iStock

iStock

Berandascoped-by-BerandaLifestylescoped-by-LifestyleSleep Tourism Jadi Tren Liburan 2026, Wisatawan Kini Cari Tidur Nyenyak Bukan Jadwal Padat

Sleep Tourism Jadi Tren Liburan 2026, Wisatawan Kini Cari Tidur Nyenyak Bukan Jadwal Padat

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026

JAKARTA — Tren liburan mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya perjalanan identik dengan mengejar banyak destinasi dan aktivitas, kini semakin banyak wisatawan justru memilih konsep perjalanan yang berfokus pada istirahat berkualitas.

Fenomena ini dikenal sebagai Sleep Tourism atau wisata tidur, sebuah tren perjalanan yang diprediksi semakin populer pada 2026 seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan fisik dan mental.

Berbeda dengan wisata konvensional yang memiliki agenda padat dari pagi hingga malam, Sleep Tourism menawarkan pengalaman perjalanan yang dirancang untuk membantu tubuh dan pikiran benar-benar rileks.

Tujuan utamanya bukan mengunjungi sebanyak mungkin tempat, melainkan mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor munculnya tren ini. Tekanan pekerjaan, aktivitas harian yang tinggi, hingga penggunaan perangkat digital berlebihan membuat banyak orang mengalami gangguan tidur.

Padahal, kurang tidur tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat berdampak pada konsentrasi, produktivitas, suasana hati, hingga kesehatan jangka panjang.

Sejumlah penginapan pun mulai menyesuaikan diri dengan kebutuhan wisatawan yang mencari ketenangan. Hotel dan resor kini tidak hanya menawarkan kamar nyaman, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung tidur.

Mulai dari pilihan jenis bantal, pengaturan pencahayaan kamar, aroma terapi, kualitas udara, hingga desain ruangan yang minim suara menjadi bagian dari konsep baru tersebut.

Selain itu, Sleep Tourism juga berkembang bersama tren wellness tourism atau wisata kesehatan. Beberapa destinasi menawarkan aktivitas seperti yoga, meditasi, latihan pernapasan, hingga terapi suara untuk membantu pengunjung mencapai kondisi lebih rileks.

Meski identik dengan perjalanan, konsep Sleep Tourism sebenarnya juga bisa diterapkan tanpa harus pergi jauh.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • menjaga jadwal tidur tetap konsisten,
  • mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur,
  • menciptakan suasana kamar yang nyaman,
  • melakukan relaksasi ringan atau meditasi,
  • mengurangi gangguan suara saat malam hari,
  • menggunakan perlengkapan tidur yang mendukung kenyamanan.

Meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya keseimbangan hidup membuat Sleep Tourism diperkirakan bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari perubahan cara masyarakat menikmati waktu liburan.

Kini, bagi sebagian wisatawan, perjalanan terbaik bukan lagi tentang seberapa banyak tempat yang dikunjungi, tetapi seberapa baik tubuh dapat beristirahat setelahnya.

Rekomendasi

Foto: Prediksi dan H2H Juventus vs AC Milan di Semifinal Supercoppa Italiana 2024 | Pifa Net

Prediksi dan H2H Juventus vs AC Milan di Semifinal Supercoppa Italiana 2024

Italia
| Kamis, 2 Januari 2025
Foto: Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu Dalam Kepala Charger di Lapas Kelas IIA Pontianak | Pifa Net

Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu Dalam Kepala Charger di Lapas Kelas IIA Pontianak

Pontianak
| Senin, 20 Oktober 2025
Foto: Ajak Pikir Out of the Box! DPR Usulkan Legalisasi Kasino untuk Tambah Penerimaan Negara | Pifa Net

Ajak Pikir Out of the Box! DPR Usulkan Legalisasi Kasino untuk Tambah Penerimaan Negara

Indonesia
| Rabu, 14 Mei 2025
Foto: Surat Wajib Militer Kim Soo-hyun kepada Kim Sae-ron Kembali Mencuat, Ungkap Kerinduan dan Panggilan Sayang? | Pifa Net

Surat Wajib Militer Kim Soo-hyun kepada Kim Sae-ron Kembali Mencuat, Ungkap Kerinduan dan Panggilan Sayang?

