Sengketa Lahan SMAN 13 Bandung Memanas, Aktivitas Belajar Sempat Terancam
Jawa Barat | Rabu, 11 Februari 2026
Foto:Kompas.com
Jawa Barat | Rabu, 11 Februari 2026










Lokal

Berita Pontianak, PIFA – Digital Business Manajemen (DBM) Universitas Tanjungpura (Untan) berkolaborasi dengan beberapa perusahaan teknologi digital untuk mewujudkan Untan Smart Campus. Tiga dari perusahaan tersebut tampak ikut serta dalam Untan Innovation Expo 2022 yang berlangsung sejak 19-24 Mei, diantaranya Telkom, Telkomsel, dan Xiaomi. Untan Innovation Expo 2022 yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Untan merupakan satu diantara rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-63 Untan yang bertemakan “Inovasi dan Kolaborasi Untan untuk Indonesia”. Kepala DBM Untan, Ikhwan Ruslianto menjelaskan bahwa DBM merupakan salah unit baru yang diinisiasikan oleh Rektor untuk menangani bagian kerja sama dan bisnis digital dengan perusahaan teknologi, dalam rangka mewujudukan Untan Smart Campus. “Tahun 2022 ini, Pimpinan melalui Rektor Untan menginisiasi untuk membuat 1 unit di universitas dibawah Rektor langsung untuk menangani berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kerja sama dalam hal bisnis digitalnya,” jelasnya. “Salah satu contoh mitra strategis yang sudah bekerja sama adalah Telkom,” timpalnya. Program yang sudah dilakukan dari kolaborasi DBM Untan dan Telkom adalah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yakni Smart Village Universitas Tanjungpura. “Diharapkan dengan adanya mitra strategis ini, Untan dan Telkom bisa berkolaborasi dalam membangun smart digital yang ada di desa-desa, sehingga bisa meningkatkan smart ekonominya, smart government, dan smart society-nya,” harap Ikhwan. “Banyak hal lagi yang bisa dikolaborasikan dengan mitra kita, seperti Xiaomi, Telkomsel, dan startup-startup lainnya untuk membangun Universitas Tanjungpura. Ada juga Juru Parkir, Netta Code Indonesia dan startup lainnya,” lanjut Ketua Jurusan dari Prodi Jurusan Rekayasa Sistem Komputer FMIPA Untan itu. Berkolaborasi dengan Telkomsel, DBM Untan berharap infrastruktur jaringan yang dimiliki oleh anak perusahaan Telkom Indonesia ini bisa menjangkau desa-desa yang membutuhkannya. Sementara, dengan pihak Xiaomi, kedepannya DBM Untan akan menyelenggarakan event digital “Siber Festival Tanjungpura”. “Dalam waktu dekat kita akan membuat event dengan Xiaomi. Diharapkan event ini bisa menjadi showcase-nya Kalbar dalam bentuk digital, nanti ada perlombaan, seminar, ada expo, dan lain-lain,” tutupnya. Terkait kolaborasi, sebelumnya Rektor Untan Prof Garuda Wiko menegaskan bahwa kolaborasi itu penting. Menurutnya, kolaborasi dapat mempercepat inovasi dan menyelesaikan beragam permasalahan yang kompleks. “Kita tidak bisa menghadapi kompleksitas itu sendiri, maka diperlukan kolaborasi. Karena bergerak sendiri tentu akan lambat,” ungkapnya kepada PIFA saat meninjau pelaksanaan Untan Innovation Expo 2022, Kamis (19/5). (yd)
Nasional

