Ilustrasi - Otak. ANTARA/Freepik/am.

Ilustrasi - Otak. ANTARA/Freepik/am.

Berandascoped-by-BerandaLifestylescoped-by-LifestyleStudi Ungkap Olahraga Rutin Bisa Bikin Usia Otak Lebih Muda Secara Biologis

Studi Ungkap Olahraga Rutin Bisa Bikin Usia Otak Lebih Muda Secara Biologis

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026

PIFA, Lifestyle - Sebuah studi terbaru yang dilakukan tim peneliti dari AdventHealth Research Institute dan University of Pittsburgh menemukan bahwa olahraga rutin dapat membuat usia otak tampak lebih muda secara biologis.

Para peneliti ingin mengetahui apakah olahraga mampu mengubah struktur fisik otak serta apakah perubahan tersebut dapat terlihat melalui hasil pemindaian otak. Hasil penelitian ini dilaporkan oleh Eating Well pada Selasa (27/1) waktu setempat.

Dalam studi tersebut, peneliti merekrut 130 orang dewasa sehat berusia 26 hingga 58 tahun untuk mengikuti uji klinis acak tersamar tunggal selama 12 bulan. Para peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, yakni kelompok latihan aerobik intensitas sedang hingga berat dan kelompok kontrol yang diminta untuk tidak mengubah tingkat aktivitas fisik mereka.

Kelompok latihan menjalani dua sesi olahraga berdurasi 60 menit per minggu yang diawasi di laboratorium, serta menambahkan latihan mandiri di rumah hingga mencapai sekitar 150 menit aktivitas aerobik per minggu. Jenis latihan yang dilakukan beragam, mulai dari berjalan, jogging, atau berlari di treadmill, hingga menggunakan sepeda statis, mesin elips, dan alat dayung. Intensitas latihan dipantau menggunakan alat pengukur detak jantung.

Pada awal dan akhir penelitian, struktur otak peserta diukur menggunakan pemindaian MRI, sementara kebugaran kardiorespirasi dinilai melalui tes pengambilan oksigen puncak atau VO2peak. Dengan bantuan alat pembelajaran mesin bernama brainageR, peneliti menghitung selisih antara usia otak yang diprediksi dan usia kronologis peserta, yang disebut brain-PAD.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sport and Health Science menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua kelompok setelah 12 bulan. Peserta dalam kelompok olahraga mengalami penurunan usia otak yang terukur, dengan otak mereka tampak sekitar 0,6 tahun lebih muda dibandingkan saat awal studi.

Sebaliknya, kelompok kontrol justru menunjukkan sedikit peningkatan usia otak, sekitar 0,35 tahun lebih tua, meski perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik. Ketika dibandingkan langsung, selisih usia otak antara kedua kelompok hampir mencapai satu tahun dan menguntungkan kelompok yang rutin berolahraga.

Selain itu, kelompok olahraga juga mengalami peningkatan kebugaran yang signifikan. Menariknya, peneliti menemukan bahwa tingkat kebugaran yang lebih tinggi sejak awal penelitian berkaitan dengan tampilan otak yang lebih muda.

Meski demikian, studi ini memiliki sejumlah keterbatasan. Peserta penelitian merupakan sukarelawan yang relatif sehat dan berpendidikan, dengan jumlah sampel yang tergolong terbatas. Pandemi COVID-19 juga memengaruhi jalannya penelitian karena sebagian peserta harus melanjutkan latihan dari rumah selama masa pembatasan.

Peneliti juga mengeksplorasi berbagai faktor yang mungkin menjelaskan efek olahraga terhadap usia otak, seperti kebugaran, komposisi tubuh, tekanan darah, hingga protein otak brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Namun, tidak satu pun faktor tersebut sepenuhnya menjelaskan mekanisme di balik temuan ini.