Indonesia
| Kamis, 13 Maret 2025
Foto: Singgung Genosida Palestina, Drakor When the Phone Rings Banjir Hujatan | Pifa Net

Singgung Genosida Palestina, Drakor When the Phone Rings Banjir Hujatan

Palestina
| Senin, 6 Januari 2025
Foto: Demokrat Minta PPN 12 Persen Hanya untuk Kalangan Atas | Pifa Net

Demokrat Minta PPN 12 Persen Hanya untuk Kalangan Atas

Politik
| Rabu, 1 Januari 2025
Foto: Hotman Paris Dirawat di RS Mewah Singapura, Biaya Kamar Capai Rp 192 Juta per Malam | Pifa Net

Hotman Paris Dirawat di RS Mewah Singapura, Biaya Kamar Capai Rp 192 Juta per Malam

Singapura
| Jumat, 28 Februari 2025
Foto: JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Nikita Mirzani dalam Kasus Pemerasan Bos Skincare Reza Gladys | Pifa Net

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Nikita Mirzani dalam Kasus Pemerasan Bos Skincare Reza Gladys

Pifabiz
| Selasa, 8 Juli 2025
Foto: Baru Belajar Masak, Ini 4 Cara Menyelamatkan Masakan yang Keasinan | Pifa Net

Baru Belajar Masak, Ini 4 Cara Menyelamatkan Masakan yang Keasinan

Indonesia
| Selasa, 7 Januari 2025
Foto: Pemkot Pontianak Cek Kendaraan Dinas untuk Pastikan Keselamatan dan Pelayanan Optimal | Pifa Net

Pemkot Pontianak Cek Kendaraan Dinas untuk Pastikan Keselamatan dan Pelayanan Optimal

Pontianak
| Rabu, 8 Januari 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Dedi Mulyadi Tanggapi Perdebatan dengan Aura Cinta soal Larangan Perpisahan Sekolah: Dia Bintang Iklan | Pifa Net

Dedi Mulyadi Tanggapi Perdebatan dengan Aura Cinta soal Larangan Perpisahan Sekolah: Dia Bintang Iklan

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara mengenai perdebatan dirinya dengan seorang perempuan muda bernama Aura Cinta terkait larangan menggelar perpisahan sekolah. Dialog tersebut sebelumnya diunggah melalui akun YouTube pribadi Dedi dan cuplikannya menjadi viral di media sosial.Dalam klarifikasinya melalui video yang diunggah di Instagram pada Selasa (29/4), Dedi menegaskan bahwa percakapannya dengan Aura bertujuan untuk menggambarkan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Ia juga menekankan bahwa Aura bukan lagi tergolong remaja, melainkan sudah dewasa karena usianya hampir mencapai 20 tahun."Dialog saya dengan Aura itu adalah dialog yang ingin menggambarkan tentang masa depan anak-anak kita. Pertama, Aura bukanlah anak remaja, tapi menurut saya sudah dalam kategori dewasa," ujar Dedi.Dedi juga mengungkapkan bahwa Aura telah lulus dari SMAN 1 Cikarang setahun yang lalu dan saat ini sudah aktif bekerja, termasuk menjadi bintang iklan. Hal tersebut, menurut Dedi, semakin menegaskan bahwa Aura sudah mampu berdiri sendiri secara ekonomi.Dalam perdebatan yang menuai perhatian publik itu, Dedi menyampaikan pandangannya bahwa acara perpisahan sekolah seringkali menjadi beban finansial bagi orang tua murid. Menurutnya, kenangan masa sekolah bukan hanya terbentuk pada momen perpisahan, tetapi lebih penting dalam proses belajar selama tiga tahun."Tanpa perpisahan emang kehilangan kenangan? Kenangan indah itu saat proses belajar tiga tahun," tegas Dedi.Sebaliknya, Aura berargumen bahwa perpisahan sekolah penting sebagai momen terakhir berkumpul bersama teman-teman sebelum berpisah untuk menempuh jalan masing-masing."Saya ngerasa kan udah lulus ya. Kalau misalkan enggak ada perpisahan kita tuh enggak bisa kumpul bareng atau rasain gimana-gimana kumpulnya interaktif sama teman-teman itu, Pak," ujar Aura.Dalam perdebatan tersebut, latar belakang ekonomi Aura juga sempat menjadi sorotan. Diketahui, keluarganya pernah menjadi korban penggusuran di bantaran kali. Dedi menyinggung soal pentingnya kesadaran untuk menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi ekonomi."Kenapa miskin pengen hidup bergaya, sekolah harus ada perpisahan? Kan kamu merasa miskin. Kenapa orang miskin nggak merasa prihatin?" kata Dedi.Aura sendiri mengakui kondisi ekonominya saat ini. Namun, ia menekankan bahwa keinginannya untuk merayakan kelulusan bukanlah semata-mata soal gaya hidup, melainkan soal merayakan pencapaian bersama teman-teman.Perdebatan antara Dedi dan Aura memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian mendukung pandangan Dedi soal penghematan, namun tidak sedikit pula yang bersimpati pada sikap Aura yang memperjuangkan hak untuk merayakan momen penting dalam hidupnya.