PIFA, Nasional – Siapa sangka membeli motor bisa membawa rejeki miliaran rupiah. Hal inilah yang dialami Sartina (33), ibu rumah tangga sekaligus Kader Posyandu asal Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Perempuan yang pada Mei lalu membeli Yamaha Mio M3 untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari ini keluar sebagai pemenang program Miliarder Yamaha 2024–2025 dan berhak membawa pulang hadiah uang tunai Rp1 miliar.Nama Sartina diumumkan sebagai pemenang setelah melalui proses pengundian dan verifikasi oleh tim Yamaha bersama pihak terkait. Program ini berlangsung sejak Oktober 2024 hingga Juli 2025.“Selamat kepada Ibu Sartina. Semoga hadiah ini bisa meringankan beban ekonomi dan menjadi bentuk apresiasi kami kepada pelanggan setia Yamaha,” ujar Hendri Kartono, Asst. General Manager Sales PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Ia menegaskan, program ini membuktikan konsumen Yamaha selalu mendapatkan keuntungan lebih, baik dari kualitas produk, layanan purna jual, hingga kesempatan memenangkan hadiah besar.Sartina, yang memiliki tiga anak dan mengelola warung kelontong di rumahnya, mengaku awalnya tak percaya saat dihubungi pihak Yamaha. “Sempat ragu, karena belum pernah dengar ada orang beli motor bisa dapat Rp1 miliar. Tapi setelah dihubungi berkali-kali dan didatangi ke rumah, saya baru yakin. Alhamdulillah, hadiah ini akan saya gunakan untuk sekolah anak, memperbaiki rumah, dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.Ia mengaku memilih Yamaha karena butuh motor andal untuk mengantar anak sekolah, ditambah rekomendasi dari kerabat yang puas dengan performa motor Yamaha. “Proses beli gampang, pelayanan ramah, dan motor cepat sampai,” tuturnya.Program Miliarder Yamaha sebelumnya juga telah melahirkan pemenang di 2024, yakni Pasma Wati, mahasiswa kebidanan asal Pekanbaru, Riau, yang membeli Yamaha Fazzio Neo Hybrid. Yamaha mengimbau konsumen untuk terus mengikuti informasi resmi melalui akun Instagram @yamahaindonesia.
Lokal

PIFA, Lokal - Anggota DPRD Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar mengapresiasi seluruh panitia dan peserta yang telah sukses memeriahkan Festival Film Pelajar Khatulistiwa (FFPK) IV. Zulfydar yang juga merupakan Ketua penyelenggara FFPK IV, mengungkapkan bahwa tema festival film pelajar tahun ini memiliki maksud khusus. "Kali ini tema yang diusung adalah sosial politik. Kenapa kita pilih tema demikian supaya adik-adek para peserta, baik-baiknya SMP, SMA, dan mahasiswa, mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dan memvisualkan gambar apa yang dihendaki dalam proses membuat film itu sendiri," ujar Zulfydar saat menyampaikan pidato dalam pembukaan Awarding FFPK IV di Untan, Sabtu. Dengan pilihan tema sosial politik, Zulfydar berharap agar para peserta dapat lebih peka terhadap isu-isu yang terjadi di sekitar mereka. Hal ini diharapkan dapat tercermin dalam karya-karya film yang mereka hasilkan. "Kali ini peserta ada 30 lembaga, SMP, SMA, dan mahasiswa. Peserta film yang terkumpul, 39 peserta. Memang cukup menurun, tetapi kualifikasi kualitasnya lebih baik daripada tahun demi tahun, kan ini tahun ke-4. Dan peserta kali ini ada dari luar provinsi Kalimantan Barat, dari Jawa Tengah, kemudian dari DKI Jakarta. Di kabupaten kota yang hadir tentu hampir semua kabupaten kota hadir," sambungnya. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan prestasi luar biasa anak-anak Kalimantan Barat dalam bidang perfilman. Zulfydar memberikan apresiasi khusus untuk kota Pontianak dan seluruh kabupaten kota yang turut berpartisipasi. "Anak-anaknya luar biasa hebatnya punya prestasi, khususnya bidang perfilaman," ujarnya. Menyinggung fenomena perkembangan informasi, Zulfydar mengemukakan bahwa Festival Film Pelajar Khatulistiwa hadir sebagai wadah untuk memindahkan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak, seperti bermain game, ke dalam bentuk visual gambar. Hal ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang positif dalam mengonsumsi konten. Dalam pidatonya, Zulfydar Zaidar Mochtar mengingatkan bahwa festival film ini bukan hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga sebuah upaya untuk memberikan pemahaman lebih dalam kepada generasi muda akan isu-isu sosial dan politik yang ada di sekitar mereka. Festival Film Pelajar Khatulistiwa IV diharapkan dapat menjadi panggung bagi para sineas muda Kalimantan Barat untuk bersaing di tingkat nasional pada tahun-tahun mendatang. (ad)