Penulis senior sekaligus ahli saraf, Kirk I. Erickson, Ph.D., menyebutkan bahwa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang hingga berat selama sekitar 150 menit per minggu dapat membantu menjaga otak tetap lebih muda secara biologis, bahkan seiring bertambahnya usia.

Ia menambahkan, memulai kebiasaan olahraga sejak usia 30-an, 40-an, hingga 50-an dapat memberikan manfaat jangka panjang dengan membantu otak melawan proses penuaan. Bagi mereka yang belum memenuhi rekomendasi tersebut, Erickson menyarankan untuk memulai dari langkah kecil, seperti berjalan kaki singkat, menggunakan tangga, atau menjadwalkan beberapa sesi olahraga ringan setiap pekan. Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, dan menari dinilai efektif jika dilakukan secara konsisten.

Rekomendasi

Foto: 8 Perusahaan AMDK Ungkap Asal Sumber Air, Tak Semua dari Pegunungan | Pifa Net

8 Perusahaan AMDK Ungkap Asal Sumber Air, Tak Semua dari Pegunungan

Nasional
| Rabu, 12 November 2025
Foto: PSSI Gelar FIFA World Football Week 2025 di Garuda Store GBK dan FIFA Arena Mandiri University | Pifa Net

PSSI Gelar FIFA World Football Week 2025 di Garuda Store GBK dan FIFA Arena Mandiri University

Indonesia
| Rabu, 21 Mei 2025
Foto: MU Lanjutkan Efisiensi, Amorim Soroti Dampak Krisis Prestasi | Pifa Net

MU Lanjutkan Efisiensi, Amorim Soroti Dampak Krisis Prestasi

Indonesia
| Rabu, 26 Februari 2025
Foto: Pelaku Penganiayaan Pelajar hingga Tewas Saat Pawai Obor Ditangkap, Ngaku Dipicu Emosi Sesaat | Pifa Net

Pelaku Penganiayaan Pelajar hingga Tewas Saat Pawai Obor Ditangkap, Ngaku Dipicu Emosi Sesaat

Pontianak
| Selasa, 4 Maret 2025
Foto: Effendi Simbolon Nilai Megawati Seharusnya Mundur dari Jabatan Ketum PDIP | Pifa Net

Effendi Simbolon Nilai Megawati Seharusnya Mundur dari Jabatan Ketum PDIP

Indonesia
| Kamis, 9 Januari 2025
Foto: Alisson Becker Cedera Saat Bela Brasil, Pulang ke Liverpool untuk Pemeriksaan | Pifa Net

Alisson Becker Cedera Saat Bela Brasil, Pulang ke Liverpool untuk Pemeriksaan

Inggris
| Sabtu, 22 Maret 2025
Foto: Musisi Fariz RM Kembali Ditangkap untuk Keempat Kalinya Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba | Pifa Net

Musisi Fariz RM Kembali Ditangkap untuk Keempat Kalinya Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Jakarta
| Kamis, 20 Februari 2025
Foto: Bobon Santoso Kritik Persiapan Konten Rendang 200 Kg Willie Salim | Pifa Net

Bobon Santoso Kritik Persiapan Konten Rendang 200 Kg Willie Salim

Indonesia
| Selasa, 25 Maret 2025
Foto: Vadel Badjideh Kecewa dan Merasa Dikhianati LM, Putri Nikita Mirzani, dalam Kasus Dugaan Asusila | Pifa Net

Vadel Badjideh Kecewa dan Merasa Dikhianati LM, Putri Nikita Mirzani, dalam Kasus Dugaan Asusila

Jakarta
| Selasa, 25 Februari 2025
Foto: 39 Naga Bersinar Meriahkan Puncak Cap Go Meh di Pontianak  | Pifa Net

39 Naga Bersinar Meriahkan Puncak Cap Go Meh di Pontianak

Pontianak
| Kamis, 13 Februari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Pemuda di Sintang Edarkan Uang Palsu di Festival Kelam Tourism Ditangkap Polisi | Pifa Net