Jabar
| Selasa, 29 April 2025

Lifestyle

Foto: Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Perlu Disesuaikan dengan Perubahan Cuaca | Pifa Net

Dokter Ingatkan Perawatan Kulit Perlu Disesuaikan dengan Perubahan Cuaca

PIFA, Lifestyle - Dermatolog dr. Hafiza Fikri Fadel, Sp.KK, FINSDV, PGC, menekankan pentingnya menyesuaikan perawatan kulit dengan kondisi cuaca. Menurutnya, perubahan lingkungan seperti musim pancaroba dapat memengaruhi kesehatan kulit, terutama pada kulit sensitif yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.Ia menyarankan tetap melakukan perawatan dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan tabir surya, serta memperhatikan asupan makanan, air, vitamin, makronutrien, dan mikronutrien. Asupan antioksidan juga diperlukan, baik dari makanan maupun produk perawatan kulit yang mengandung vitamin A, E, dan C, untuk melindungi kulit dari stres oksidatif akibat polusi.

Lifestyle
| Kamis, 21 Agustus 2025

Pifabiz

Foto: Oklin Fia Dilaporkan ke Polisi Buntut Konten Jilat Es Krim | Pifa Net

Oklin Fia Dilaporkan ke Polisi Buntut Konten Jilat Es Krim

PIFAbiz - Selebgram terkenal, Oklin Fia, telah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (PB SEMMI) terkait dengan konten kontroversial yang menghebohkan media sosial. Dalam konten tersebut, Oklin Fia terlihat menjilat es krim di dekat kelamin pria, yang memunculkan kontroversi dan dugaan melanggar norma kesusilaan. Pihak PB SEMMI mengajukan laporan resmi di Polres Metro Jakarta Pusat dengan nomor LP/B/2020/VIII/2023/SPKT/ POLRES METRO JAKARTA PUSAT/ POLDA METRO JAYA, pada tanggal 14 Agustus 2023. Laporan ini didasarkan pada Pasal 27 (1) Jo 45 ayat 1 UU ITE, yang berkaitan dengan konten yang dianggap melanggar kesusilaan dan penodaan agama. Ketua Bidang Hukum dan HAM PB SEMMI, Gurun Arisastra, mengungkapkan bahwa pihaknya menilai tindakan Oklin Fia dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang di luar batas norma yang hidup dalam masyarakat. Menurut Gurun, konten tersebut dapat merusak moral dan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa, serta bertentangan dengan cita-cita revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. "Terkait kontennya di media sosial yakni menjilat es krim di hadapan kelamin pria, jadi seakan es krim ini sebagai kelamin pria. Ini mengganggu betul situasi dan kenyamanan, serta merusak mental," ujar Gurun Arisastra dalam pernyataannya di Mapolres Jakarta Pusat, seperti dikutip dari metrosuaracom, Selasa. Gurun juga menyoroti penggunaan hijab oleh Oklin Fia dalam konten tersebut. Menurutnya, penggunaan hijab sebagai salah satu identitas agama Islam membuat konten tersebut semakin kontroversial, karena diduga melibatkan unsur penodaan agama. Dalam melaporkan Oklin Fia, PB SEMMI juga menyertakan bukti berupa dokumen elektronik dan tangkapan layar dari beberapa akun media sosial yang membagikan konten tersebut. Dengan konten Oklin yang telah menyebar luas di platform-platform digital, pihak PB SEMMI merasa perlu untuk mengambil tindakan tegas. Gurun Arisastra akhirnya menegaskan harapannya agar proses hukum terhadap Oklin Fia berjalan hingga tuntas. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat konten-konten yang berpotensi merusak moral dan nilai-nilai yang dianut oleh bangsa. (b)

Jakarta
| Rabu, 16 Agustus 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5