Senat AS Ikut Desak Trump Hentikan Perang Iran, Dukungan Kongres Mulai Retak
Internasional | Rabu, 24 Juni 2026
Senat Amerika Serikat menyetujui resolusi yang mendesak Presiden Donald Trump menghentikan keterlibatan militer AS dalam perang melawan Iran. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara 50 berbanding 48 pada Selasa (23/6).
Resolusi itu sebelumnya telah lebih dulu disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, sehingga menjadi pertama kalinya sejak diberlakukannya Undang-Undang Kekuasaan Perang tahun 1973 kedua kamar Kongres secara bersamaan mengesahkan resolusi yang meminta presiden menarik pasukan AS dari konflik yang sedang berlangsung.
Meski tidak mengikat secara hukum dan lebih bersifat simbolis, hasil pemungutan suara tersebut dipandang sebagai pukulan politik bagi Trump. Selama ini, presiden dari Partai Republik itu umumnya memperoleh dukungan kuat dari mayoritas anggota partainya di Kongres.
Namun, perang dengan Iran mulai memunculkan perbedaan pandangan di internal Partai Republik. Beberapa legislator dari partai tersebut bergabung dengan anggota Partai Demokrat untuk mendukung resolusi penghentian perang.
Perkembangan ini muncul saat Gedung Putih diperkirakan akan meminta persetujuan Kongres untuk tambahan anggaran bernilai puluhan miliar dolar guna membiayai operasi militer yang sedang berjalan.
Sejumlah anggota Partai Republik sebelumnya juga telah menunjukkan sikap berbeda terhadap beberapa agenda Trump, termasuk penolakan terhadap dana kompensasi politik senilai US$1,8 miliar serta penundaan rancangan undang-undang pendanaan operasi imigrasi senilai US$70 miliar.
Sementara itu, hasil survei Reuters/Ipsos yang dirilis pekan ini menunjukkan dukungan publik terhadap perang Iran relatif rendah. Hanya sekitar seperempat warga Amerika yang menilai konflik tersebut layak dijalankan dengan biaya yang harus ditanggung negara.
Mayoritas responden juga mengaku pesimistis bahwa gencatan senjata dengan Iran akan bertahan dalam jangka panjang.
Dalam pemungutan suara di Senat, hampir seluruh anggota Partai Demokrat mendukung resolusi tersebut. Empat senator Partai Republik turut memberikan suara mendukung, sementara dua senator lainnya tidak ikut memberikan suara.
Menanggapi hasil tersebut, Trump melontarkan kritik keras melalui unggahan di media sosial. Ia menyebut langkah Senat tidak tepat waktu dan tidak memiliki makna nyata terhadap situasi yang sedang berlangsung.
Trump juga menuding para senator yang mendukung resolusi secara tidak langsung memberikan keuntungan kepada Iran dan mempersulit upaya pemerintahannya dalam menangani konflik.
Perbedaan sikap antara Gedung Putih dan sebagian anggota Kongres ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di Washington mengenai biaya politik, ekonomi, dan militer dari keterlibatan AS dalam konflik yang terus berkembang di Timur Tengah.



