Pemuda di Sintang Edarkan Uang Palsu di Festival Kelam Tourism Ditangkap Polisi

PIFA, Lokal - Seorang pemuda berinisial SP ditangkap Polres Sintang, diduga mengedarkan uang palsu pada momen keramaian acara Kelam Tourism Festival dan Pameran Pembangunan di kawasan Stadion Baning Sintang.Peredaran uang palsu tersebut berhasil dibongkar usai Satreskrim Polres Sintang mengerahkan unit Resmob yang dipimpin oleh Aipda Marius Risno pada Rabu (18/9) pukul 23.00 Wib.Kapolres Sintang AKBP I Nyoman Budi Artawan membenarkan penangkapan terhadap pelaku pengedar uang palsu yang merupakan seorang pria berinisial SP (23) warga Dusun Montap Raya Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang.Diceritakan oleh Kapolres Sintang melalui Kasat Reskrim AKP Ryan Eka Cahya, pengungkapan tindak pidana uang palsu tersebut bermula dari laporan adanya seorang pria yang menukarkan uang dan terindikasi uang yang ditukarkan adalah palsu.Menindaklanjuti laporan tersebut unit Resmob melakukan penyelidikan hingga ditemukan sejumlah barang bukti berupa delapan lembar uang palsu pecahan 100.000 dan 50.000.“Jumlah keseluruhan barang bukti uang palsu yang telah kita amankan totalnya senilai 1.350.000., ungkap Ryan.Dalam kasus ini pelaku dijerat dengan pasal 244 KUHP tentang Tindak Pidana Uang Palsu.

Sintang
| Jumat, 20 September 2024

Sports

Foto: Laga Lawan Filipina Jadi Penentu, Gerald Vanenburg: Jika Gagal, Indonesia Tersingkir | Pifa Net

Laga Lawan Filipina Jadi Penentu, Gerald Vanenburg: Jika Gagal, Indonesia Tersingkir

PIFA, Timnas — Pelatih timnas U-23 Indonesia Gerald Vanenburg menegaskan pentingnya kemenangan saat menghadapi Filipina pada laga kedua Grup A Kejuaraan ASEAN U-23 2025 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (18/7) pukul 20.00 WIB. Vanenburg menyatakan, hasil laga ini sangat menentukan langkah Indonesia di turnamen. Jika kalah, Indonesia terancam langsung tersingkir.“Saya pikir lebih penting bagaimana kita bermain. Kalau kita gagal, kita akan tersingkir, dan kita tidak bermain lagi di turnamen ini,” ujar Vanenburg kepada media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Kamis (17/7). Kondisi Tim dan Kekuatan Lawan Indonesia dan Filipina sama-sama memulai turnamen dengan kemenangan. Garuda Muda mengalahkan Brunei Darussalam 8-0, sedangkan Filipina menundukkan Malaysia 2-0. Vanenburg menilai kekuatan Filipina, yang ditangani Garrath McPherson, sejajar dengan Indonesia maupun Malaysia. “Saya selalu tahu Filipina punya pemain muda yang bagus, begitu pula dengan Malaysia. Tidak ada jarak yang jauh antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Jadi, kami harus menunjukkan bahwa kita lebih baik. Itu sulit, tapi kita akan mencobanya,” kata pelatih asal Belanda tersebut. Skuad Siap Tempur, Fokus ke Strategi Dalam sesi latihan terakhir, seluruh 23 pemain mengikuti latihan di Stadion Madya. Pemain seperti Victor Dethan dan Jens Raven yang sebelumnya sempat mengalami kram, sudah kembali bergabung. Asisten pelatih timnas senior, Alex Pastoor, juga tampak hadir memantau latihan dan sempat berdiskusi langsung dengan Vanenburg. Vanenburg menegaskan, fokus latihan kali ini diarahkan sepenuhnya untuk membaca cara bermain Filipina dan merancang strategi agar Indonesia tampil lebih tajam esok hari. “Fokus latihan hari ini adalah mengetahui bagaimana mereka (Filipina) bermain dan bagaimana kita harus bermain. Mereka tim yang sangat bagus, kita tahu itu,” tegasnya. Posisi Klasemen dan Peluang Lolos Saat ini, Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, unggul selisih gol dari Filipina di posisi kedua. Pemenang laga ini akan membuka peluang besar melaju ke babak semifinal ASEAN U-23 2025.

