Seskab: 90 Persen Usulan Indonesia Diakomodasi dalam Perjanjian Dagang dengan AS
Politik | Jumat, 20 Februari 2026
PIFA, Politik - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan sebanyak 90 persen usulan Indonesia telah diakomodasi dalam perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut disampaikan Teddy menindaklanjuti perjanjian dagang yang ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela pertemuan perdana anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington, DC, Kamis (19/2).
"Melalui negosiasi intensif dengan 90 persen usulan Indonesia dipenuhi, sebanyak 1.819 produk nasional memperoleh tarif nol persen di pasar AS, termasuk komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, serta komponen elektronik," katanya melalui Sekretariat Kabinet (Setkab) di Jakarta, Jumat.
Setkab dalam keterangannya menjelaskan bahwa capaian tersebut diperoleh melalui proses negosiasi yang intensif. Delegasi Indonesia tercatat empat kali berkunjung ke Washington DC, menjalani tujuh putaran perundingan, serta lebih dari sembilan kali pertemuan langsung dan virtual.
Perjanjian perdagangan tersebut ditegaskan hanya mencakup sektor ekonomi dan tidak memuat pasal non-ekonomi seperti pertanahan, geopolitik, maupun isu lainnya. Kedua negara, menurut Teddy, saling menghormati kedaulatan masing-masing.
Salah satu capaian paling signifikan dari kesepakatan tersebut adalah pemberian tarif 0 persen bagi 1.819 produk nasional di pasar Amerika Serikat.
"Dengan tarif nol persen, produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar AS, membuka peluang peningkatan ekspor, dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha nasional," demikian petikan keterangan resmi Setkab.
Selain itu, Teddy menyebut perjanjian ini juga membuka peluang peningkatan ekspor tekstil Indonesia hingga sepuluh kali lipat dan berpotensi memberikan manfaat bagi sekitar 4 juta pekerja di industri tekstil nasional.
Di sisi lain, pemerintah memastikan perlindungan terhadap harga pangan domestik tetap menjadi prioritas dalam kerangka kerja sama tersebut. Sebagai bagian dari prinsip timbal balik, Indonesia memberikan tarif nol persen bagi produk pertanian AS berupa kedelai dan gandum untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok nasional seperti tahu, tempe, dan mi.
Lebih lanjut, Teddy mengungkapkan bahwa kesepakatan dagang ini juga dibarengi dengan komitmen investasi senilai total 38,4 miliar dolar AS. Investasi tersebut mencakup rencana pembelian 50 pesawat dari Boeing, impor gas dan minyak mentah senilai 15 miliar dolar AS per tahun, perpanjangan kontrak Freeport hingga 2061, serta tambahan investasi sebesar 20 miliar dolar AS dalam 20 tahun ke depan.
Sebagai bagian dari perjanjian dagang timbal balik, Indonesia dan Amerika Serikat juga membentuk Council of Trade and Investment sebagai forum dialog ekonomi kedua negara. Forum tersebut akan membahas isu perdagangan dan investasi, mengantisipasi lonjakan impor yang tidak wajar, serta menjaga keseimbangan neraca perdagangan.
Melalui mekanisme tersebut, setiap persoalan ekonomi diharapkan dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui jalur dialog dan koordinasi. Pemerintah menilai perjanjian ini bukan sekadar kesepakatan dagang, melainkan langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.




















