Sinopsis Positively Yours, Kisah Romantis Dua Orang yang Sama-sama Menolak Pernikahan
Pifabiz | Senin, 19 Januari 2026
Sinopsis Positively Yours, Kisah Romantis Dua Orang yang Sama-sama Menolak Pernikahan. Chanel
Pifabiz | Senin, 19 Januari 2026










Lokal

Sintang - Sekelompok petani di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mengikuti Sekolah Lapang Iklim (SLI) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sebanyak 25 petani menerima pembekalan teknik bercocok tanam dalam kegiatan tersebut. Seperti dilansir dari Antara Kalbar (3/9), SLI bertujuan untuk membantu mereka menjaga produktivitas pertanian di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem. Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Yustinus mengungkapkan bahwa materi yang dipaparkan kepada para petani terkait pemahaman cuca dan iklim. "SLI itu untuk pemahaman cuaca dan iklim, sehingga petani dapat menyusun strategi dan perencanaan tanam, agar tidak mengalami gagal panen yang berujung kerugian bagi petani," ungkapnya. Yustinus berharap, SLI menambah wawasan pengetahuan petani dalam mencari rujukan tentang cuaca dan iklim untuk usaha pertaniannya, selain faktor produksi, seperti pupuk dan benih. "Kami berharap pada para petani agar bisa menyebarluaskan ilmu yang didapatkan di SLI kepada teman-teman yang lain dan dapat diamalkan dengan baik," tambahnya. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sintang mengapresiasi kegiatan SLI. Menurut pihaknya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberdayakan petani di Kelam Permai. "Kami mengharapkan seluruh penyuluh pertanian yang telah mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen iklim dari BMKG di masyarakat terkhusus para petani,” tututrnya. Kemudian, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Sintang Sonya Puspasari menyampaikan bahwa program dari Kementerian Pertanian dan Perkebunan pada tahun ini berfokus pada peningkatan prodiktivitas pertanian untuk mendukung keberlangsungan pada masa-masa sulit, seperti pademi Covid-19 saat ini. "Pertanian adalah sektor yang bertahan pada masa pandemi, salah satu hal yang menunjang produktivitas pertanian ialah peningkatan kapasitas serta keterampilan dari petani sebagai pelaku utama. Karena itu kita juga harus melihat dengan baik semua sarana serta prasarana yang diperlukan agar dapat menunjang kegiatan dengan baik," terang Sonya pada Antara Kalbar (3/9). SLI diikuti 25 peserta, kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan baik di tengah pandemi, sambung Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah Luhur Tri Uji Prayitno. Luhur juga menyampaikan harapannya pada para petani yang mengikuti SLI. "Harapan saya, semoga teman-teman petani sekalian dapat menyerap materi yang telah diberikan oleh tim BMKG agar ke depannya dapat menjadi teladan untuk teman-teman petani lainnya, yang belum dapat bergabung pada kesempatan kali ini," harapnya.
Lokal

Berita Mempawah, PIFA - Puluhan karung bangkai babi dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab di parit Desa Anjungan Dalam Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Desa Anjongan Dalam, Yohanes Yahya mengaku telah mengetahui kabar tersebut dari warga pada Minggu (20/2/2022) lalu. Mendengar kabar itu ia pun langsung turun lokasi untuk mengecek dan memastikannya. Yohanes menyebut, ada sebanyak kurang lebih 30 karung yang berisi bangkai babi. Karung tersebut diduga dibuang karena mati akibat Flu Afrika. Virus penyakit itu menyebabkan 44.322 babi di Kalbar mati. "Saya sudah turun ke lapangan, melakukan pengecekan dan memastikan informasi tersebut. Ada kurang lebih 30 karung berisi bangkai babi di buang oknum tidak bertanggung jawab," terang Pak Kades, Rabu (23/2/2022), dikutip PIFA dari Kompascom. Menurut Kades Anjungan Dalam, kondisi karung-karung berisi bangkai babi tersebut sudah ada yang tenggelam dan masih mengapung. Dia pun menyesalkan tindakan oknum yang tak bertanggung jawab itu lantaran tindakannya telah menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. “Pencemaran bukan hanya terjadi di parit itu saja, melainkan hingga ke Sungai Mempawah. Sebab, airnya akan mengalir ke arah Sungai Mempawah melewati Desa Sejegi,” pungkas Yohanes. Sementara Polsek Anjungan pun langsung bergerak cepat ke TKP setelah mendengar informasi tersebut. Kapolsek Anjungan Iptu Robert Suryanto pun memastikan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang membuang karung itu. "Penyelidikan tetap akan dilakukan sampai kite menemukan siapa pelakunya," tegas dia, dikutip dari MempawahNews (24/2/2022).