Sports
| Jumat, 18 Juli 2025

Sports

Foto: Ungkapan Syukur STY Usai AFF 2024 Gagal di Tengah Isu Masa Depannya Bersama Indonesia | Pifa Net

Ungkapan Syukur STY Usai AFF 2024 Gagal di Tengah Isu Masa Depannya Bersama Indonesia

PIFA.CO.ID, SPORTS - Di tengah perdebatan panas mengenai masa depan kariernya, pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, membagikan sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam postingan yang dipublikasikan pada Jumat (27/12/2024) sore WIB, Shin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada para pemain Timnas Indonesia atas perjuangan mereka di Piala AFF 2024.Piala AFF 2024 mencatatkan hasil yang kurang memuaskan untuk Tim Merah Putih di bawah arahan Shin Tae-yong, dengan tersingkir di fase grup setelah kekalahan tipis 0-1 dari Filipina dalam laga terakhir Grup B. Ini merupakan pertama kalinya Timnas Indonesia gagal lolos dari fase grup di era kepemimpinan Shin.Namun, Shin Tae-yong menyoroti potensi besar dari para pemain muda dalam skuadnya. "Saya sangat bersyukur bahwa para pemain muda kami, yang rata-rata berusia 20,5 tahun, bermain dengan kemampuan terbaik mereka, sementara tim nasional lain memiliki tim yang lebih dewasa," tulisnya dalam bahasa Korea kepada lebih dari 5 juta pengikutnya di Instagram. "Meskipun tidak lolos, saya yakin kami akan melangkah lebih jauh tahun depan."Pelatih berusia 54 tahun itu juga menyatakan keyakinannya terhadap masa depan Timnas Indonesia. "Meskipun kami tidak berhasil mencapai puncak, saya pikir para pemain telah melakukan yang terbaik."Shin kini mengalihkan fokusnya ke misi besar lainnya, yaitu membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. Garuda akan melanjutkan perjuangan di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, dimulai dengan laga tandang melawan Australia pada 20 Maret 2025, disusul pertandingan kandang melawan Bahrain pada 25 Maret. "Sekarang, tahun depan, kami akan mencoba yang terbaik untuk lolos ke Piala Dunia," ungkap Shin. "Terima kasih atas dukungan Anda."Unggahan ini muncul di tengah kritikan tajam terhadap kinerja Shin Tae-yong, terutama setelah hasil mengecewakan di Piala AFF. Pendapat publik pun terpecah, ada yang mendukung Shin untuk melanjutkan tugasnya hingga selesai kualifikasi Piala Dunia, sementara lainnya mendesak adanya evaluasi menyeluruh.Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja pelatih adalah bagian rutin dari program PSSI. "Saya nggak bisa bicara per game, saya harus evaluasi semua. Kesuksesan itu karena programnya bagus, pelatih bagus, pemain bagus," ujar Erick kepada media di Stadion Manahan, Sabtu (21/12/2024). "Pasti dievaluasi. Coach Nova (Arianto), coach Indra (Sjafri) juga dievaluasi. Di kontraknya ada kok pelatih wajib dievaluasi," tandasnya.Pernyataan Erick ini menunjukkan komitmen PSSI untuk terus memperbaiki kinerja timnas, sejalan dengan upaya membangun sepak bola Indonesia yang lebih kompetitif di level internasional.

Indonesia
| Sabtu, 28 Desember 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5