). Agensi mengungkapkan bahwa Jennie sebenarnya ingin melanjutkan penampilannya hingga akhir, namun kondisinya tidak memungkinkan. "Jennie menyatakan tekadnya yang kuat untuk melanjutkan penampilan hingga akhir. Namun, mengikuti saran medis di lokasi, kami segera mengambil tindakan untuk memastikan dia mendapatkan istirahat dan stabilitas yang cukup," ungkap Agensi. Jennie pun menyampaikan penyesalannya karena tidak bisa bersama para penggemar hingga akhir. "Jennie memastikan bahwa ia akan pulih secepat mungkin." kata Agensi. Selain itu, YG Entertainment juga memastikan pihaknya akan melakukan yang terbaik untuk mendukung pemulihan Jennie. "Kami ingin meminta pengertian Anda sekali lagi. Terima kasih." tutur YG. (b)
Nasional

PIFA, Nasional - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dukungannya untuk memastikan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Hal ini disampaikannya saat menerima Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (27/2/2023). Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani dalam keterangannya usai pertemuan mengatakan, dari diskusi di Istana, Bapak Presiden menegaskan dukungannya untuk memastikan penghapusan kekerasan terhadap perempuan termasuk dalam hal implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan mendorong adanya payung hukum yang lebih baik bagi perempuan pekerja, khususnya perempuan pekerja rumah tangga. Komnas Perempuan juga menyampaikan beberapa situasi penting terkait penghapusan kekerasan terhadap perempuan, termasuk peningkatan pelaporan kasus kekerasan khususnya kekerasan seksual. “Demikian juga terkait dengan situasi perempuan di situasi konflik dan bencana, perempuan pekerja, serta perempuan yang menjadi tahanan berhadapan dengan hukum maupun menghadapi berbagai bentuk penghukuman ataupun perlakuan lain yang kejam dan tidak manusiawi,” tambahnya. Di samping itu, Presiden Jokowi dan Komnas Perempuan juga berbincang mengenai tindak lanjut lebih spesifik kementerian/lembaga terkait mekanisme non-yudisial dalam penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu dalam berbagai rencana aksi nasional. Beberapa di antaranya yaitu rencana aksi nasional HAM, rencana aksi nasional mengatasi ekstremisme yang mengarah pada terorisme, dan kondisi perempuan terhadap pandangan hukum, termasuk misalnya hukuman mati maupun berbagai situasi kebijakan yang diskriminatif di beberapa daerah di Indonesia. “Saat ini juga sedang ada percepatan untuk melakukan kekuatan kelembagaan Komnas Perempuan termasuk untuk melakukan perubahan Peraturan Presiden baik itu terkait dengan struktur Komnas Perempuan, maupun berbagai kemungkinan-kemungkinan untuk memperkuat kesejahteraan staf-staf Komnas Perempuan,” tandasnya. Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Komnas Perempuan yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.